Ulasan
Ketika Agen FBI Bekerja Sama dengan Mafia dalam Film By Any Means
By Any Means merupakan film drama kriminal yang tayang di Indonesia pada 2 September 2026. Film garapan Elegance Bratton ini dibintangi Yahya Abdul-Mateen II sebagai agen FBI Wayne Strider dan Mark Wahlberg sebagai Gregory Scarpa. Ceritanya mengambil latar Mississippi pada era 1960-an, ketika kekerasan dan diskriminasi terhadap warga kulit hitam masih begitu kuat.
Film ini terinspirasi dari kisah nyata dan mempertemukan dua karakter dengan latar belakang yang sangat berbeda. Wayne merupakan agen FBI muda yang mencoba menjalankan tugas sesuai aturan, sementara Scarpa adalah pembunuh bayaran dari kelompok mafia yang dikenal menggunakan cara-cara brutal untuk mendapatkan informasi.
Perbedaan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan cerita. Ketika penyelidikan Wayne tidak berjalan seperti yang diharapkan, dia harus bekerja sama dengan seseorang yang cara kerjanya justru bertolak belakang dengan prinsip hukum yang selama ini dia pegang.
Sinopsis By Any Means
Wayne Strider ditugaskan ke Mississippi untuk menyelidiki serangkaian pembunuhan yang menargetkan para aktivis kulit hitam. Kasus tersebut terjadi di tengah situasi sosial yang penuh ketegangan, sementara kelompok-kelompok yang terlibat dalam kekerasan rasial juga membuat penyelidikan menjadi semakin sulit.
Berbagai prosedur resmi yang dilakukan Wayne tidak banyak memberikan hasil. Di tengah penyelidikan itu, FBI kemudian mengambil langkah yang tidak biasa dengan meminta bantuan Gregory Scarpa, seorang pembunuh bayaran yang mempunyai hubungan dengan mafia.
Scarpa jelas bukan orang yang biasa bekerja dengan aturan. Dia mengandalkan intimidasi dan kekerasan untuk mendapatkan informasi, sesuatu yang membuat Wayne berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, Wayne ingin menyelesaikan kasus dan menemukan pihak yang bertanggung jawab. Di sisi lain, cara Scarpa dalam menjalankan tugas membuat batas antara penegakan hukum dan kekerasan semakin kabur.
Keduanya akhirnya harus bekerja sama untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik serangkaian pembunuhan tersebut.
Ulasan By Any Means
Hubungan Wayne dan Scarpa menjadi fokus utama dalam By Any Means. Dua karakter ini punya cara kerja yang jauh berbeda. Wayne masih percaya bahwa tugas sebagai agen FBI harus dilakukan sesuai aturan, sedangkan Scarpa tidak terlalu peduli dengan prosedur selama cara yang dia pilih bisa membawa hasil.
Perbedaan itu membuat interaksi keduanya jadi bagian yang enak diikuti. Mereka bukan pasangan yang langsung cocok dan saling percaya. Wayne harus berhadapan dengan cara kerja Scarpa yang keras dan sering melewati batas. Namun, dari perbedaan itulah hubungan mereka perlahan berkembang.
Akting Mark Wahlberg juga keren sebagai Scarpa yang karakternya sulit ditebak. Dia bukan sosok yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Ada sisi tenang dan penuh perhitungan dalam dirinya. Saat berbicara dengan Wayne, Scarpa bisa terlihat santai, tetapi di kesempatan lain dia bisa berubah menjadi orang yang membuat siapa pun di sekitarnya merasa terancam.
Yahya Abdul-Mateen II pun hebat memerankan tokoh Wayne. Karakternya tidak langsung dibuat sebagai agen yang selalu tahu harus melakukan apa. Wayne masih terlihat seperti orang yang sedang belajar menghadapi situasi yang jauh berbeda dari pekerjaannya selama ini. Perbedaan cara kerja dengan Scarpa menjadi bagian penting dari perjalanan karakternya.
Film ini juga tidak hanya menjadikan kasus pembunuhan sebagai tujuan utama. Latar Mississippi pada era 1960-an ikut membentuk suasana cerita. Wayne tidak hanya harus mencari pelaku, tetapi juga bekerja di tengah ketegangan rasial dan perlakuan tidak adil yang masih terjadi pada masa itu.
Situasi tersebut membuat Wayne beberapa kali berada dalam posisi sulit. Dia harus memilih antara mengikuti aturan atau mengambil jalan lain agar penyelidikannya bisa berjalan. Scarpa tentu punya cara sendiri untuk menghadapi situasi seperti ini. Dari sinilah film mulai memperlihatkan perbedaan cara mereka melihat pekerjaan dan batas yang boleh dilewati.
Porsi aksi dalam By Any Means memang tidak terlalu banyak. Ceritanya lebih sering membawa penonton ke proses penyelidikan, percakapan Wayne dan Scarpa, serta kasus yang perlahan mulai terbuka. Jadi, film ini mungkin agak berbeda buat yang terbiasa dengan film kriminal yang dipenuhi adegan aksi.
Meski begitu, porsi aksi yang sedikit justru memberi ruang lebih banyak untuk Wayne dan Scarpa. Aku lebih menikmati ketika keduanya sedang berhadapan atau saling membaca situasi dibanding saat film masuk ke adegan kejar-kejaran. Ada ketegangan tersendiri dari percakapan mereka karena sejak awal sudah terlihat bahwa keduanya punya cara berpikir yang bertolak belakang.
Latar kisah nyata juga membuat cerita ini terasa lebih nyata. Kekerasan dan diskriminasi yang muncul bukan hanya digunakan untuk membuat suasana terlihat serius, tetapi ikut memengaruhi perjalanan Wayne dalam menangani kasusnya. Lingkungan tempat dia bekerja memang membuat penyelidikan menjadi jauh lebih sulit.
By Any Means cocok buat penonton yang suka film kriminal dengan fokus pada karakter, penyelidikan, dan pilihan sulit yang harus diambil. Mark Wahlberg dan Yahya Abdul-Mateen II juga berhasil membawa dua karakter dengan sifat berbeda sehingga hubungan Wayne dan Scarpa menjadi cerita yang paling diingat dari film ini.
Rating pribadi: 8,5/10.