Ulasan
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
Idol cantik yang debut di bawah naungan THEBLACKLABEL ini dikenal penggemar sebagai sosok yang memiliki hobi baca buku. Gawon MEOVV kerap membagikan buku bacaannya di berbagai kesempatan, tidak heran jika ia mendapat julukan sebagai Perpustakaan Berjalan.
Ranah bacaan Gawon diketahui cukup beragam dengan selera literasi yang cukup mendalam. Gawon mengaku paling suka menghabiskan waktu untuk membaca buku ketika sedang bersantai di cafe atau sesaat sebelum tidur.
Kebiasaan positif lain yang bisa dicontoh adalah Gawon kerap mencatat daftar buku apa saja yang sudah ia baca. Buku yang ia rekomendasikan cukup beragam dan lintas genre, seperti karya klasik Barat, Korea temporer, hingga novel Rusia.
Berikut lima rekomendasi buku dari Gawon MEOVV yang sudah tersedia versi terjemahan bahasa Indonesia. Selamat membaca!
1. Dont Let Your Mood Become Your Attitude

Buku self-improvement yang ditulis oleh Lemon Psychology (sebuah platform layanan konsultasi psikologi daring terkemuka di Tiongkok) ini berfokus pada pentingnya kecerdasan emosional agar kita tidak menjadi ‘budak emosi’.
Lemon Psychology menekankan bahwa jika perbuatan dan keputusan kita kerap disetir oleh emosi sesaat, hal tersebut lambat laun akan menghancurkan hidup kita sendiri. Buku ini berangkat dari kejadian realistis sehari-hari yang terasa dekat.
2. PATA

PATA merupakan karya sastra perdana yang ditulis oleh aktris populer Korea Selatan Moon Ka-young yang berisi refleksi personal. Buku ini menyajikan kumpulan tulisan emosional yang mirip seperti lembaran diari pribadi yang jujur.
Cerita berfokus pada PATA, sebuah alter ego yang diciptakan oleh Moon Ka-young untuk menghadapi dirinya sendiri serta dunia di sekitarnya dengan lebih berani tanpa distorsi dari pandangan orang lain.
3. Pachinko

Novel fiksi sejarah epik karya penulis Korea-Amerika Min Jin Lee ini telah diadaptasi menjadi serial drama populer dengan judul yang sama dan dibintangi oleh Lee Min-ho. Novel ini mengangkat kisah empat generasi satu keluarga imigran Korea yang terpaksa pindah dan hidup di Jepang selama masa kolonisasi.
Cerita berpusat pada Kim Sunja, seorang anak perempuan pemilik pemondokan di desa nelayan dekat Busan. Saat ia hamil di luar nikah oleh seorang pria kaya bernama Koh Hansu, takdir menyelamatkannya lewat seorang pendeta muda bernama Baek Isak yang bersedia menikahinya.
4. Gagal Menjadi Manusia

Novel legendaris karya Osamu Dazai ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1948. Cerita berfokus pada kehidupan seorang pria bernama Oba Yozo sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Sejak kecil, Yozo merasa terasing dari manusia lain dan tidak bisa memahami cara berpikir masyarakat.
Gagal Menjadi Manusia menggambarkan perjuangan mental yang luar biasa jujur sekaligus kelam tentang ketidakmampuan seseorang untuk beradaptasi dengan norma-norma sosial masyarakat, hingga ia merasa telah ‘gagal menjadi manusia’.
5. Norwegian Wood

Novel legendaris karya penulis terkemuka asal Jepang Haruki Murakami ini berhasil menjadi fenomena global yang sukses besar dan melejitkan nama sang penulis di panggung sastra dunia.
Cerita berlatar di Tokyo pada masa akhir tahun 1960-an ketika mahasiswa Jepang sedang gencar melakukan gerakan protes sosial. Alurnya maju-mundur dari ingatan seorang pria berusia 37 tahun bernama Toru Watanabe ketika ia mendengar alunan instrumen lagu ‘Norwegian Wood’ milik The Beatles.