Ulasan
Ketika Jatuh Cinta Berubah Jadi Dilema: Menyelami Kepedihan 'I LIKE U' Karya NIKI
Jujur saja, pertama kali saya sengaja memutar lagu "I LIKE U" milik NIKI dari album Nicole ini, saya tidak menyangka efeknya bakal senyesek dan serelate ini. Awalnya saya mengira trek ini hanya akan menjadi lagu pop santai tentang jatuh cinta monyet biasa. Namun, ketika petikan gitar akustik yang intim mulai mengalir lembut dan vokal NIKI yang serak manis itu masuk melantunkan bait demi bait, pertahanan saya pelan-pelan runtuh.
Ada rasa sesak yang merayap halus di dada, tipe rasa galau yang tidak membuat kita berteriak, melainkan membuat kita tersenyum kecut meratapi betapa bodohnya kita saat sedang dimabuk asmara. Pengalaman pertama mendengarkan lagu ini terasa seperti disodori cermin besar yang memperlihatkan alangkah rapuhnya logika seseorang ketika perasaan sudah terlanjur mengambil alih.
Karya yang dirilis pada tahun 2022 ini merupakan sebuah trek indie pop bertema ketagihan emosional, dilema batin, dan kepasrahan dalam mencintai seseorang yang salah. NIKI sebagai penulis lagu berhasil menangkap isu klasik tentang hubungan yang tidak sehat (toxic/vulnerable attachment), lalu meraciknya menjadi sebuah narasi yang sangat relevan dengan dinamika percintaan anak muda zaman sekarang.
Di era ketika orang-orang sering terjebak dalam situationship atau hubungan abu-abu yang membingungkan, lagu ini hadir sebagai cermin yang amat jujur. Ia tidak berbicara tentang cinta yang sempurna dan mulus, melainkan tentang keberanian, atau lebih tepatnya kebodohan, seseorang yang secara sadar memilih untuk tetap tinggal walau tahu risikonya adalah patah hati.
Jika kita membedah bagian awal liriknya, saya sangat tersentil dengan penggambaran ketidakberdayaan emosional yang begitu transparan. Ada potongan baris lirik yang dinyanyikan NIKI dengan nada bersahaja namun menghujam:
I guess I like you, I like you, I like you
I hate that I do, I do, I do
It's simple, I'm screwed
Bagi saya, baris lirik tersebut bukan sekadar kata-kata manis tentang rasa suka, melainkan sebuah pengakuan tragis tentang hilangnya kendali atas diri sendiri. Ada kepasrahan yang brutal di sana; perasaan di mana kita benci setengah mati karena bisa menyukai seseorang, namun di saat yang sama kita tidak mampu menghentikannya. Respons pribadi saya saat meresapi kalimat itu adalah kesadaran pahit bahwa hal paling menakutkan dari jatuh cinta bukanlah ditolak, melainkan ketika kita sadar kita menyukai orang yang salah tetapi logika kita sudah kalah total.
Melihat lebih jauh ke dalam struktur lagu dan aransemennya, kelebihan utama dari karya ini terletak pada penulisan lirik NIKI yang sangat personal dan terperinci (storytelling khas NIKI) dipadu dengan produksi musik yang bernuansa nostalgia awal 2000-an. NIKI mampu mengubah kepedihan menjadi melodi yang easy listening tanpa menghilangkan bobot emosional di dalamnya. Vokalnya yang emosional dan desah napasnya di beberapa bagian membuat pendengar merasa seolah sedang mendengarkan curhatan langsung di dalam kamar remang-remang. Namun, dari sisi sebaliknya, bagi pendengar yang mengharapkan klimaks instrumen yang megah atau balada mendayu yang eksplosif, dinamika lagu ini mungkin terasa terlalu datar dan repetitif dari awal hingga akhir.
Lagu "I LIKE U" bukan cuma sekadar lagu pop manis pelipur lara di sore hari. Bagi saya pribadi, lagu ini mengajari kita tentang penerimaan atas kelemahan diri sendiri saat berhadapan dengan perasaan. Ia memberi kita ruang untuk mengakui bahwa kadang manusia memang seimpulsif dan seberantakan itu dalam urusan hati. Mendengarkan lagu ini membuat saya sadar bahwa tidak apa-apa sesekali menjadi bodoh demi perasaan, asal setelah lagunya selesai, kita tahu kapan harus memungut kembali sisa-sisa logika yang tertinggal.
Identitas Karya:
- Judul: I LIKE U
- Penyanyi: NIKI (Nicole Zefanya)
- Tahun Rilis: 2022
- Genre: Indie Pop / Singer-Songwriter
- Durasi: -+ 4 menit