Ulasan

Tak Semudah Hompimpa: Nostalgia yang Berujung Nyesek di Playlist Galau

Tak Semudah Hompimpa: Nostalgia yang Berujung Nyesek di Playlist Galau
Penyanyi Nabila Taqiyyah (instagram/nabilataqiyyah)

Saya pertama kali dengar Tak Semudah Hompimpa bukan karena sengaja cari, tapi karena lagu ini muncul terus di rekomendasi YouTube Music saya selama beberapa hari terakhir. Awalnya saya kira ini bakal jadi lagu ceria yang membangkitkan nostalgia permainan anak-anak, mengingat judulnya yang jenaka dan bikin senyum.

Tapi begitu intro piano lembutnya masuk dan Nabila mulai bernyanyi, ekspektasi saya langsung dibalik seratus delapan puluh derajat. Ini bukan lagu tentang keceriaan masa kecil, ini lagu patah hati yang dibungkus dengan metafora permainan hompimpa, dan justru di situlah letak kecerdasannya.

Secara genre, lagu ini masuk kategori pop ballad, dirilis pada pertengahan September 2026 dan cukup cepat menanjak ke posisi trending YouTube Music. Temanya berputar di seputar penantian yang berujung kekecewaan, tentang seseorang yang masih menunggu kehadiran orang yang dicintainya, meski hubungan itu sudah kehilangan arah.

Permainan hompimpa, yang biasanya identik dengan aturan sederhana dan hasil yang cepat ketahuan, dipakai sebagai kontras ironis untuk menggambarkan hubungan asmara yang justru rumit dan nggak pernah jelas ujungnya. Kalau saya lihat konteksnya sekarang, tema ini relevan banget dengan fenomena yang belakangan ramai dibicarakan di media sosial, yaitu breadcrumbing, situasi ketika seseorang cuma dikasih remah-remah perhatian, cukup untuk membuatnya bertahan, tapi nggak pernah dikasih kepastian.

Saya suka bagaimana lirik lagu ini membangun narasi bertahap. Di bagian awal, penulis lagu menggambarkan rasa lelah dan kebingungan seseorang yang terjebak dalam hubungan yang terasa buntu, lengkap dengan gambaran fisik seperti kaki yang lelah dan mata yang ingin dipejamkan saking capeknya. Lalu masuklah metafora hompimpa itu sendiri, di mana tokoh dalam lagu menghitung sampai tiga sambil menunggu pasangannya "muncul" kembali, persis seperti aturan permainan petak umpet anak-anak.

Ironisnya, meski aturan sudah jelas dan sederhana, orang yang ditunggu tetap nggak kunjung datang. Ada juga bagian yang menyentuh soal keinginan untuk bertukar peran dalam permainan itu, seolah tokoh utama berharap kalau posisinya dibalik, semuanya akan jadi lebih mudah ditemukan. Sayangnya, harapan itu cuma jadi pengandaian yang diulang-ulang sampai akhir lagu, seakan menegaskan bahwa realitas cinta memang tidak sesederhana yang mereka bayangkan waktu kecil.

Soal kelebihan, saya rasa kekuatan utama lagu ini ada di pemilihan diksi yang sederhana tapi mengena, plus vokal Nabila yang lembut dan pas-pas aja tanpa berlebihan, jadi emosinya kerasa natural, nggak dipaksakan. Aransemen musiknya juga cukup rapi, ada elemen vokal latar dan harmoni yang bikin lagu ini terasa lebih penuh tanpa kehilangan nuansa intimnya.

Tapi kalau boleh jujur, ada juga bagian yang menurut saya kurang greget, yaitu pengulangan reff yang cukup repetitif menjelang akhir lagu. Buat sebagian pendengar ini mungkin dianggap sebagai penekanan emosi, tapi buat saya pribadi, pengulangan itu sedikit mengurangi momentum dramatis yang sudah dibangun di bagian sebelumnya. Selain itu, transisi dari nada nostalgia ke nada kecewa terasa agak cepat, sehingga sebagian pendengar yang belum familiar dengan konteks lagunya mungkin butuh beberapa kali putar ulang untuk benar-benar menangkap maksudnya.

Menutup ulasan ini, saya pribadi menilai Tak Semudah Hompimpa berhasil mengemas tema klise soal penantian dan kekecewaan dengan cara yang segar, yaitu lewat metafora permainan anak-anak yang jarang dipakai di lagu-lagu pop Indonesia belakangan ini. Lagu ini mengingatkan saya bahwa hal-hal yang dulu terasa mudah waktu kecil, ternyata jadi rumit begitu kita dewasa, apalagi soal perasaan. Kalau kamu lagi butuh lagu buat nemenin overthinking sambil menatap chat yang belum dibalas, saya rasa lagu ini cukup pas untuk masuk daftar putar kamu.


Identitas Karya

Judul: Tak Semudah Hompimpa
Penyanyi: Nabila Taqiyyah
Tahun Rilis: 2026 
Genre: Pop Ballad
Durasi: sekitar 3:21 menit

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda