Ulasan

Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated

Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
Agent Kim Reactivated (Netflix)

"Semua ini kita lakukan demi anak."

Kalimat itu sering kali menjadi alasan di balik berbagai keputusan orang tua. Setiap orang tua memang memiliki cara masing-masing dalam mendidik anak. Begitu pula dengan cara mereka menunjukkan kasih sayang. Ada yang percaya bahwa mencintai anak berarti membimbingnya menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Namun, ada pula yang menganggap mencintai anak berarti selalu membela dan melindunginya dari segala konsekuensi.

Perbedaan cara mencintai anak inilah yang saya temukan dalam drama Agent Kim Reactivated. Drama ini menghadirkan dua sosok ayah yang sama-sama rela melakukan apa pun demi anaknya, tetapi memilih jalan yang sangat berbeda dalam mewujudkan kasih sayang tersebut.

Dua sosok ayah itu adalah Kim Do-hyeon atau Manajer Kim, ayah dari Kim Min-ji yang menjadi tokoh utama dalam drama, serta Joo Gang-chan, CEO perusahaan konstruksi yang merupakan ayah dari Joo Hye-ri. Dari pertemuan kedua keluarga inilah, kita diajak melihat bagaimana perbedaan cara mereka mencintai anak membawa konsekuensi yang sangat berbeda.

Manajer Kim: Melindungi Anak Tanpa Membenarkan Kesalahan

Manajer Kim yang dikenal sebagai pegawai bank sebenarnya memiliki identitas lain yang disembunyikan. Di masa lalu, ia merupakan agen elit dari Korea Utara. Namun, setelah memutuskan untuk menjalani hidup normal, ia memilih merahasiakan hal itu dari siapa pun, termasuk putrinya sendiri. Keputusan Manajer Kim menyembunyikan identitasnya membuat Min-ji tumbuh seperti remaja pada umumnya. Ia tidak pernah memanfaatkan status atau kemampuan ayahnya untuk merasa lebih unggul dibanding orang lain. Meskipun membesarkan Min-ji seorang diri, Manajer Kim tetap berusaha menjadi sosok ayah yang hadir, melindungi, sekaligus mengajarkan keberanian kepada putrinya.

Kemudian saat Min-ji berada dalam bahaya, Manajer Kim baru menunjukkan taringnya. Ia mengeluarkan kemampuannya sebagai agen elit dan rela mengorbankan apapun demi membawa Min-ji kembali ke pelukannya. Keputusan itu memang berujung konflik dua negara. Namun, bagi Manajer Kim, keselamatan putrinya tetap menjadi prioritas utama.

Keberhasilan pola asuh Manajer Kim terlihat ketika Min-ji disekap. Sebagai remaja, sangat wajar jika ia merasa takut saat berada di situasi seperti itu. Namun, alih-alih hanya menangis dan merengek, Min-ji berusaha menghadapinya dengan tenang sembari terus mencoba mencari jalan keluar. Rasa takut tidak membuatnya berhenti berpikir. Dan di situlah kita diperlihatkan bahwa salah satu bentuk keberanian adalah tetap berusaha bertindak meski berada di tengah rasa takut.

Joo Gang-chan: Ketika Kasih Sayang Berubah Menjadi Pembenaran

Sosok ayah yang kedua adalah Joo Gang-chan. Sama seperti Manajer Kim, ia pun sangat mencintai putrinya, Joo Hye-ri. Hanya saja dia menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang jauh berbeda.

Sebagai CEO, Joo Gang-chan memiliki power yang cukup kuat. Uang, kekuasaan, koneksi, semua seolah berada dalam genggaman tangannya. Sayangnya, ia menggunakan semua itu untuk melindungi anaknya dengan membenarkan setiap kesalahan yang dilakukan Hye-ri.

Setiap kali Hye-ri melakukan kesalahan, Joo Gang-chan selalu memanfaatkan kekuasaan yang dia miliki untuk menutupi kesalahan tersebut. Dia selalu membela Hye-ri dan tak pernah mengatakan jika perbuatan anaknya salah. Tidak ada konsekuensi atau hukuman yang diberikan agar anaknya belajar bertanggungjawab. Di mata Joo Gang-chan, itulah bentuk kasih sayang. Ia ingin memastikan putrinya tidak pernah merasakan konsekuensi dari kesalahannya.

Akan tetapi, pola asuh seperti yang dilakukan Joo Gang-chan sebenarnya malah berdampak buruk pada anak. Dan di drama ini, kita diperlihatkan sosok Hye-ri yang tumbuh sebagai anak yang merasa dirinya selalu benar. Saat melakukan kesalahan, ia tidak merasa bersalah dan merasa bisa bersembunyi di balik punggung ayahnya. Seperti sang ayah, ia juga menganggap jika semua hal bisa diselesaikan dengan uang dan kekuasaan.

Persoalan semacam ini sebenarnya juga terjadi di dunia nyata. Kita sering melihat orang tua yang langsung membela anaknya saat melakukan kesalahan dan malah menyalahkan orang lain atau mencari jalan pintas agar sang anak terhindar dari konsekuensi. Sebetulnya tidak ada yang salah dengan niat orang tua yang ingin melindungi anaknya. Namun, cara seperti ini tanpa disadari malah menghambat proses anak belajar tentang tanggung jawab. 

Dari dua pola asuh yang ditunjukkan oleh Manajer Kim maupun Joo Gang-chan di drama Agent Kim Reactivated, saya semakin menyadari bahwa bentuk kasih sayang orang tua terhadap anak tidak cukup dengan memberikan perlindungan. Mereka juga perlu mengajarkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Bagaimanapun, orang tua tidak bisa selamanya berada di sisi anak. Ketika saat itu tiba, tidak ada lagi kekuasaan, uang, atau perlindungan orang tua. Yang membantu anak-anak bertahan dan mampu menghadapi dunia hanyalah karakter serta nilai-nilai yang telah ditanamkan sejak kecil.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda