Ulasan

Doraemon: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil, Remake Cerdas!

Doraemon: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil, Remake Cerdas!
Foto Film Doraemon: Nobita and the Castle of the Undersea Devil (x.com/@doraeiga)

Menghidupkan kembali film klasik selalu menjadi pekerjaan yang rumit. Terlalu setia pada versi lama membuat remake terasa sia-sia, sementara perubahan yang terlalu jauh berisiko mengecewakan penggemar. 

Di tengah dilema itu, Film Doraemon: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil menemukan jalan tengah yang jarang berhasil dicapai film remake, lho. Alih-alih sebatas mempercantik visual, film ini berani memperbaiki kelemahan cerita aslinya tanpa menghilangkan ‘rasa’ yang membuat versi 1983 begitu dicintai.

Film ke-45 waralaba Doraemon ini merupakan remake dari Doraemon: Nobita and the Castle of the Undersea Devil yang dirilis pada 1983. Produksinya kembali ditangani Shin-Ei Animation bersama TV Asahi dan ADK Emotions, dengan distribusi Toho. Kursi sutradara dipercayakan kepada Tetsuo Yajima, sementara pengisi suara utama tetap diisi Wasabi Mizuta (Doraemon), Megumi Oohara (Nobita), Yumi Kakazu (Shizuka), Tomokazu Seki (Suneo), dan Subaru Kimura (Gian).

Setelah lebih dulu tayang di Jepang pada awal 2026, film berdurasi 102 menit ini akhirnya menyapa penonton Indonesia pada 15 Juli 2026. 

Cerita dimulai ketika liburan musim panas tiba. Gian, Suneo, dan Shizuka sibuk menentukan tujuan liburan, sementara Nobita mengusulkan ide yang terdengar mustahil: berkemah di dasar laut. Usulan itu tentu mengundang tawa, tapi bersama Doraemon, ide paling aneh pun bisa menjadi kenyataan. Berbekal kendaraan bawah laut cerdas bernama Buggy dan alat Cahaya Adaptasi, mereka menyelam ke kedalaman samudra.

Petualangan itu membawa mereka menemukan Federasi Mu, peradaban bawah laut yang selama ribuan tahun hidup terpisah dari manusia. Hubungan kedua dunia dikurung luka sejarah sehingga bangsa Mu memandang manusia dengan kecurigaan. 

Situasi semakin rumit ketika ancaman kuno bernama Istana Batu Iblis kembali bangkit. Demi menyelamatkan dunia bawah laut sekaligus bumi, Nobita dan teman-temannya harus membangun kepercayaan dengan bangsa yang sejak lama memilih mengasingkan diri.

Versi Lama Dijadikan Fondasi, Lahirlah Remake yang Jauh Lebih Bermakna

Foto Film Doraemon: Nobita and the Castle of the Undersea Devil (x.com/@doraeiga)
Foto Film Doraemon: Nobita and the Castle of the Undersea Devil (x.com/@doraeiga)

Yup, versi 1983 memang dikenang sebagai salah satu petualangan terbaik Doraemon, tapi kalau ditonton lagi sekarang, beberapa kelemahannya cukup terlihat. Penjelasan mengenai bangsa Mu terasa singkat, hubungan antarkarakter berkembang terlalu cepat, dan beberapa keputusan penting dalam cerita muncul tanpa landasan emosional yang kuat. Pada zamannya mungkin semua itu masih bisa dimaklumi, tapi standar penulisan cerita kini sudah jauh berkembang.

Remake ini berani mengakui kelemahan tersebut, lalu memperbaikinya satu per satu.

Bangsa Mu kini bukan sekadar latar eksotis di dasar laut. Versi kali ini memberi ruang lebih besar untuk menjelaskan sejarah mereka, alasan mengapa mereka kehilangan kepercayaan kepada manusia, hingga bagaimana luka di masa lalu membentuk cara mereka memandang dunia. Dengan demikian, konflik nggak lagi monoton. Aku jadi bisa memahami kecurigaan mereka lahir dari pengalaman, bukan sekadar karena membutuhkan musuh.

Pendalaman karakter juga menjadi peningkatan yang paling kentara. El memperoleh motivasi yang jauh lebih jelas sehingga hubungannya dengan Nobita berkembang natural. Aku nggak hanya melihat mereka bekerja sama, tapi juga memahami mengapa kepercayaan itu perlahan tumbuh.

Perubahan paling menarik terjadi pada Buggy. Dalam film klasik, Buggy lebih banyak sebagai alat yang membantu perjalanan. Di versi remake, berkembang menjadi karakter dengan emosi, pilihan, dan perjalanan batin yang membuatnya jauh lebih mudah disukai. Karena film meluangkan waktu membangun hubungan Buggy dengan kelompok Doraemon, momen-momen penting yang melibatkannya di babak akhir pun jadi jauh lebih menyentuh.

Inilah alasan mengapa remake ini berhasil. Penyempurnaan dilakukan bukan untuk mengubah cerita, melainkan memperkuat fondasi yang sejak awal sebenarnya sudah sangat menarik.

Visual modern memang menjadi daya tarik utama. Dunia bawah laut tampil begitu hidup dengan pencahayaan yang memukau, terumbu karang yang cantik dan berwarna-warni, hingga arsitektur kerajaan Mu yang megah. Namun, keindahan gambar hanya menjadi pelengkap karena daya pikat utama sebenarnya tetap berada pada naskah yang jauh lebih matang.

Yang patut diapresiasi, film ini juga nggak terjebak nostalgia. Banyak remake gagal karena terlalu sibuk mengulang adegan ikonis tanpa memberikan alasan mengapa kisah itu layak diceritakan kembali. Film Doraemon: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil membuktikan, menghormati karya asli bukan berarti menolak perubahan. Menghormati karya lama kadang berarti berani memperbaiki bagian yang dulu memang belum sempurna.

Pendekatan seperti ini membuat remake-nya punya tujuan. Penonton lama tetap bisa menikmati nostalgia, sementara generasi baru mendapatkan pengalaman yang lebih utuh tanpa harus memahami versi 1983 terlebih dahulu.

Bagiku, Film Doraemon: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil nggak cuma pembaruan visual untuk menarik penonton muda. Film ini jadi contoh, remake dapat menjadi kesempatan untuk menyempurnakan cerita, memperdalam karakter, dan memperkuat emosi tanpa kehilangan jiwa karya aslinya.

Di tengah tren industri yang semakin gemar mendaur ulang film-film lama, Doraemon ibarat lagi nyentil ke sineas. Iya. Remake terbaik bukan yang paling mirip dengan versi original, melainkan yang memahami apa yang membuat karya lama dicintai, lalu berani menjadikannya lebih baik. Itulah alasan film ini layak dikenang, bukan hanya sebagai remake yang indah dipandang, tapi juga salah satu penyempurnaan paling berhasil dalam sejarah panjang petualangan Doraemon.

Keren banget, deh. Mumpung masih tayang di bioskop, yuk nonton! 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda