Kurang lebih sebulan yang lalu peristiwa ganjil ini terjadi. Mulanya, halaman sekolah tempat Pak Tris mengajar ini ditempati untuk gelar acara Renungan Malam Siswa-Siswi SMP. Di pertengahan acara, tiba-tiba banyak sekali siswa maupun siswi yang kesurupan. Kata mereka “kesurupan massal.” Bahkan, di antaranya juga ada yang pingsan berkali-kali.
Dewan guru pun kelimpungan menangani siswa sebanyak itu. Sebelumnya, tragedi ini tidak pernah terjadi. Sepanjang sejarah, selama sekolah ini berdiri, setiap kali adakan renungan malam, tidak pernah para siswa kesurupan. Baru kali ini. Ada apa? pikir mereka. Kenapa tiba-tiba?
Pak Tris dan dua guru lainnya sontak menghubungi orang pintar untuk mengatasi kegentingan itu. Ketika orang pintar yang dimaksud tiba di lokasi, siswa yang kesurupan malah mengamuk. Mereka meronta. Suara yang keluar bukan suara mereka. Bahasa yang diucapkannya pun bukan bahasa sehari-hari para siswa.
Seketika suasana jadi mencekam. Siswa yang tidak kesurupan ikut menangis. Sebab ketidakkondusifan ini, acara renungan malam mendadak dihentikan.
Beberapa hari setelah itu, siswa-siswi yang kesurupan pada acara renungan malam menjadi topik renyah para siswa, bahkan di sekolah lain. Dua hari lamanya, kegiatan belajar mengajar sedikit terganggu pasca kejadian tersebut.
Selang satu minggu dari itu, suasana sekolah sudah mulai tenang. Siswa-siswi yang sebelumnya kesurupan sudah sadar diri dan kembali normal. Pak Tris mengajar lagi di dalam kelas.
Di tengah mengajar, tiba-tiba di barisan paling belakang terdapat seorang siswa sedang berdiri. Pak Tris tidak terlalu menggubris. Ia mengira siswa tersebut ingin maju untuk izin keluar. Eh, ternyata bukan.
Siswa itu sedang kesurupan. Tangannya bergerak meliuk-liuk seirama dengan gerakan tubuhnya. Mata merahnya melotot. Sesekali lidahnya terjulur. Ia seolah kesurupan siluman ular. Siswa lain menghindar waspada.
Dengan menata segenap keberanian, Pak Tris mendekati dan hendak menenangkannya sambil melantunkan beberapa ayat Al-Quran. Namun, ia malah melotot dan hendak menghunjamkan bogem ke muka Pak Tris. Untung Pak Tris cepat mengelak. Lalu, Pak Tris bergegas ke kantor melaporkan kepada guru lain dan meminta untuk menetralkannya.
“Ini pasti masih ada hubungannya dengan kejadian di acara renungan malam itu,” guru lain menyimpulkan. (*)
Baca Juga
-
4 Rekomendasi HP dengan Memori Internal 1 TB 2026, Leluasa Menyimpan File Besar dan Aplikasi Berat
-
Infinix Note 60 Pro Siap Meluncur ke Indonesia, Usung Desain Mirip iPhone 17 Pro
-
Vivo India Umumkan iQOO 15R Debut 24 Februari 2026, Usung Sensor Kamera Sony LYT-700V 50 MP
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Penyimpanan Internal 256 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Oppo Find X9s Usung Chipset Dimensity 9500s dan Kamera 200 MP, Segera Rilis dalam Waktu Dekat
Artikel Terkait
Cerita-misteri
Terkini
-
Waspada Spyware! Ciri HP Kamu Sedang Disadap dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
-
Min Hee Jin Menang Gugatan Rp292 Miliar, Apa Respons HYBE Selanjutnya?
-
Sajian Khas Imlek Tionghoa Pesisir di Bintan dan Kepulauan Riau, Mana Favoritmu?
-
Love Through A Prism: Comeback Yoko Kamio di Era Klasik London