Ulasan
Juhoon Stoic Bukan Cerita Rakyat, Kini Rekomendasikan Buku Karya Seneca
Juhoon CORTIS lagi-lagi berhasil ‘meracuni’ para penggemarnya untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari rutinitas harian. Ia memang dikenal sebagai salah satu idol yang cukup sering membagikan rekomendasi buku bacaan kepada para penggemar.
Terbaru, Juhoon membagikan cerita di siaran langsung Weverse (salah satu aplikasi live yang digunakan idol untuk berinteraksi dengan para penggemar) bahwa dirinya tengah mengalami burnout dan stres.
Salah satu cara yang ia lakukan untuk mengatasi hal itu adalah dengan membaca buku. Juhoon mengungkapkan bahwa membaca buku tentang kehidupan bisa membantu menenangkan kehidupannya.
Pada kesempatan tersebut, Juhoon juga sempat ‘spill’ salah satu buku yang sedang ia baca, yakni ‘Life Is Not Short’ karya Seneca. Buku ini membahas tentang bagaimana cara kita menghargai waktu dan menjalani hidup.
Banyak penggemar yang memberikan reaksi positif terhadap buku rekomendasi Juhoon ini. Tidak sedikit pula yang berkomentar bahwa ‘Juhoon stoic’ memang benar-benar ada alias bukan candaan belaka.
Julukan ini pertama kali dicetuskan oleh COER (sapaan untuk penggemar CORTIS) karena Juhoon dikenal selalu tampil tenang dan savage. Pembawaannya yang santai, kalem, dan tenang di tengah member CORTIS lain yang cukup sering menampilkan kepribadian chaotic membuatnya mendapat julukan ini.
Ditambah sekarang Juhoon ternyata juga suka membaca buku dengan genre self-improvement yang berkaitan dengan filsafat stoikisme.
Terdengar menarik, bukan? Buku ini juga sudah tersedia dalam versi terjemahan bahasa Indonesia berjudul ‘Tentang Hidup yang Singkat’ terbitan penerbit Basabasi. Penasaran insight menarik apa saja yang ditawarkan buku ini?
Seneca: Filsuf Romawi kuno, salah satu tokoh utama Stoik

Seneca merupakan seorang filsuf yang hidup pada zaman Romawi kuno. Ia juga berperan sebagai negarawan dan dramawan yang namanya cukup dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam aliran stoikisme.
Pemilik nama lengkap Lucius Annaeus Seneca ini hidup sekitar abad 4-65 SM. Ia pernah menjadi penasihat kaisar dan guru bagi Kaisar Romawi yang terkenal kejam, Nero.
Seneca berperan penting dalam mempopulerkan aliran filsafat stoikosme. Ia berfokus pada filsafat praktis tentang bagaimana manusia dapat hidup tenang, mengendalikan emosi negatif, serta berani menghadapi kematian.
Sekilas Tentang Buku Tentang Hidup yang Singkat

Buku yang berisi esai klasik karya Seneca ini memiliki judul asli De Brevitate Vitae (On the Shortness of Life). Isi buku ini sebenarnya berbentuk surat atau esai panjang yang ditujukan kepada seorang pria bernama Paulinus.
Seneca menuangkan kritiknya tentang fenomena manusia yang sering mengeluh bahwa waktu yang mereka miliki terlalu sedikit dan singkat. Padahal menurut Seneca, nyatanya manusia itu sendiri yang menghabiskan waktu untuk kecemasan, serta kerap menunda-nunda kebahagiaan mereka hingga usia senja.
Beberapa poin utama buah pemikiran Seneca antara lain:
Kita telah diberikan waktu yang cukup
Sesungguhnya manusia tidak kekurangan waktu. Waktu yang diberikan kepada kita sudah cukup panjang untuk melakukan banyak hal besar jika kita bisa mengelolanya dengan bijak.
Penyebab waktu habis
Banyak orang yang tidak sadar sudah menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak penting, seperti mengejar kekayaan berlebihan, kesibukan palsu, hingga ambisi kosong.
Kebiasaan menunda-nunda
Manusia juga sering luput memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan membiasakan menunda. Bahkan menurut Seneca, manusia juga sering menunda hidup untuk benar-benar hadir di masa kini karena terlalu cemas akan masa depan atau bahkan terlalu terpaku ke masa lalu.
Pentingnya menjaga waktu
Disadari atau tidak, waktu adalah aset yang paling berharga yang tidak akan bisa dikembalikan. Sayangnya, masih banyak manusia yang ceroboh dalam memanfaatkannya sebaik mungkin.