Ulasan

Review Film Urang Bunian: Teror Makhluk Gaib di Hutan Sumatera

Review Film Urang Bunian: Teror Makhluk Gaib di Hutan Sumatera
Urang Bunian: Misteri dari Hutan Sumatera. [Cinema XXI]

Urang Bunian: Misteri dari Hutan Sumatera merupakan film horor Indonesia garapan Rendy Herpy yang mengangkat kisah tentang makhluk gaib dalam kepercayaan masyarakat Minangkabau. Film ini diproduksi oleh DHF Entertainment dan RH Entertainment, serta tayang di bioskop Indonesia sejak 17 September 2026.

Film berdurasi 88 menit ini dibintangi Dimas Aditya sebagai Teddy, Fauzan Nasrul sebagai Kevin, dan Adinda Thomas sebagai Annisa. Ceritanya membawa para tokoh ke sebuah kawasan hutan di Sumatera yang menyimpan berbagai misteri dan gangguan dari makhluk yang dikenal sebagai urang bunian.

Cerita berpusat pada Teddy, seorang perwira prajurit TNI, yang melakukan perjalanan darat menuju kampung halaman istrinya di pelosok pedalaman Sumatera Barat. Ia ditemani oleh sahabat karibnya yang juga seorang tentara, Kevin.

Sebelum memasuki kawasan hutan lebat Ranah Minang, warga lokal sebenarnya sudah memberikan peringatan keras: jangan melanjutkan perjalanan di malam hari, dan segeralah beristirahat jika hari sudah gelap. Namun, karena latar belakang mereka sebagai prajurit yang terlatih di medan berat dan terbiasa dengan hutan, Teddy dan Kevin mengabaikan wejangan tersebut. Mereka mengandalkan logika dan ego, lalu tetap nekat menembus kegelapan malam.

Keputusan ceroboh itu berbuah fatal. Di tengah malam, kabut tebal tiba-tiba turun dan memutus kompas serta navigasi mereka. Tanpa sadar, mereka melewati batas gaib dan masuk ke wilayah terlarang yang dikuasai oleh Urang Bunian—makhluk halus mitologi Sumatera yang hidup di dimensi paralel.

Suasana hutan berubah drastis menjadi sebuah perkampungan yang sangat megah, indah, namun ganjil. Di sini, mereka disambut oleh entitas-entitas asing yang terlihat ramah namun manipulatif. Hutan seolah hidup dan terus memutarbalikkan kenyataan; apa yang mereka lihat sebagai makanan lezat atau jalan keluar sebenarnya hanyalah ilusi. Teddy mulai dihantui rasa bersalah dan penglihatan tentang istrinya, sementara Kevin perlahan-lahan mulai kehilangan kewarasannya akibat teror psikologis yang bertubi-tubi.

Menjelang akhir, Teddy menyadari bahwa mereka sedang ditahan agar menjadi penghuni abadi di dunia tersebut. Melalui petunjuk dari salah satu sosok misterius lokal (diperankan oleh Ruth Marini), satu-satunya cara untuk keluar adalah dengan menemukan gerbang perbatasan sebelum fajar menyingsing di dunia nyata.

Dalam pelarian yang mencekam, emosi dan fisik mereka diuji habis-habisan. Kevin yang sudah terlanjur memakan "makanan" di dunia Bunian perlahan melemah dan hampir tertinggal. Melalui aksi klimaks yang menegangkan, Teddy menolak menyerah dan menggunakan sisa kekuatan militernya untuk memapah Kevin menerobos kepungan ilusi makhluk halus. Tepat sebelum matahari terbit, mereka berhasil melompat melewati sebuah pohon tua yang menjadi batas dimensi.

Mereka berdua akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat dan warga lokal di dunia nyata dalam keadaan lemas dan trauma di tengah hutan kosong. Cerita ditutup dengan jelas tanpa menyisakan akhir yang menggantung, mereka berhasil selamat ke dunia nyata, namun dengan kesadaran penuh bahwa ada kekuatan kuno di nusantara yang tidak bisa ditundukakkan hanya dengan logika atau seragam militer.

Ulasan Film Urang Bunian

Setelah nonton film ini, yang paling aku apresiasi dari film Urang Bunian adalah pemilihan latar belakang karakternya. Berbeda dengan mayoritas film horor Indonesia yang biasanya mengorbankan sekelompok remaja naif atau mahasiswa KKN, film ini berani menampilkan dua personel TNI. Menonton bagaimana dua orang yang sangat rasional, terlatih secara fisik, dan dipersenjatai, perlahan-lahan dibuat tidak berdaya oleh takhayul dan mistisisme lokal memberikan dinamika ketegangan yang sangat seru.

Sutradara Rendy Herpy juga berhasil membangun atmosfer folk horror yang kuat. Visualisasi perkampungan Urang Bunian digambarkan tempat yang eksotis, indah, namun memancarkan aura mengancam. Efek suara hutan, desau angin, dan sinematografi keindahan alam Sumatera Barat di film ini seperti memanjakan mata sekaligus bikin merinding.

Sayangnya, film ini agak kedodoran di pertengahan cerita. Ketika Teddy dan Kevin mulai tersesat, beberapa adegan teror ilusi terasa berulang-ulang. Alhasil membuat ritme ketegangan sempat agak datar sebelum akhirnya memuncak kembali di bagian konklusi.

Secara keseluruhan, Urang Bunian bawa angin segar bagi industri film horor lokal yang belakangan ini didominasi oleh tema religi atau sekadar jumpscare.

Film ini juga berhasil mengeksplorasi urban legend Sumatera dengan rasa hormat terhadap budaya Minang. Akhir ceritanya yang tuntas membuat aku pulang dari bioskop dengan perasaan puas. Selain itu ada pesan moral yang kuat tentang pentingnya menjaga tata krama dan menghormati kearifan lokal di mana pun kita berpijak.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda