Ulasan

Review Film Above and Below: Liburan Jadi Perang untuk Merebut Kendali

Review Film Above and Below: Liburan Jadi Perang untuk Merebut Kendali
Poster Film Above and Bellow (IMDb)

Liburan seharusnya menjadi momen ketika seseorang merasa punya kendali penuh atas waktunya sendiri. Mau pergi ke mana, melakukan apa, bahkan mau seberapa jauh mencari pengalaman baru, semua adalah pilihan pribadi. Namun, Film Above and Below mengambil gagasan tersebut, tapi membalikkannya menjadi mimpi buruk di tengah laut.

Film thriller aksi ini disutradarai Jesse V. Johnson dengan skenario Anthony Steven Giordano. Produksinya melibatkan Capstone Pictures, AF Films, dan Aura Entertainment. Antonio Banderas dan Laura Marano didapuk jadi pemeran utama, termasuk Christina Ochoa. Pemeran lainnya antara lain Louis Mandylor, Timothy V. Murphy, Diego Llinás, Jess Liaudin, Mario Tardón, Ryan Bertroche, Ramiro Alonso, dan Donncha Tynan.

Durasi filmnya mencapai ±96 menit dengan klasifikasi Dewasa 17 Tahun, dan sudah rilis di bioskop Indonesia sejak 4 September 2026.

Ceritanya tertuju pada Tatiana (Laura Marano), sahabatnya Kayle (Christina Ochoa), saudara laki-lakinya Kyle (Diego Llinás), serta beberapa teman mereka yang sedang menikmati liburan di Meksiko. Mereka ingin berpesta, bersenang-senang, dan menghabiskan waktu bersama sebelum kehidupan masing-masing membawa mereka ke arah berbeda.

Masalah bermula ketika Kyle mengikuti permainan poker melawan Burns (Antonio Banderas), pria kaya yang ternyata memiliki hubungan dengan dunia kriminal. Kyle kalah besar. Sebagai semacam tawaran penghiburan, Burns memberikan kesempatan kepada Kyle dan teman-temannya untuk mengikuti perjalanan menggunakan kapal mewah sekaligus menikmati pengalaman menyelam bersama hiu dari dalam kandang. Tawaran itu terdengar seperti bonus liburan yang sulit dilewatkan.

Keesokan harinya, mereka naik kapal dan mulai menikmati perjalanan. Situasi berubah ketika dua pria mencurigakan, Martin (Louis Mandylor) dan Garrison (Jess Liaudin), ikut berada di kapal sambil membawa sejumlah tas. Ketika salah satu anggota rombongan tanpa sengaja membuka salah satu tas tersebut, mereka menemukan narkoba. Penemuan itu memicu kekerasan, kematian, dan kekacauan.

Sementara Tatiana dan Kayle sedang berada di dalam kandang hiu di bawah permukaan laut, masalah di atas kapal semakin membesar. Barang-barang narkoba akhirnya jatuh ke laut dan berada di kawasan yang dipenuhi hiu. Burns kemudian datang untuk mengambil kembali barang itu. Tatiana dan Kayle pun berada dalam posisi yang nyaris mustahil: mereka terjebak di bawah laut dengan persediaan oksigen terbatas, sementara para kriminal menguasai kapal di permukaan.

Seru banget, Sobat Yoursay!

Film Ini pada Dasarnya Bercerita tentang Kehilangan Kendali

Awalnya, semua keputusan berada di tangan para karakter. Mereka memilih pergi berlibur; menerima tawaran perjalanan; naik kapal. Mereka bahkan memilih masuk ke kandang hiu karena menganggap strukturnya dapat memberikan perlindungan.

Lalu satu demi satu pilihan itu dirampas. Begitu berada di dalam laut, Tatiana dan Kayle bahkan kehilangan kendali atas hal paling mendasar: kapan mereka bisa kembali ke permukaan. Mereka bergantung pada orang-orang di atas kapal, sementara oksigen terus berkurang dan hiu bergerak bebas di sekitar mereka.

Situasinya menjadi semakin menarik karena ancaman datang dari dua arah. Di atas permukaan laut, ada manusia yang merasa memiliki kekuasaan. Burns mengendalikan kapal, senjata, orang-orangnya, bahkan menentukan apa yang harus dilakukan Tatiana dan Kayle. Di bawah permukaan, ada alam yang sama sekali nggak bisa diajak bernegosiasi. Hiu nggak peduli dengan uang, ancaman, atau posisi sosial siapa pun.

Kondisi itu membuat judul Above and Below jadi lebih bermakna. ‘Above’ menjadi ruang kekuasaan manusia, sementara ‘below’ menjadi ruang ketika kekuasaan tersebut mulai kehilangan arti.

Aku juga suka bahwa Tatiana perlahan bertahan hidup bukan karena tiba-tiba berubah menjadi jagoan. Dia bertahan karena mampu beradaptasi ketika kendali atas situasinya semakin mengecil. Setiap keputusan harus dibuat berdasarkan keadaan yang terus berubah.

Di titik ini, film kayak cerita tentang manusia yang dipaksa belajar bahwa kendali sebenarnya sangat rapuh.

Begitulah. Kita sering merasa aman karena menganggap semua pilihan berada di tangan sendiri. Kita memilih tujuan, kendaraan, aktivitas, bahkan orang yang dipercaya. Film Above and Below menunjukkan betapa cepat semuanya bisa berubah ketika satu keputusan membawa kita masuk ke situasi yang sudah nggak bisa dikendalikan.

Kelemahannya, film ini butuh waktu cukup panjang sebelum ketegangannya terasa. Beberapa bagian di atas kapal juga kurang kuat dibandingkan adegan bawah laut. Yang jelas, momentum film sempat tersendat sebelum konflik utamanya berkembang.

Meski begitu, konsep kehilangan kendali membuat Film Above and Below punya sesuatu yang lebih untuk dibicarakan ketimbang sebatas pertarungan manusia melawan hiu. Maka dari itu, Sobat Yoursay jangan ragu ke bioskop buat nonton film ini ya. Selamat menonton. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda