Ulasan

A Note to Remember: Seni Mengejar Mimpi Meski Takut dan Ragu!

A Note to Remember: Seni Mengejar Mimpi Meski Takut dan Ragu!
A Note to Remember (Dok.Pribadi/Oktavia)

Semua orang pasti punya impian. Ada yang ingin sukses dalam pekerjaan, punya bisnis sendiri, melanjutkan pendidikan, membahagiakan orang tua, atau sekadar menjalani hidup yang lebih tenang. Namun, punya mimpi dan mewujudkannya adalah dua hal yang berbeda.

Dalam A Note to Remember, Wirda Mansur mengajak pembaca melihat kembali hubungan antara impian, usaha, kegagalan, dan doa. Buku ini hanya setebal 120 halaman, tetapi membawa pesan yang cukup menampar kesadaran. Mimpi tidak akan menjadi nyata jika hanya disimpan dalam kepala. Ada perbedaan besar antara orang yang sekadar punya impian dan orang yang berani memperjuangkannya.

Isi Buku

Kadang kita terlalu sibuk membuat daftar keinginan tanpa benar-benar mulai bergerak. Ingin sukses, tetapi takut gagal. Ingin memulai bisnis, tetapi takut rugi. Ingin mengejar cita-cita, tetapi terlalu banyak memikirkan kemungkinan buruk.

Padahal, menurut gagasan yang dibawa buku ini, usaha adalah bagian penting dari perjalanan menuju impian. Mimpi tanpa usaha hanya akan menjadi angan-angan. Sebaliknya, usaha membuat sebuah keinginan memiliki peluang untuk benar-benar menjadi kenyataan. Tentu saja, usaha bukan jaminan bahwa semuanya langsung berhasil. Justru di sinilah pembahasan mengenai kegagalan menjadi penting.

Kegagalan sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang tidak mampu. Ketika bisnis bangkrut, lamaran pekerjaan ditolak, nilai tidak sesuai harapan, atau rencana berantakan, kita mudah berpikir bahwa perjalanan harus berhenti.

Gagal bukan berarti tidak ada harapan. Gagal bukan berarti masa depan selesai. Kegagalan justru bisa menjadi bagian dari proses belajar. Seseorang menjadi tahu apa yang tidak berhasil, apa yang harus diperbaiki, dan bagaimana mengambil langkah berikutnya dengan lebih matang.

Ibarat pekerjaan apa pun, risiko selalu ada. Orang yang bekerja di lapangan bisa mengalami kecelakaan. Pedagang bisa mengalami kerugian. Pengusaha bisa menghadapi kegagalan. Bahkan pekerjaan yang terlihat aman sekalipun tetap memiliki tantangan.

Jadi, kegagalan sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Yang menjadi masalah adalah ketika kegagalan membuat kita menyerah sebelum mencoba lagi. Ada satu kebiasaan yang sering membuat manusia tidak bergerak. Terlalu banyak berpikir tentang hasil sebelum melakukan langkah pertama.

Kita ingin semuanya sempurna. Ingin punya modal cukup, kemampuan lengkap, rencana tanpa celah, bahkan kepastian bahwa kita tidak akan gagal. Sayangnya, kepastian seperti itu hampir tidak pernah ada.

Karena itu, keberanian untuk memulai menjadi penting. Tidak harus langsung besar. Langkah kecil pun tetap merupakan langkah. Menulis satu halaman, mengirim satu lamaran, membuka usaha kecil-kecilan, belajar keterampilan baru, atau mulai menabung untuk tujuan tertentu mungkin terlihat sederhana. Namun, sesuatu yang besar sering kali memang dimulai dari tindakan yang sangat kecil.

Kelebihan dan Kekurangan

Hal lain yang menjadi warna kuat dalam A Note to Remember adalah pentingnya melibatkan Allah dalam setiap keputusan. Sebelum memulai sesuatu, pembaca diajak untuk berdoa, meminta petunjuk, dan memohon agar langkah yang diambil mendapat rida-Nya. Ini bukan berarti manusia cukup berdoa lalu menunggu semuanya terjadi. Justru doa berjalan bersama ikhtiar.

Kita berusaha sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah. Dengan cara tersebut, keberhasilan tidak membuat seseorang lupa diri, sementara kegagalan tidak langsung membuatnya kehilangan harapan. Ada ketenangan tersendiri ketika seseorang menyadari bahwa ia sudah berusaha, berdoa, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.

Pesan Moral

Dengan jumlah halaman yang relatif tipis, A Note to Remember terasa seperti kumpulan pengingat sederhana untuk orang yang sedang mengejar sesuatu dalam hidup. Tidak semua nasihat harus rumit untuk menjadi bermakna. Kadang kita hanya perlu diingatkan kembali bahwa mimpi membutuhkan usaha, kegagalan membutuhkan keberanian untuk bangkit, dan setiap langkah sebaiknya tetap melibatkan Allah.

Jadi, kalau hari ini ada mimpi yang masih tertunda, mungkin belum waktunya membuangnya. Rapikan kembali rencananya, perbaiki cara melangkahnya, berdoa, lalu coba lagi. Karena selama masih ada kemauan untuk berusaha, harapan belum pernah benar-benar habis.

Identitas Buku

  • Judul: A Note to Remember
  • Penulis: Wirda Mansur
  • Penerbit: Sunset Road
  • Tanggal Terbit: 9 Desember 2021
  • Tebal: 120 halaman
  • ISBN: 9786236197479

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda