Ulasan

Review Buku Navigating Night, Kisah Hangat Keluarga Imigran

Review Buku Navigating Night, Kisah Hangat Keluarga Imigran
Buku Navigating Night (goodreads.com)

Review buku Navigating Night karya Julie Leung ini menghadirkan kisah sederhana, tetapi menyimpan emosi yang cukup dalam.

Dengan latar perjalanan malam saat mengantarkan makanan dari restoran keluarga, buku bergambar ini mengajak pembaca melihat hubungan antara seorang anak dan ayahnya dari sudut pandang yang sangat manusiawi.

Setiap malam, seorang gadis harus menemani ayahnya mengantarkan makanan dari restoran Cina kecil milik keluarga mereka.

Karena kemampuan bahasa Inggris sang ayah tidak sebaik dirinya, gadis itu membantu membaca peta, memberikan petunjuk arah, dan menerjemahkan berbagai hal dalam bahasa Kanton.

Namun, ia sebenarnya tidak menyukai pekerjaan tersebut.

Ia tidak suka harus membawa kotak-kotak makanan yang berminyak ke rumah pelanggan. Ia tidak suka merasa berbeda dari anak-anak lain yang ditemuinya.

Dalam pikirannya, keluarga lain tampak lebih normal. Ia pun berharap bisa menjalani kehidupan seperti anak-anak pada umumnya tanpa harus selalu membantu ayahnya bekerja.

Perasaan tersebut membuat *Navigating Night* terasa begitu dekat dengan pengalaman banyak anak dari keluarga imigran.

Anak-anak sering kali berada di antara dua dunia. Mereka memahami bahasa dan budaya keluarga, tetapi juga tumbuh di lingkungan yang berbeda.

Dalam situasi tertentu, mereka bahkan harus membantu orang tua menerjemahkan, berkomunikasi, atau beradaptasi dengan kehidupan di negara baru.

Menariknya, buku ini tidak menggambarkan perasaan sang gadis sebagai sesuatu yang salah. Ia boleh merasa lelah, malu, bosan, bahkan ingin memiliki kehidupan yang berbeda.

Justru dari situlah kisahnya terasa jujur. Perubahan perasaannya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan perlahan setelah ayahnya menceritakan pengalaman masa lalu.

Sang ayah ternyata pernah datang sendirian ke Amerika Serikat saat masih remaja. Ia harus menemukan jalan di negara yang baru, menghadapi ketidakpastian, dan membangun kehidupan dari awal.

Cerita tentang masa lalu tersebut membuat sang anak mulai melihat ayahnya dengan cara yang berbeda.

Ia mulai memahami bahwa kehidupan Amerika yang selama ini ia jalani juga dibangun dari perjuangan ayahnya.

Salah satu kekuatan terbesar buku ini adalah cara Julie Leung menggambarkan hubungan ayah dan anak tanpa membuatnya terasa berlebihan.

Kedekatan mereka muncul melalui hal-hal sederhana: duduk bersama di dalam mobil, membaca peta, berbicara selama perjalanan, dan saling membantu menemukan arah.

Judul Navigating Night sendiri terasa memiliki makna yang lebih luas. Sang anak membantu ayahnya menemukan jalan di malam hari.

Namun, pada saat yang sama, keduanya juga sedang belajar menavigasi kehidupan, keluarga, identitas, dan masa lalu mereka.

Ilustrasi Angie Kang menjadi pasangan yang sangat tepat untuk cerita ini. Nuansa malam yang hujan, jalanan yang basah, cahaya lampu kendaraan, dan suasana di dalam mobil menciptakan atmosfer yang tenang sekaligus melankolis.

Ilustrasi dibuat menggunakan berbagai media, termasuk gouache, krayon, pensil warna, dan pastel, sehingga setiap halaman terasa hidup dan memiliki tekstur yang indah.

Perubahan suasana dalam ilustrasi juga membantu memperlihatkan perubahan emosi sang anak. Malam yang awalnya terasa melelahkan dan penuh rasa tidak nyaman perlahan menjadi ruang untuk memahami cerita ayahnya.

Hujan dan kegelapan bukan hanya latar, tetapi turut menjadi bagian dari perjalanan emosional mereka.

Dalam catatan penulis, Julie Leung menjelaskan bahwa kisah ini terinspirasi dari pengalaman nyata bersama keluarganya yang menjalankan restoran Cina dan melakukan pengiriman makanan.

Hal tersebut membuat cerita terasa semakin personal. Navigating Night bukan sekadar kisah tentang seorang anak yang menemani ayahnya bekerja, tetapi juga tentang kenangan, imigrasi, pengorbanan, dan bagaimana anak-anak imigran memahami perjuangan orang tua mereka.

Buku ini mengingatkan saya pada The Interpreter karya Olivia Abtahi karena sama-sama menyoroti pengalaman anak-anak imigran yang membantu keluarga mereka menjalani kehidupan di Amerika.

Keduanya memperlihatkan bahwa anak-anak tersebut sering kali memikul peran yang mungkin tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Secara keseluruhan, Navigating Night adalah picture book yang lembut, hangat, dan penuh makna. Ceritanya cocok untuk anak-anak, tetapi tema tentang keluarga, identitas, imigrasi, dan pengorbanan orang tua juga dapat menyentuh pembaca dewasa.

Dengan teks yang menggugah dan ilustrasi malam yang indah, buku ini mengajak kita memahami bahwa keluarga tidak harus terlihat seperti keluarga lain agar bisa disebut normal.

Terkadang, perjalanan yang awalnya terasa melelahkan justru membantu kita menemukan cerita, pengorbanan, dan kasih sayang yang selama ini belum kita pahami.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda