Menurunnya angka pernikahan di kalangan anak muda belakangan ini menjadi sorotan hangat di masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa generasi sekarang tampak lebih memilih menunda untuk melangkah ke jenjang rumah tangga dibandingkan generasi sebelumnya.
Menanggapi kegelisahan tersebut, aktris sekaligus presenter Enzy Storia ikut memberikan pandangannya. Di usianya yang kini menginjak 33 tahun, Enzy menyampaikan pesan yang dianggap relevan terutama untuk Generasi Z, yang kerap merasa gamang ketika berbicara soal komitmen besar seperti pernikahan.
Masa 20-an adalah Waktu Eksplorasi
Menurut Enzy, usia 20-an adalah fase yang sangat krusial. Di masa itu, seseorang masih berada pada tahap mencoba banyak hal, mencari pengalaman, hingga mengenali diri sendiri. Karena itulah, wajar jika banyak anak muda merasa bimbang atau tidak mantap dengan arah hidupnya.
"Jadi, menurut aku, di umur 20-an kan adalah masa-masa kita eksplorasi kan. Jadinya pasti akan mencoba banyak hal, dan di momen-momen itu pasti banyak kelabilan, banyak kegamangan," jelas Enzy, dikutip dari Suara.com.
Ia menambahkan, fase pencarian jati diri ini justru penting agar seseorang bisa lebih yakin ketika mengambil keputusan besar di masa depan.
"Di momen itu juga, kita mencari jati diri. Jadi menurut aku, penting banget untuk mengenal diri kita di umur 20-an. Jadi, nanti untuk next step-nya kalian tahu apa yang kalian mau," lanjutnya.
Fenomena Global, Bukan Hanya di Indonesia
Enzy Storia juga menegaskan bahwa tren menunda pernikahan bukan hanya terjadi di Indonesia. Menurutnya, hal serupa juga bisa ditemukan di berbagai negara lain di dunia.
"Bukan cuma di Indonesia, tapi juga di beberapa bagian negara lainnya, angka untuk menikah juga berkurang ya," ungkapnya.
Ia melihat bahwa rasa takut atau keraguan masih sering menjadi faktor yang memengaruhi generasi muda ketika ditanya soal pernikahan.
"Takut, orang-orang kayak lebih ngerasa kalau nikah itu tidak perlu dalam waktu yang, masih muda, nikah, gitu," sambung Enzy.
Pentingnya Kesiapan Sebelum Menikah
Bagi Enzy sendiri, pernikahan tidak perlu dilakukan dengan tergesa-gesa. Baginya, keputusan untuk membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan mental dan keyakinan yang matang.
Secara tersirat, ia menekankan bahwa mengenal dan yakin pada diri sendiri merupakan fondasi terpenting sebelum mengambil langkah besar dalam hidup.
"Nggak usah buru-buru, butuh kesiapan yang tinggi. Yang penting yakin sama diri sendiri dulu," tandas Enzy.
Pesan Enzy Storia ini seolah mengingatkan generasi muda bahwa menikah bukanlah soal lomba kecepatan, melainkan tentang kesiapan diri untuk membangun komitmen jangka panjang.
Baca Juga
-
4 Padu Padan OOTD Long Sleeve ala Karina aespa, Bikin Gaya Anti Flat!
-
4 Padu Padan Daily OOTD ala Yunjin LE SSERAFIM yang Catchy Buat Ditiru!
-
Pasang Badan untuk Jennifer Coppen, Justin Hubner Tak Gubris Isu Masa Lalu
-
Kim Hye Yoon Hadapi Teror Waduk Misterius di Film Horor Whispering Water
-
Ardhito Pramono Posting Foto Davina Karamoy, Resmi Go Public?
Artikel Terkait
-
Enzy Storia Soroti Pentingnya Kenali Diri Sendiri Sebelum Menikah
-
Momen Pulang ke Rumah Disorot, Sabrina Chairunnisa Ungkap Alasan Tak Cium Tangan Deddy Corbuzier
-
Gak Perlu Panik! Ini Cara Mudah Nabung Buat Pernikahan Meski Gaji Pas-pasan
-
Buktikan Rumah Tangganya Baik, Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Diduga Lakukan Tepuk Sakinah
-
Kini Tepis Isu Cerai, Deddy Corbuzier Pernah Banggakan Sabrina Chairunnisa Jadi Istrinya
Entertainment
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Manon KATSEYE Umumkan Hiatus Sementara Waktu
-
Sambut Ultah ke-20 BigBang, Program Good Day Bareng G-Dragon Garap Season 2
-
Akhirnya Terungkap! Intip 4 Buah Iblis Terpenting dalam Sejarah One Piece
-
Anime Witch Hat Atelier Rilis PV: Ungkap Tanggal Tayang, Seiyuu, Lagu Tema
-
Sinopsis Hot Stove League Versi Jepang, Dibintangi Kazuya Kamenashi
Terkini
-
Keajaiban Ramadan dan Kasih Allah
-
Stoikisme di Bulan Puasa: Mengatur Hasrat, Menjaga Akal Sehat
-
Gula: Dari Simbol Kebahagiaan Menuju Penanda Kelas Sosial di Era Modern
-
Kawan Lama Ayahmu: Wajah Suram Australia di Era Kolonial
-
Mengelola Euforia Ramadan: Antara Tradisi Bising Petasan dan Keselamatan Anak