Ulasan
Our Beautiful Summer: Ketika Kita Sibuk Bertahan Sampai Lupa Menikmati Hidup
Ada satu hal yang cukup melelahkan dari menjadi anak muda, kita selalu merasa harus terlihat baik-baik saja.
Harus punya rencana masa depan. Harus tahu mau jadi apa. Harus terlihat bahagia di media sosial. Harus bisa menjawab pertanyaan, “Setelah lulus mau melakukan apa?” seolah-olah hidup memang sudah menyediakan peta yang tinggal kita ikuti.
Padahal, tidak semua orang sedang baik-baik saja. Ada yang sedang bingung, merasa tertinggal, dan ada juga yang mungkin setiap hari terlihat biasa saja, tetapi sebenarnya sedang berusaha mencari alasan untuk tetap menjalani hari berikutnya.
Hal itulah yang membuat Our Beautiful Summer terasa relate dengan permasalahan anak muda zaman sekarang. Drama Korea yang hanya terdiri dari dua episode ini tayang pada 14–15 September 2024 sebagai bagian dari proyek tvN O’PENing.
Ceritanya mengikuti Choi Yeo-reum, siswi berusia 19 tahun yang kehilangan semangat hidup setelah keluarganya berantakan. Di sisi lain, ada keluarga Na yang terdiri dari empat anak kembar, tetapi harus kehilangan anak termuda mereka, Na-ra.
Menariknya, dua kesepian yang berbeda akhirnya dipertemukan. Yeo-reum adalah seorang anak yang merasa seperti tidak benar-benar diinginkan.
Setelah orang tuanya berpisah, ia ikut bersama ibunya. Namun, ketika ibunya menikah lagi, Yeo-reum justru ditinggalkan untuk hidup sendiri. Pada usia yang seharusnya masih menjadi masa ketika seseorang belajar mengenal dirinya sendiri, ia malah dihadapkan dengan perasaan bahwa keberadaannya merupakan beban.
Rasanya menyakitkan. Bukan karena masalahnya selalu besar. Tetapi karena perasaan “aku ini sebenarnya penting bagi siapa?” bisa muncul dari hal-hal yang kelihatannya sederhana. Bukankah banyak anak muda sekarang juga pernah merasakan hal serupa?
Bukan berarti semuanya mengalami kondisi seberat Yeo-reum. Namun, perasaan tidak cukup baik, tidak dibutuhkan, atau tidak punya tempat untuk pulang bisa muncul dalam berbagai bentuk. Melihat teman-teman sudah mendapatkan pekerjaan sementara kita masih mencari.
Melihat orang lain punya hubungan yang terlihat bahagia sementara kita bahkan tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Melihat teman sebaya mulai mencapai sesuatu, lalu diam-diam bertanya kepada diri sendiri, “Kok aku masih di sini-sini saja?”
Media sosial membuat perasaan tersebut semakin mudah muncul. Kita hanya melihat pencapaian orang lain tanpa pernah melihat seluruh perjuangan di belakangnya. Akibatnya, hidup sendiri terasa seperti perlombaan. Ketika merasa kalah, kita mulai mempertanyakan nilai diri sendiri.
Di sinilah Our Beautiful Summer terasa cukup manusiawi.
Drama ini tidak mengatakan bahwa semua masalah bisa selesai hanya karena kita bertemu seseorang yang baik. Yeo-reum memang bertemu dengan keluarga Na. Namun, keluarga tersebut juga sebenarnya sedang terluka.
Na A-reum, Na Da-woon, dan Na Woo-ri kehilangan saudara mereka, Na-ra. Kehilangan tersebut membuat keluarga mereka ikut berubah. Mereka memiliki rumah, keluarga, dan orang-orang di sekitar mereka, tetapi tetap membawa kesedihan masing-masing.
Yeo-reum membantu keluarga Na kembali menemukan kehangatan yang sempat hilang. Sebaliknya, keluarga Na memberikan Yeo-reum sesuatu yang selama ini tidak ia punya, perasaan bahwa dirinya diterima.
Tentu, karena hanya dua episode, beberapa bagian cerita terasa cukup cepat. Tetapi justru format singkat itu membuat drama ini terasa seperti potongan kecil dari kehidupan. Tidak semua luka mendapatkan penjelasan panjang. Tidak semua hubungan memiliki akhir yang sempurna.
Mungkin karena itu pula judulnya terasa menarik.
Our Beautiful Summer.
Musim panas mereka mungkin tidak berlangsung lama.
Namun, ada momen ketika beberapa orang bertemu, saling mengisi kekosongan, lalu membuat hidup terasa sedikit lebih layak untuk dijalani. Bagi anak muda yang sedang merasa tertinggal, drama ini seperti pengingat bahwa hidup tidak harus langsung memiliki tujuan besar.
Kita tidak harus sudah tahu akan menjadi siapa lima atau sepuluh tahun lagi. Tidak apa-apa kalau sekarang masih bingung. Tidak apa-apa kalau langkah kita lebih lambat daripada orang lain.
Yang penting, jangan menjadikan satu fase buruk dalam hidup sebagai kesimpulan bahwa seluruh hidup kita akan selalu seperti itu. Karena mungkin, seperti Yeo-reum, yang kita butuhkan bukan jawaban tentang bagaimana seluruh hidup akan berjalan.
Mungkin kita hanya membutuhkan satu alasan kecil untuk melewati hari ini. Dan siapa tahu, setelah hari ini terlewati, besok membawa sesuatu yang tidak pernah kita duga. Sebab pada akhirnya, Our Beautiful Summer bukan cuma tentang masa muda yang indah.
Ini adalah cerita tentang anak-anak muda yang pernah merasa hidupnya tidak berarti, lalu perlahan menemukan bahwa keberadaan mereka ternyata punya arti bagi orang lain.
Kadang, kita hanya perlu menemukan tempat di mana kita merasa diterima dan seseorang yang membuat kita sadar bahwa ternyata, keberadaan kita memang berarti.