Sunghoon ENHYPEN baru-baru ini mengalami kejadian yang tidak mengenakkan saat acara fan call. Dilansir dari KBIZoom (31/5/2023), selama acara video fansigning, Sunghoon ENHYPEN berhadapan dengan seorang penggemar dan teman-temannya yang menunjukkan perilaku yang kasar dan tidak pantas.
Sunghoon tampak bingung ketika penggemar tersebut tiba-tiba bertanya apakah Sunghoon ingin mengatakan sesuatu padanya.
Tak hanya itu, penggemar tersebut tertawa tanpa henti dan mengucapkan hal-hal sarkastik seperti "Itu belum terlalu lama, kamu terlalu berlebihan" dan "Apakah kamu tahu aku penggemar siapa?"
Sikap dan ucapan penggemar tersebut membuat suasana menjadi tidak nyaman, namun Sunghoon berusaha memahami situasinya dan bertanya apakah ada sesuatu yang spesifik yang ingin didiskusikan oleh penggemar tersebut.
Mendengar pertanyaan Sunghoon, penggemar tersebut menanggapi dengan sikap menggoda dan bertanya apakah Sunghoon mengingatnya.
Seolah sengaja memperparah situasi, penggemar tersebut mengunggah video panggilan dengan Sunghoon tersebut di Twitter, disertai dengan tulisan bernada hinaan yang ditujukan kepada sang idola.
"Tidak seperti anggota lain yang hanya lucu, Park Sunghoon benar-benar membuatku kesal. Aku menganggapnya lucu karena dia sangat bodoh," tulis penggemar tersebut. Namun, kini tweet tersebut telah dihapus.
Terlepas dari situasi yang tidak menyenangkan, Sunghoon tetap menunujukkan profesionalisme yang luar biasa sepanjang interaksi dengan penggemar tersebut. Ia tetap bersikap tenang dan tetap tersenyum.
Para netizen maupun penggemar yang lain sangat terkesan dengan sikap profesional Sunghoon, sekaligus kasihan padanya. Kejadian tersebut merupakan pengingat bahwa para idol seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain.
"Inilah mengapa tidak semua orang bisa menjadi seorang idol," tulis salah satu netizen.
"Kasihan Sunghoon. Semoga dia tidak menjadi penggemar orang lain," sahur netizen yang lain.
"Menjadi seorang idol adalah pekerjaan yang penuh tuntutan. Beberapa penggemar menghabiskan uang untuk mengerahkan kekuasaan atas mereka," netizen yang lain menimpali.
"Kenapa dia (penggemar) bersikap seperti itu? Sangat tidak sopan," ujar salah satu netizen lain.
"Apakah dia sengaja mencoba mengejeknya?" tanya netizen lainnya.
"Dia bukan penggemar. Dia pengganggu," sahut netizen lain.
"Bagian yang paling buruk adalah dia mengejeknya dan membagikan videonya sendiri. Aku kasihan pada Sunghoon," timpal netizen lainnya.
Sebuah fan call seharusnya menjadi momen yang berharga antara penggemar dan idolanya. Semoga kejadian ini membuat para penggemar semakin berhati-hati dalam bertindak dan memperlakukan idolanya. Bagaimana menurutmu?
Baca Juga
-
Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Ulasan The Kidnapping Day: Menemukan Makna Keluarga dari Kisah Penculikan
-
Disiplin Tanpa Nalar: Ketika Sekolah Lebih Sibuk Mengatur daripada Mendidik
Artikel Terkait
-
ENHYPEN akan Sapa Penggemar Lewat World Tour 'FATE' Mulai Juli Mendatang
-
Bergabung Bersama BTS dan NCT, Enhypen Raih Penjualan Tertinggi di Hanteo
-
Sunoo dan Jungwon ENHYPEN Jadi Ayah Super Gemas di The Return of Superman
-
Fans ENHYPEN Merasa Tertipu dan Marah Setelah M!Countdown Lakukan Hal Ini
-
Enhypen Muncul dengan Tarian Sensual, Penggemar Protes Datangi Gedung HYBE
Entertainment
-
Raup Rp19,6 T, The Odyssey Jadi Film Nolan Terlaris Sepanjang Karier
-
Kecewa dengan 'The Last House'? Ini 6 Film Thriller Survival yang Jauh Lebih Mencekam!
-
Manga Kemono Jihen Akan Tamat di Volume ke-26 Setelah 10 Tahun Serialisasi
-
Epik! Kolaborasi Yura Yunita, Feby Putri, dan Idgitaf Tembus 3 Besar Tren Musik YouTube
-
Cerita Berakhir, Webtoon Villains Are Destined to Die Dapat Adaptasi Anime
Terkini
-
Ulasan Film Toko Perlengkapan Mayat: Kisah Tragis Keluarga Tumbal Penglaris
-
Untukmu yang Akan Menikah: Pernikahan Ternyata Bukan Cuma Soal Jatuh Cinta
-
Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?
-
Harmoni Garam Palungan dan Laut Tejakula: Merekam Jejak Kejayaan Desa Les
-
Dilema Emosional Perempuan Modern: Belajar Batasan tapi Takut Kesepian