Ulasan
Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik
Ayah, Aku Tidak Mau Menikah! merupakan sebuah Webtoon bergenre romansa komedi dengan latar kerajaan yang banyak disukai oleh para pembaca. Selain karena art visualnya yang luar biasa menawan untuk setiap para karakter tokohnya, penulis Webtoon ini mampu mengemas cerita yang tragis dan menyedihkan menjadi sebuah komedi serta bisa membuat para pembaca merasa terhibur.
Dari Webtoon ini, para pembaca menyadari bahwa komunikasi tidak hanya penting dalam hubungan antara pasangan dan masyarakat, melainkan juga menjadi salah satu poin penting dalam keluarga. Pentingnya mengungkapkan perasaan jujur dan saling terbuka satu sama lain merupakan kunci agar tidak terjadi salah paham yang berlarut-larut seperti Juvelian dan ayahnya dalam Webtoon ini.
Sinopsis Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah!
Cerita berawal dari kematian Juvelian Floyen yang tragis karena mengira dirinya telah dibuang oleh ayahnya setelah dituduh meracuni putri kekaisaran. Juvelian yang saat itu sedang menunggu di ruang bayangan melihat kedatangan putra mahkota yang dikenal sangat bengis dan memutuskan untuk bunuh diri. Ia pikir, lebih baik dirinya bunuh diri dengan pedang yang ayahnya berikan dibandingkan harus mati di tangan putra mahkota yang terkenal kejam.
Namun, ketika Juvelian membuka matanya, ia malah kembali ke masa lalu sebelum pesta perayaan kedewasaan putri diselenggarakan. Merasa diberikan kesempatan kedua untuk bisa hidup kembali, Juvelian memutuskan untuk menikmati kehidupan mewahnya dengan tenang sebagai putri seorang Duke. Saat rencana kehidupan tenangnya mulai terealisasi, Juvelian tidak menyangka bahwa ayahnya malah menjodohkan dirinya dengan putra mahkota yang terkenal kejam dan dijuluki seorang psikopat.
Juvelian yang tidak ingin menikah dengan putra mahkota melakukan segala upaya agar ia tidak jadi melakukan pernikahan tersebut, termasuk menjalin hubungan kontrak dengan Max, murid ayahnya yang ia ketahui sebagai seorang prajurit bayaran yang tinggal nomaden. Apakah misi Juvelian berhasil dalam menghindari pernikahannya dengan putra mahkota? Apakah ayah Juvelian benar-benar membuang Juvelian di masa lalu?
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu kelebihan Webtoon ini adalah visual atau art style-nya yang sangat indah, terutama dalam penggambaran karakter Regis (ayah Juvelian) dan Max yang dibuat sangat menawan dan gagah. Selain itu, gaun yang dikenakan oleh Juvelian juga dibuat dengan detail dan beragam, membuat para pembaca menyukai gambaran yang detail tersebut.
Meskipun mengusung tema romansa fantasi dengan latar kerajaan, penulis mampu mengemas konflik miskomunikasi antara karakter menjadi bumbu komedi yang natural dan tidak mudah membosankan ketika membaca ceritanya. Selain itu, penggambaran ekspresi wajah Juvelian, Max, maupun Regis saat sedang berpikir, emosi, maupun tertekan mampu menjadi hiburan tersendiri bagi para pembaca karena karakter tersebut terkesan sangat hidup dan relate dengan ekspresi sehari-hari.
Di sisi lain, karena Webtoon ini mengangkat topik miskomunikasi sebagai permasalahan utamanya, beberapa pembaca merasa di bagian pertengahan cerita terdapat topik yang menjadi kesalahpahaman yang berulang sebelum akhirnya masuk ke konflik utamanya.
Bagi para pembaca yang menyukai Webtoon dengan genre fantasi romansa bertema kerajaan, memiliki unsur komedi yang khas, dan visual yang indah, maka Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah! dapat dijadikan rekomendasi utama untuk dibaca. Namun, jika para pembaca kurang menyukai isu miskomunikasi yang berulang sebelum memasuki konflik utama, maka Webtoon ini dapat dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Webtoon
- Judul: Ayah, Aku Tidak Mau Menikah!
- Penulis Cerita Asli (novel): Hong Heesu
- Adaptasi Cerita Webtoon: Heonins
- Ilustrator: Roal
- Patform Resmi: Line Webtoon (Bahasa Indonesia)
- Status: Tamat (Main Story + Side Story)