Ulasan
Jika Boring, Jangan Lupa Touring: Menikmati Lautan Awan di Puncak Malangsari
Memang perlu mengajak tubuh sambil motoran keluar dari rumah. Bukan untuk mencari sesuatu yang mewah, bukan pula untuk mengejar destinasi yang sedang ramai dibicarakan. Cukup menyalakan sepeda motor, mengajak beberapa teman, lalu membiarkan jalan membawa kami ke tempat yang belum tentu pernah kami datangi sebelumnya.
Minggu, 13 September 2026, menjadi salah satu hari yang menyenangkan bagi saya. Bersama Lukman, Aldi, dan Agus, saya memutuskan untuk touring menuju Puncak Malangsari, tepatnya kawasan Wisata Rong-Rong di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.
Kami berangkat dari rumah di Ledokombo Jember, sekitar pukul 08.20 WIB. Sepeda motor bebek kesayangan menjadi kendaraan sederhana yang mengantarkan kami menyusuri jalan menuju Kalibaru.
Perjalanan menuju Banyuwangi kali ini terasa berbeda. Begitu memasuki kawasan lereng Gunung Gumitir, jalan mulai berkelok-kelok. Tikungan demi tikungan kami lalui. Ada beberapa tikungan tajam yang membuat kami harus lebih berhati-hati. Namun, justru di situlah sensasi touring terasa.
Memasuki Kawasan Lereng Gumitir

Sesekali kami tancap gas dan saling menyalip. Bukan untuk balapan, tentu saja, melainkan sekadar menikmati keseruan perjalanan bersama. Setelah beberapa saat melaju, kami kembali berhenti ketika menemukan pemandangan menarik.
Kamera ponsel pun dikeluarkan. Jepret. Rekam video. Lalu melanjutkan perjalanan. Begitu seterusnya.
Di tengah perjalanan, saya pun bergurau kepada teman-teman. “Jika boring, jangan lupa touring,” ucap saya kepada mereka. Sontak, kalimat sederhana itu seolah menjadi slogan perjalanan kami hari itu.
Memasuki Perkebunan Malangsari
Sekitar pukul 10.00 WIB, kami akhirnya sampai di kawasan Puncak Malangsari. Perjalanan yang semula terasa cukup panjang seketika terbayar ketika kami mulai memasuki kawasan perkebunan.
Jalan menuju area Perkebunan Malangsari memiliki karakter yang cukup beragam. Pada bagian awal, jalan berupa paving yang masih relatif nyaman dilalui sepeda motor. Namun, semakin menuju kawasan yang lebih tinggi, jalan berubah menjadi bebatuan dengan permukaan tanah halus.
Di beberapa bagian, kami harus mengurangi kecepatan. Batu-batu yang tidak rata membuat perjalanan menjadi lebih menantang. Tetapi bagi kami, kondisi jalan tersebut justru menjadi bagian dari cerita. Bukankah perjalanan yang berkesan memang tidak selalu hadir melalui jalan yang mulus?
Setelah melewati jalur tersebut, suasana mulai berubah. Udara terasa lebih sejuk. Angin berembus perlahan. Pepohonan dan hamparan perkebunan memberikan nuansa yang jauh berbeda dari suasana di permukiman. Kami semakin yakin bahwa perjalanan pagi itu tidak sia-sia.
Rong-Rong, Lautan Awan di Atas Perbukitan

Puncak Malangsari atau yang juga dikenal sebagai Wisata Rong-Rong menawarkan panorama khas kawasan dataran tinggi. Tempat ini seperti sebuah ruang kecil untuk berhenti sejenak dari rutinitas.
Anginnya sepoi-sepoi. Udara terasa sejuk. Dari ketinggian, kami dapat melihat bangunan-bangunan dan bentang alam di kejauhan. Semuanya terlihat lebih kecil dari tempat kami berdiri. Terdapat perasaan lega ketika memandang pemandangan dari atas. Sejenak, persoalan sehari-hari terasa menjauh.
Rong-Rong juga dikenal dengan sebutan Lautan Awan. Pada pagi hari, kawasan perbukitan ini kerap diselimuti kabut tebal. Jika datang pada waktu yang tepat, pengunjung dapat menyaksikan hamparan kabut yang seolah menjadi lautan, sementara perbukitan tampak seperti pulau-pulau kecil di atasnya.
Sayangnya, kami datang ketika matahari sudah cukup tinggi. Agus kemudian berkomentar sambil memandang ke arah perbukitan. “Sayangnya kita ke sini terlalu siang. Andai sangat pagi, maka pemandangan matahari terbit itu sungguh menyihir mata.”
Kami pun hanya bisa membayangkan bagaimana indahnya matahari yang perlahan muncul dari balik perbukitan, kemudian sinarnya menembus kabut dan menciptakan gradasi warna di langit. Mungkin itu alasan mengapa tempat seperti Rong-Rong selalu menggoda untuk dikunjungi kembali.
Duduk di Gazebo, Menyimpan Cerita dalam Foto

Sampai di puncak, kami menemukan sebuah gazebo kokoh yang menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat. Kami duduk bersama di sana.
Tidak ada agenda khusus. Tidak ada pembicaraan serius. Kami hanya menikmati udara, pemandangan, dan kebersamaan. Sesekali kami bercanda. Sesekali memandangi panorama di hadapan. Dan tentu saja, kamera ponsel kembali bekerja.
Kami mengambil foto dan video bersama. Bukan karena ingin menunjukkan bahwa kami sedang berada di tempat wisata, tetapi karena kelak foto-foto sederhana itu akan menjadi pengingat bahwa pada suatu Minggu, empat orang pernah meninggalkan rutinitas sejenak untuk menikmati perjalanan.
Pemandangan indah memang menyenangkan. Tetapi kebersamaanlah yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan.
Bukit Teletubbies dan Rumput yang Mengering
Setelah cukup menikmati Puncak Malangsari, kami kemudian bersiap turun. Namun perjalanan pulang belum langsung menuju Ledokombo.
Kami menyempatkan diri menuju Bukit Teletubbies, yang lokasinya tidak jauh dari perumahan dinas pegawai Perhutani.
Nama Bukit Teletubbies tentu mengingatkan kita pada hamparan bukit hijau yang menjadi ciri khasnya. Sayangnya, ketika kami datang, musim kemarau sedang membuat rumput-rumput di kawasan tersebut mengering.
Bukit yang mungkin terlihat sangat hijau pada musim penghujan itu kali ini tampak berbeda. Dominasi warna kering menjadi pemandangan yang kami temui.
Meski begitu, kami tetap menikmati kunjungan singkat tersebut. Lagi pula, setiap tempat memiliki wajahnya sendiri pada setiap musim.
Sekitar pukul 12.40 WIB, kami pun turun dari kawasan bukit. Perjalanan pulang menuju Ledokombo Jember kembali kami lanjutkan. Jalur yang sebelumnya kami lalui kini terasa berbeda. Mungkin karena kami sudah membawa cerita baru.
Perjalanan Pulang Membawa Kenangan
Touring sebenarnya bukan sekadar tentang sejauh apa jarak yang ditempuh atau seberapa banyak destinasi yang berhasil dikunjungi. Kadang, yang paling penting adalah siapa yang menemani.
Bersama Lukman, Aldi, dan Agus, perjalanan menuju Puncak Malangsari menjadi pengalaman sederhana yang menyenangkan. Ada tawa, saling menyalip, berhenti mengambil gambar, menikmati udara dingin, duduk di gazebo, hingga mengeluhkan rumput Bukit Teletubbies yang mengering. Semuanya menjadi satu cerita.
Banyuwangi memang selalu memiliki cara untuk memberikan kejutan. Kabupaten yang dikenal memiliki kekayaan alam luar biasa itu terus menghadirkan tempat-tempat dengan panorama yang menarik untuk dijelajahi. Wisata Rong-Rong di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, menjadi salah satu alternatif tujuan wisata bagi siapa saja yang ingin menikmati suasana perbukitan.
Bagi saya, perjalanan itu bukan tentang menemukan tempat yang sempurna. Melainkan menemukan jeda.
Sebab terkadang kita hanya perlu meninggalkan rutinitas sebentar, mengendarai sepeda motor, menyusuri jalan berkelok, lalu berhenti di sebuah puncak untuk menghirup udara segar sambil berkata kepada diri sendiri, "Hidup tidak harus selalu terburu-buru. Sesekali, mari berjalan lebih jauh untuk menemukan ketenangan."
Video kebersamaan kami dan panorama indah selama perjalanan tersebut kemudian saya unggah di akun Instagram @fathorrozi.ledokombo pada Senin, 14 September 2026.
Suatu hari nanti, ketika rasa boring kembali datang, kami akan mengulangi kalimat sederhana itu, “Jika boring, jangan lupa touring.”