Ulasan

Review Sore: Istri dari Masa Depan, Cinta, Pilihan, dan Kesempatan Kedua

Review Sore: Istri dari Masa Depan, Cinta, Pilihan, dan Kesempatan Kedua
Sore: Istri dari Masa Depan (IMDb)

Sore: Istri dari Masa Depan merupakan film Indonesia bergenre romansa dan fiksi ilmiah yang menghadirkan kisah cinta dengan sentuhan perjalanan waktu. Disutradarai oleh Yandy Laurens dan diangkat dari web series dengan judul yang sama, film yang dirilis pada 2025 ini kembali menghadirkan Dion Wiyoko sebagai Jonathan. Sementara itu, karakter Sore diperankan oleh Sheila Dara Aisha, menggantikan Tika Bravani yang sebelumnya membawakan tokoh tersebut dalam versi serial. Kini, film ini dapat disaksikan melalui Netflix.

Pertemuan Aneh Jonathan dan Sore

Sore: Istri dari Masa Depan (IMDb)
Sore: Istri dari Masa Depan (IMDb)

Cerita dimulai ketika Jonathan menjalani kehidupannya seperti biasa hingga suatu hari ia menemukan seorang perempuan asing di kamar tidurnya. Perempuan tersebut memperkenalkan diri sebagai Sore dan membuat pengakuan yang sulit dipercaya, bahwa dirinya adalah istri Jonathan dari masa depan. Kedatangannya bukan sekadar untuk bertemu, tetapi membawa misi penting, yaitu mencegah Jonathan mengalami kematian karena serangan jantung.

Sore kemudian berusaha membuat Jonathan meninggalkan kebiasaan yang membahayakan kesehatannya. Ia meminta Jonathan mengurangi bahkan menghentikan rokok, membatasi konsumsi alkohol, serta memperbaiki waktu istirahat. Jonathan tentu tidak serta-merta menerima semua nasihat tersebut. Adaptasi film terasa lebih bertahap karena Jonathan masih berusaha mempertahankan kebiasaan lamanya, termasuk diam-diam merokok agar tidak diketahui Sore.

Salah satu daya tarik utama film ini terletak pada penggunaan konsep pengulangan waktu. Sore berkali-kali mengalami kondisi aneh, seperti mimisan hingga kehilangan kesadaran, sebelum kembali terbangun pada pagi yang sama. Siklus tersebut membuatnya terus mendapatkan kesempatan untuk mencoba mengarahkan Jonathan menuju kehidupan yang lebih sehat.

Namun, semakin lama Sore menyadari bahwa manusia tidak dapat benar-benar berubah hanya karena diperintah atau diawasi orang lain. Keputusan untuk meninggalkan kebiasaan buruk harus lahir dari keinginan pribadi. Dari sinilah konflik film berkembang menjadi lebih emosional. Perjalanan Sore bukan hanya tentang menyelamatkan seseorang dari kematian, tetapi juga memahami batas antara mencintai, membantu, dan memaksakan kehendak.

Setelah rangkaian pengulangan waktu berakhir, Jonathan melanjutkan hidupnya dengan pilihan yang berbeda. Ia tinggal di luar negeri, termasuk menjalani kehidupan di Kroasia, sembari mempertahankan kebiasaan yang lebih sehat. Meski hubungan mereka seolah telah berakhir, cerita tidak sepenuhnya memutuskan benang merah antara Jonathan dan Sore.

Kecintaan Jonathan terhadap fotografi justru menjadi jalan yang mempertemukan mereka dalam realitas lain. Pada sebuah pameran foto, keduanya bertemu dan berjabat tangan. Pertemuan sederhana tersebut memicu kilasan ingatan mengenai berbagai kemungkinan kehidupan yang pernah mereka lalui. Tanpa perlu banyak penjelasan, Jonathan dan Sore seakan memahami bahwa ada hubungan yang tetap mengikat mereka di tengah perubahan realitas.

Pelajaran tentang Kesehatan dan Cinta

Sore: Istri dari Masa Depan (IMDb)
Sore: Istri dari Masa Depan (IMDb)

Sebelum menyaksikan versi filmnya, saya sudah lebih dahulu mengikuti Sore: Istri dari Masa Depan dalam bentuk web series di YouTube. Karena sudah memiliki kenangan terhadap versi tersebut, saya sempat menahan diri ketika filmnya tayang di bioskop. Saya khawatir adaptasi layar lebarnya justru membuat saya kecewa, terutama karena karakter Sore kini dimainkan oleh aktris yang berbeda.

Namun, setelah film tersebut hadir di Netflix dan akhirnya saya tonton, kekhawatiran itu ternyata tidak terbukti. Versi yang digarap Yandy Laurens tetap mempunyai daya tarik tersendiri. Saya justru menikmati chemistry antara Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha. Pada awalnya memang terasa asing melihat Sore diperankan oleh orang berbeda, tetapi perlahan saya bisa menerima interpretasi Sheila dan terbawa ke dalam perjalanan hubungan Jonathan dan Sore.

Salah satu bagian yang paling saya sukai adalah ketika Sore akhirnya berhenti berusaha menyelamatkan Jonathan dari masa lalu. Setelah begitu lama berjuang mengubah kehidupannya, ia memilih membiarkan Jonathan menjalani takdirnya sendiri. Kehidupan mereka kemudian terus berjalan, tetapi ada sensasi kehilangan yang sulit dijelaskan. Bagi saya, bagian tersebut terasa sederhana sekaligus menyakitkan karena memperlihatkan bahwa mencintai seseorang terkadang berarti menerima bahwa kita tidak selalu dapat menentukan jalan hidupnya.

Film ini juga meninggalkan pemikiran mengenai bagaimana keputusan kecil pada hari ini dapat memberikan dampak besar pada masa depan. Kebiasaan merokok, pola makan yang buruk, kurang tidur, dan tekanan hidup mungkin terlihat sepele ketika dilakukan berulang kali, tetapi semuanya dapat membawa konsekuensi serius.

Sore: Istri dari Masa Depan mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak seharusnya menunggu sampai tubuh memberikan peringatan. Tanggung jawab terhadap diri sendiri mencakup kesehatan fisik sekaligus mental. Di sisi lain, hubungan Jonathan dan Sore menunjukkan bahwa cinta membutuhkan kerja sama. Pasangan dapat saling mengingatkan, memberi dukungan, dan mendorong satu sama lain menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi perubahan yang bertahan lama tetap harus berasal dari kesadaran diri.

Pada akhirnya, film ini menyampaikan bahwa masa lalu memang tidak dapat diulang sesuka hati, tetapi kehidupan hari ini masih memberi kesempatan untuk mengambil keputusan yang berbeda. Setiap tindakan sadar dapat menjadi langkah menuju masa depan yang lebih baik.

Secara keseluruhan, Sore: Istri dari Masa Depan berhasil menjadi film romantis yang tidak hanya berbicara tentang hubungan dua manusia, tetapi juga kesehatan, pilihan hidup, pengorbanan, dan konsekuensi dari kebiasaan sehari-hari. Perpaduan romansa dengan konsep time loop membuat kisahnya terasa emosional tanpa kehilangan unsur fantasi ilmiahnya.

Bagi saya, film ini layak mendapat 7,5/10. Meski saya sempat ragu karena sudah mengenal versi web series dan adanya pergantian pemeran Sore, film ini pada akhirnya mampu menawarkan pengalaman yang tetap hangat dan menyentuh.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda