Ulasan

The Chosen in the Wild with Bear Grylls: Refleksi Kehidupan di Alam Bebas

The Chosen in the Wild with Bear Grylls: Refleksi Kehidupan di Alam Bebas
Poster serial The Chosen in the Wild with Bear Grylls (IMDb)

The Chosen in the Wild with Bear Grylls merupakan serial petualangan dokumenter berdurasi enam episode yang menggabungkan elemen survival dengan refleksi iman secara tulus. Serial ini diproduksi sebagai spin-off dari drama historis The Chosen dan tayang perdana pada 9 Agustus 2026 di Prime Video, dengan seluruh episode tersedia sekaligus.

Jejak Keberanian di Alam Liar Utah

Salah satu adegan di serial The Chosen in the Wild with Bear Grylls (IMDb)
Salah satu adegan di serial The Chosen in the Wild with Bear Grylls (IMDb)

Bear Grylls, petualang dan tokoh bertahan hidup yang juga terbuka mengenai keyakinan Kristennya, membawa satu per satu anggota cast serta pencipta serial Dallas Jenkins ke wilayah liar Amerika Serikat. Lokasi yang dilalui meliputi Castle Valley dan Canyonlands di Utah, Great Basin Desert, Colorado River, Ausable River, serta Adirondack Forest. Setiap episode menampilkan tantangan fisik seperti terjun payung dari helikopter, rappelling tebing, zipline lintas jurang, serta konsumsi makanan survival yang tidak biasa, sambil membuka ruang percakapan mendalam tentang iman, kerentanan, dan perjalanan pribadi para peserta.

Formatnya mengikuti pola Running Wild with Bear Grylls, namun dengan penekanan yang lebih kuat pada dimensi spiritual. Grylls tidak sekadar menguji ketahanan fisik; ia menciptakan kondisi yang mendorong kejujuran emosional. Hasilnya adalah serial yang lebih tenang, reflektif, dan penuh kehangatan dibandingkan banyak program survival lain. Kalau menurutku sih, serial ini terasa autentik, menghindari drama berlebihan, serta menampilkan sisi gentleness dan rasa percaya di antara pria-pria yang percaya diri.

Review Serial The Chosen in the Wild with Bear Grylls

Salah satu adegan di serial The Chosen in the Wild with Bear Grylls (IMDb)
Salah satu adegan di serial The Chosen in the Wild with Bear Grylls (IMDb)

Episode pertama menampilkan Luke Dimyan (Judas Iscariot). Ia mengakui keterbatasan keterampilan survivalnya, tapi tetap bersedia melakukan skydiving. Percakapan tentang latar belakang Coptic Egyptian-nya dan dukungan orang tua setelah awalnya ragu terhadap karier aktingnya terasa hangat dan menyentuh. Episode-episode berikutnya menampilkan Paras Patel (Matthew), Noah James (Andrew), Elizabeth Tabish (Mary Magdalene), Dallas Jenkins, dan Jonathan Roumie (Yesus).

The Chosen tersedia di Prime Video secara global. Disarankan agar penonton di Indonesia memeriksa langsung aplikasi atau situs Prime Video setempat, karena ketersediaan konten dapat berbeda antar wilayah dan dapat berubah seiring waktu.

Salah satu adegan paling menyentuh terjadi dalam episode Elizabeth Tabish. Ia berbicara secara terbuka mengenai masa sebelum bergabung dengan The Chosen, ketika ia merasa putus asa, mengalami rasa sakit kronis akibat kecelakaan, serta menggunakan alkohol sebagai pelarian. Ia menceritakan hari-hari di mana ia tidak mampu bangun dari tempat tidur dan rasa keputusasaan yang mendalam. Momen tersebut terasa sangat manusiawi karena bersinggungan dengan perjalanan karakternya sebagai Maria Magdalena yang mengalami pemulihan. Keterbukaan tersebut, disampaikan di tengah tantangan alam, memberikan bobot emosional yang kuat dan menyentuh banyak penonton.

Adegan paling emosional secara keseluruhan terdapat dalam episode Jonathan Roumie. Grylls sendiri menyebut episode ini sebagai salah satu yang paling berkesan sepanjang kariernya. Di tengah perjalanan di Adirondacks, termasuk setelah rappelling dan menghadapi tantangan fisik berat, Roumie berbicara dengan kejujuran mendalam mengenai beban memerankan Yesus. Ia mengakui bahwa peran tersebut memengaruhi pikiran dan hatinya secara mendalam, karena ia sadar sepenuhnya bahwa dirinya bukan sosok yang diperankannya.

Percakapan seputar api unggun mengenai kemanusiaan Yesus, kerapuhan pribadi, serta rasa tanggung jawab yang ditanggungnya berlangsung dengan intensitas yang terasa nyata. Grylls menggambarkan adanya presence yang sulit dijelaskan, dan keduanya merasakan momen tersebut sebagai sesuatu yang istimewa. Kejujuran Roumie, dikombinasikan dengan latar alam yang memaksa kerentanan, menciptakan puncak emosional serial ini.

Serial ini berhasil karena tidak memaksakan pesan. Tantangan fisik menjadi katalis bagi percakapan yang autentik tentang iman, kegagalan, penerimaan, dan pertumbuhan. Pemandangan alam yang spektakuler memperkuat suasana kontemplatif. Bagi penggemar The Chosen, serial ini memberikan kesempatan melihat wajah-wajah di balik karakter favorit mereka sebagai individu biasa yang bergulat dengan keraguan, rasa takut, dan rasa syukur. Bagi penonton umum, ia menawarkan perpaduan petualangan dan refleksi yang menenangkan serta menginspirasi.

Overall, The Chosen in the Wild with Bear Grylls merupakan karya yang menghormati baik tradisi survival Grylls maupun spirit The Chosen. Ia tidak mengejar sensasi semata, melainkan mengundang penonton untuk merenungkan makna ketahanan—baik fisik maupun spiritual—di tengah ketidakpastian. Dengan durasi sekitar 45 menit per episode, serial ini layak ditonton secara lengkap bagi mereka yang mencari konten yang menghibur sekaligus memberi ruang untuk introspeksi. Rating pribadi: 7/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda