Ulasan
Review Novel Potrait: Ketika Pernikahan Menjadi Luka Baru
"Aku nggak paham sama diri aku sendiri, Bar. Aku nggak pernah tau aku seperti apa karena selama ini aku berusaha yang terbaik buat hidup aku. Tapi, satu hal yang aku pahami. Aku bukan orang jahat. Dan kalaupun aku orang jahat, bukan keinginan aku untuk menjadi orang jahat." (Potrait, halaman 130).
Novel Potrait karya Virda A. Putri merupakan salah satu novel bergenre romansa yang memiliki konflik batin yang sangat intens, membuat para pembaca merasakan berbagai perasaan yang berkecamuk ketika membaca novel ini. Novel yang memiliki tebal 358 halaman ini merupakan novel romansa bertema perjodohan yang memiliki page turner di setiap akhir babnya, sehingga meskipun memiliki premis yang sudah banyak ditemukan dalam novel romansa, Potrait tetap menjadi novel yang membuat para pembaca terus merasa penasaran hingga akhir cerita.
Selain itu, novel Potrait juga memiliki beberapa pelajaran yang dapat diambil di dalamnya, seperti jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Karakter Aqira yang merupakan karakter utama wanita dalam novel ini digambarkan sebagai seseorang sempurna yang sering dianggap sebagai wanita licik dan bermuka dua bagi sebagian orang. Namun, di balik sosok sempurna yang ditunjukkannya pada orang lain, Aqira hanyalah seorang perempuan yang berusaha untuk mempertahankan citra sempurnanya demi menyembunyikan luka dan trauma masa lalu yang mendalam.
Lalu, karena cerita ini bertema perjodohan, banyaknya konflik dalam pernikahan yang terjalin antara Aqira dan Bara dalam novel ini merupakan konflik yang sering dialami oleh banyak pasangan pernikahan. Konflik yang awalnya terasa sepele di awal, lama kelamaan bisa menjadi boomerang akibat ego dan kebiasaan memendam perasaan. Hubungan yang sehat tidak akan terjalin tanpa adanya rasa terbuka dan saling mendengarkan satu sama lain.
Tentang Novel Potrait
Potrait mengisahkan tentang kisah perjodohan dan kehidupan pernikahan antara Aqira Aghna, seorang model papan atas yang banyak dikagumi oleh semua orang adan Bara Aditya, seorang atlet MMA yang berhasil meraih kejuara internasional. Aqira dikenal sebagai perempuan yang cantik, pintar, sopan, baik hati, dan memiliki latar belakang keluarga terpandang. Ia yang dikenal dengan sosok yang sempurna harus bertunangan dan menikah dengan Bara Aditya, seseorang yang paling Aqira benci di dunia ini.
Pernikahan keduanya yang diawali dengan rasa benci, perlahan mulai diterima oleh kedua belah pihak. Meskipun keduanya tidak saling mencintai, mereka memutuskan untuk saling menghargai satu sama lain hingga tiba waktu nantinya mereka harus bercerai. Namun, meskipun sudah membulatkan tekad dan meneguhkan hati, rasa cinta perlahan menyusupi hati Aqira dan membuatnya harus mengakui bahwa ia telah jatuh cinta dengan Bara, orang yang paling ia benci dari sekolah menengah dulu.
Aqira memiliki sebuah impian sederhana, yaitu dapat menghabiskan sisa hidupnya dengan keluarga kecil yang harmonis bersama dengan orang yang dicintai. Namun, jika orang yang dicintainya adalah Bara, apakah mimpi itu akan terwujud? Atau sebaliknya, malah akan mendatangkan luka baru di hidupnya?
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Potrait memiliki latar belakang unik, di mana profesi kedua karakter utamanya, yaitu seorang model papan atas dan atlet Mixet Martial Arts atau MMA merupakan profesi yang jarang diangkat dalam novel romansa bertema perjodohan. Hal ini memberikan warna baru yang menarik perhatian pembaca di awal cerita. Lalu, konflik batin yang penuh emosional dan intens membuat para pembaca sukses dibuat merasa gemas, sedih, sekaligus merasa tersentuh oleh hubungan musuh menjadi cinta yang dialami oleh karakter utamanya.
Selain narasi yang mudah dipahami, alur yang digunakan maju mundur, menampilkan latar masa kini dan beberapa kilas balik kehidupan para tokoh utama untuk mengetahui trauma dan luka batin yang mendalam yang dialami oleh Aqira dan kebencian yang ditunjukkan oleh Bara kepadanya di awal cerita. Meskipun memiliki alur campuran, penulis mampu mengemasnya dengan rapi dan tidak membuat para pembaca merasa bingung.
Terakhir, perkembangan karakter para tokoh utama dalam novel ini terbilang sangat bagus. Bara yang awalnya digambarkan sebagai sosok yang dingin, egois, dan kasar mampu menjadi sosok pelindung yang sangat menyayangi Aqira. Begitu pula dengan Aqira yang digambarkan sebagai ssok yang mandiri dan cerdas mampu bertahan dan menyembuhkan luka dengan caranya sendiri meskipun membutuhkan waktu.
Di sisi lain, interaksi dan sifat para tokoh utama dalam novel ini telah kuat di awal, sehingga kebencian mereka terhadap satu sama lain juga dijabarkan dengan intens. Sifat Bara yang pemarah dan perilaku kasarnya ke Aqira mungkin membuat sebagian pembaca merasa agak tidak nyaman di awal. Lalu, karena novel ini mengandung konflik batin yang penuh emosional dan cukup intens, para pembaca yang biasanya membaca novel romansa yang ringan akan merasakan bahwa novel ini akan sedikit berat untuk dibaca karena menguras terlalu banyak emosi.
Bagi para pembaca yang ingin membaca novel romansa dengan konflik batin yang cukup emosional, perkembangan karakter yang bagus, dan latar belakang dunia profesi yang tidak biasa, maka novel ini dapat dijadikan rekomendasi utama untuk dibaca. Namun, jika para pembaca terbiasa membaca novel dengan konflik ringan, maka novel ini dapat dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: Potrait
- Penulis: Virda A. Putri
- Tahun Terbit: Januari 2023
- Penerbit: Penerbit Namina Books
- Tebal: 358 halaman
- ISBN: 9786238808168
- Genre: Romance Fiction