Ulasan

Review The Gentlemen Season 1: Aksi Kriminal Elegan Penuh Komedi Gelap!

Review The Gentlemen Season 1: Aksi Kriminal Elegan Penuh Komedi Gelap!
Salah satu adegan di serial The Gentlemen Season 1 (IMDb)

The Gentlemen Season 1 (2024) adalah serial black comedy crime drama ciptaan Guy Ritchie yang dirilis secara global di Netflix pada 7 Maret 2024, termasuk di wilayah Indonesia. Semua 8 episode tersedia untuk streaming sejak tanggal tersebut dan tetap dapat ditonton di Netflix Indonesia hingga saat ini, lengkap dengan opsi subtitle dan dubbing bahasa Indonesia.

Serial ini merupakan spin-off dari film The Gentlemen (2019) karya Ritchie, tetapi berdiri sendiri dengan karakter dan cerita baru. Tidak diperlukan pengetahuan tentang film aslinya. Ritchie menciptakan serial ini bersama Matthew Read dan menyutradarai dua episode pembuka. Ceritanya berlatar dunia kriminal Inggris yang penuh gaya, kekerasan, humor gelap, dan dialog tajam khas Ritchie.

Sebuah Konflik Keluarga dan Mafia yang Menegangkan

Salah satu adegan di serial The Gentlemen Season 1 (IMDb)
Salah satu adegan di serial The Gentlemen Season 1 (IMDb)

Kisah berpusat pada Eddie Horniman (Theo James), seorang kapten tentara Inggris yang bertugas di perbatasan Turki-Suriah. Ia dipanggil pulang karena ayahnya, Adipati Halstead, sekarat. Setelah sang ayah meninggal, Eddie secara mengejutkan mewarisi gelar, manor, dan seluruh harta keluarga, mengalahkan kakaknya yang tidak bertanggung jawab, Freddy (Daniel Ings).

Eddie segera menemukan dua masalah besar: Freddy memiliki utang sebesar delapan juta pound kepada pengedar kokain Tommy Dixon, dan tanah keluarga telah lama digunakan sebagai basis operasi ganja ilegal skala besar yang dikelola oleh Bobby Glass (Ray Winstone) dan putrinya, Susie Glass (Kaya Scodelario). Bobby sedang dipenjara, sehingga Susie yang menjalankan bisnis tersebut. Eddie awalnya ingin membersihkan tanah dari aktivitas kriminal, tetapi utang Freddy dan ancaman dari berbagai pihak memaksanya masuk lebih dalam ke dunia bawah tanah.

Sepanjang delapan episode, Eddie dan Susie membentuk aliansi yang penuh ketegangan. Mereka menghadapi saingan seperti Stanley Johnston (Giancarlo Esposito), seorang pengusaha Amerika yang tertarik pada properti dan bisnis ganja; Henry Collins, seorang promoter tinju yang berbahaya; serta kelompok kriminal lainnya. Plot mencakup pencurian barang, masalah distribusi, pertarungan tinju ilegal, pembunuhan, dan manuver bisnis yang rumit. Eddie, yang awalnya seorang perwira disiplin, secara bertahap mengungkapkan sisi gelap dan bakatnya sebagai gentleman kriminal.

Musim ini berakhir dengan Eddie dan Susie menjadi mitra dalam operasi Bobby setelah mengalahkan penawar rival melalui serangkaian strategi yang kejam. Bobby tetap memegang kendali, sementara Eddie bertransformasi dari orang luar menjadi bagian integral dari dunia tersebut.

Review Serial The Gentlemen Season 1

Salah satu adegan di serial The Gentlemen Season 1 (IMDb)
Salah satu adegan di serial The Gentlemen Season 1 (IMDb)

Theo James memberikan penampilan yang tenang, karismatik, dan meyakinkan sebagai Eddie yang bertransisi. Kaya Scodelario memikat sebagai Susie yang cerdas, tegas, dan berlapis. Daniel Ings unggul sebagai Freddy yang kacau dan adiktif, sementara Ray Winstone, Giancarlo Esposito, Vinnie Jones, dan Joely Richardson memperkuat ansambel. Gaya visual Ritchie—editing cepat, slow-motion, dialog yang padat, dan humor gelap—tetap kuat, meskipun serial terasa lebih panjang dan terkadang longgar dibanding filmnya.

Dari data yang kubaca, serial ini mendapat rating kritis. Berada di sekitar 75% di Rotten Tomatoes, dengan pujian untuk hiburan, casting, dan verve, meski beberapa mengkritiknya sebagai versi yang lebih encer dari karya terbaik Ritchie.

Salah satu adegan paling dramatis dan ikonik terjadi di akhir episode 1 dan kelanjutannya di episode 2: di adegan chicken dance. Untuk mengurangi utang Freddy, Susie menegosiasikan agar Freddy berdansa dalam kostum ayam di depan Tommy Dixon sambil direkam. Tommy yang sadis menekan Freddy secara verbal dan psikologis hingga ekstrem, memaksanya menjadi ayam sejati. Freddy, yang sudah dalam kondisi emosional hancur dan di bawah pengaruh obat, mengalami breakdown. Ia kemudian mengambil senapan antik dan menembak Tommy di tempat. Adegan ini memadukan humiliasi, ketegangan, kekerasan mendadak, dan humor gelap yang mengerikan, sekaligus memicu konsekuensi panjang sepanjang musim.

Adegan paling emosional berpusat pada penderitaan Jack Glass, adik Susie. Henry Collins, yang ingin merebut bisnis, memaksa Jack bertarung dalam tinju ilegal melawan lawan yang jauh lebih kuat. Susie terpaksa menyaksikan adiknya dipukuli hingga koma. Ekspresi air mata dan ketidakberdayaan Susie, dikombinasikan dengan rasa bersalah Eddie yang ikut terlibat dalam konflik, memberikan momen rentan yang jarang terlihat di tengah aksi dan sarkasme. Adegan ini menyoroti biaya manusia dari dunia kriminal serta memperkuat dinamika emosional antara Susie dan Eddie.

Jadi bisa kusimpulkan, The Gentlemen Season 1 menawarkan hiburan kriminal yang stylish, cerdas, dan penuh twist. Serial ini berhasil menghibur dengan perpaduan aksi, humor, dan karakter yang menarik, meskipun tidak selalu mencapai kedalaman emosional yang maksimal. Bagi penggemar gaya Guy Ritchie atau cerita gangster modern, musim ini layak ditonton sebagai binge yang memuaskan. Dengan Season 2 yang telah dirilis pada September 2026, Season 1 menjadi fondasi penting untuk memahami kelanjutan cerita.

Serial ini sangat aku rekomendasikan bagi penonton dewasa yang menyukai genre crime-comedy dengan elemen kekerasan dan bahasa kasar. Rating pribadi: 7.8/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda