Ulasan

Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca

Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca
Buku Make Believe (goodreads.com)

Make Believe karya Mac Barnett adalah buku yang mengajak pembaca memandang sastra anak dengan cara berbeda. Buku ini tidak sekadar membicarakan cerita untuk anak, tetapi juga mempertanyakan bagaimana orang dewasa memperlakukan pembaca kecil.

Bagi Barnett, cara kita memilih dan menulis buku anak memperlihatkan seberapa jauh kita menghargai anak sebagai manusia. 

Gagasan tersebut menjadi inti yang membuat Make Believe terasa relevan. Ketika buku anak dianggap kurang penting dibandingkan karya untuk orang dewasa, yang diremehkan bukan hanya bukunya, tetapi juga kemampuan anak untuk memahami seni.

Barnett mengingatkan bahwa anak-anak layak mendapatkan cerita yang menarik, imajinatif, dan serius.

Menurut buku ini, anak tidak membutuhkan cerita yang terus-menerus menggurui. Mereka ingin dihibur, dibuat penasaran, diajak bermain dengan imajinasi, dan diberi ruang untuk menemukan makna sendiri.

Karena itu, sastra anak seharusnya tidak selalu dipaksa membawa pesan moral yang terlalu jelas atau menjadi alat untuk mengajarkan perilaku tertentu.

Salah satu hal menarik dari pemikiran Barnett adalah pandangannya terhadap imajinasi anak. Anak mampu menerima dunia cerita yang tidak masuk akal tanpa harus sibuk mencari penjelasan logis.

Bagi mereka, hewan bisa berbicara, situasi bisa berubah tiba-tiba, dan kejadian absurd tetap dapat terasa benar selama cerita berhasil membuat mereka percaya.

Di sinilah Make Believe terasa seperti pembelaan terhadap kebebasan bermain dalam sastra anak. Cerita tidak harus selalu realistis untuk menjadi bermakna.

Justru melalui hal-hal yang tidak masuk akal, anak dapat menikmati kejutan, membangun imajinasi, dan merasakan pengalaman membaca tanpa merasa sedang mengikuti pelajaran.

Barnett juga menyoroti keberadaan buku anak yang menurutnya terlalu banyak dan tidak semuanya berkualitas baik. Pandangan ini mungkin terdengar tajam, bahkan bagi sebagian pembaca bisa terasa sombong.

Namun, di balik nada tersebut terdapat kegelisahan bahwa anak seharusnya tidak terus-menerus diberi buku yang dibuat sekadar untuk menyampaikan pesan atau memenuhi harapan orang dewasa.

Pendekatan Barnett memang dapat mengundang perdebatan. Ada bagian ketika keyakinannya terhadap sastra anak terasa sangat kuat sehingga terdengar seperti ia sedang menetapkan standar tentang cerita yang dianggap baik.

Meski begitu, sikap tegas tersebut justru membuat pembaca berhenti dan memikirkan kembali apa sebenarnya tujuan sebuah buku anak.

Yang paling menyenangkan dari buku ini adalah gagasannya tentang rasa hormat. Menghormati anak berarti memberi mereka kesempatan menikmati seni tanpa menganggap mereka terlalu kecil untuk memahami cerita yang kompleks.

Anak boleh tertawa, bingung, takut, penasaran, atau menemukan makna yang berbeda dari apa yang dimaksud penulis.

Make Believe juga mengingatkan bahwa membaca bukan selalu kegiatan untuk memperoleh pelajaran. Kadang, sebuah buku cukup menjadi tempat untuk bermain, berkhayal, merasa ditemani, atau melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Pengalaman semacam itu mungkin tidak menghasilkan jawaban yang jelas, tetapi malah bisa meninggalkan kesan lama.

Bagi orang tua, guru, penulis, pustakawan, maupun pembaca yang menyukai sastra anak, buku ini menawarkan bahan renungan yang menarik.

Kita diajak mempertanyakan apakah pilihan buku untuk anak benar-benar mempertimbangkan keinginan mereka, atau hanya mencerminkan apa yang menurut orang dewasa baik untuk mereka.

Pertanyaan tersebut sederhana, tetapi jawabannya bisa mengubah cara kita melihat buku anak.

Pada akhirnya, Make Believe bukan buku yang meminta pembaca menyetujui semua pendapat Mac Barnett. Buku ini lebih menarik jika dibaca sebagai ajakan untuk berdiskusi tentang kualitas cerita, kebebasan imajinasi, dan posisi anak dalam dunia sastra.

Meski beberapa pendapatnya terasa terlalu percaya diri, semangatnya untuk memperlakukan sastra anak sebagai karya seni yang serius tetap menjadi kekuatan utama.

Make Believe mengingatkan bahwa anak-anak tidak membutuhkan buku yang meremehkan kecerdasan mereka.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda