Ulasan
Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian
Punya rumah sendiri mungkin menjadi salah satu impian banyak orang. Namun, bagi mereka yang hidup di kota besar, membeli rumah bukan perkara mudah. Harga rumah terus naik, sementara penghasilan harus dibagi untuk berbagai kebutuhan.
Persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat Almira Bastari dalam novel Home Sweet Loan. Novel ini mengikuti kehidupan Kaluna, seorang perempuan yang sedang berusaha mewujudkan keinginannya untuk memiliki rumah sendiri. Di tengah harga properti yang semakin sulit dijangkau, Kaluna harus berhadapan dengan pekerjaan, keluarga, pertemanan, dan berbagai pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
Isi Buku Home Sweet Loan
Home Sweet Loan bercerita tentang Kaluna, perempuan yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, tetapi kehidupannya masih jauh dari kata bebas secara finansial. Ia tinggal bersama keluarganya dan mulai memikirkan satu hal yang semakin sulit diwujudkan: memiliki rumah sendiri.
Keinginan tersebut membuat Kaluna mulai menghitung banyak hal. Ia harus melihat kemampuan finansial, lokasi rumah, harga properti, sampai kemungkinan cicilan yang harus dibayar selama bertahun-tahun. Rumah yang terlihat bagus belum tentu bisa dibeli, sedangkan rumah yang harganya lebih masuk akal belum tentu berada di lokasi yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam perjalanan mencari rumah, Kaluna tidak sendirian. Ada teman-temannya yang juga memiliki persoalan masing-masing. Kehidupan mereka menunjukkan bahwa memasuki usia dewasa bukan hanya soal memiliki pekerjaan dan mendapatkan penghasilan. Ada banyak keputusan yang harus dibuat, termasuk soal tempat tinggal, keluarga, hubungan dengan orang lain, dan masa depan.
Cerita kemudian berkembang dari persoalan mencari rumah menjadi gambaran kehidupan anak muda yang sedang berusaha menata hidup. Kaluna harus menghadapi berbagai situasi yang membuatnya kembali mempertanyakan apa sebenarnya yang ia butuhkan. Rumah yang awalnya dianggap sebagai tujuan ternyata berkaitan dengan banyak hal lain, termasuk rasa nyaman, keamanan, kebebasan, dan keinginan untuk memiliki kehidupan yang lebih mandiri.
Persoalan keluarga juga ikut mewarnai perjalanan Kaluna. Kehidupan di rumah membuatnya memiliki tanggung jawab dan pertimbangan yang tidak bisa begitu saja ditinggalkan. Karena itu, keputusan untuk membeli rumah bukan hanya persoalan sanggup atau tidak membayar cicilan. Ada banyak hal yang harus dipikirkan sebelum mengambil keputusan besar tersebut.
Melalui kehidupan Kaluna dan teman-temannya, novel ini memperlihatkan bagaimana orang-orang dengan kondisi berbeda berusaha mencari jalan masing-masing. Ada yang mengejar karier, memikirkan hubungan, mengatur keuangan, sampai menentukan seperti apa kehidupan yang ingin dijalani.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu kelebihan Home Sweet Loan adalah ceritanya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keinginan memiliki rumah, menghitung penghasilan, mempertimbangkan cicilan, sampai keinginan memiliki rumah sendiri bisa dengan mudah dipahami karena memang menjadi hal yang dihadapi banyak orang.
Yang juga disukai dari novel ini adalah cara Almira Bastari menggambarkan kehidupan Kaluna juga membuat cerita tidak hanya berpusat pada urusan membeli rumah. Ada persoalan keluarga dan pertemanan yang ikut berkembang sepanjang cerita. Karakter-karakternya pun memiliki masalah dan tujuan masing-masing, sehingga cerita tidak terasa hanya mengikuti satu persoalan.
Kekurangannya, alur novel ini sedikit terlalu santai. Cerita lebih banyak mengikuti keseharian Kaluna dan prosesnya dalam mencari rumah, sehingga konflik besar tidak langsung muncul. Bagi pembaca yang terbiasa dengan cerita yang bergerak cepat, beberapa bagian mungkin terasa sedikit lambat.
Namun, alur yang santai tersebut masih cocok dengan cerita yang dibawa. Proses Kaluna mencari rumah memang membutuhkan banyak pertimbangan dan tidak bisa selesai dalam waktu singkat.
Setelah membaca dari awal sampai akhir, Home Sweet Loan bukan sekadar cerita tentang seseorang yang ingin membeli rumah. Di balik pencarian tempat tinggal, ada cerita tentang bagaimana seseorang berusaha mencapai kehidupan yang diinginkan dengan kemampuan yang dimiliki.
Novel ini juga menunjukkan bahwa memiliki rumah bukan perkara sederhana. Ada uang, pekerjaan, keluarga, kebutuhan, dan masa depan yang semuanya harus dipertimbangkan. Pada akhirnya, setiap orang punya ukuran sendiri tentang seperti apa kehidupan yang ingin dibangun dan rumah seperti apa yang ingin disebut sebagai tempat pulang.
Identitas Buku
- Judul: Home Sweet Loan
- Tema: Kehidupan, keluarga, finansial, dan perjuangan
- Penulis: Almira Bastari
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
- Tahun Terbit: 2022
- Jumlah Halaman: 312 halaman