Pixar akhirnya merilis tampilan perdana Toy Story 5 lewat situs resminya, menampilkan close-up terbaru Woody dan Buzz Lightyear. Visualnya kini tampak lebih “hidup”, menghadirkan nostalgia sekaligus rasa penasaran akan petualangan baru yang menanti di film yang dijadwalkan tayang pada 19 Juni 2026 mendatang.
Gambar perdana yang dirilis Pixar langsung memamerkan lompatan besar dalam kualitas grafis Toy Story 5 yang memanjakan mata.
Woody dan Buzz kini tampil dengan detail luar biasa, mulai dari tekstur kulit yang lebih halus, kilau realistis pada mata, hingga pencahayaan yang terasa hangat dan alami.
Di sisi lain, terlihat permukaan baju Woody yang tampak seperti kain sungguhan, sementara armor Buzz memantulkan cahaya dengan efek metalik yang jauh lebih hidup.
Warna-warnanya pun terlihat lebih kaya dan bersih, langit biru di latar belakang dibuat dengan gradasi lembut khas dunia Toy Story, tapi kali ini punya kedalaman visual yang lebih modern.
Semuanya terasa lebih “hidup”, seolah Woody dan Buzz benar-benar siap keluar dari layar dan menyapa para penggemar yang telah menantikan kembalinya mereka sejak lama.
Gambar promosi yang dirilis Pixar ini juga menampilkan logo berwarna cerah bertuliskan “Toy Story 5” dengan gaya huruf klasik yang langsung memunculkan rasa nostalgia bagi para penggemar.
Hadir dengan bagian kelima, film legendaris ini disutradarai oleh Andrew Stanton, dengan Kenna Harris sebagai co-director dan Jessica Choi sebagai producer.
Melalui laman resmi Pixar.com, Toy Story 5, membawa tema baru yang lebih segar dan relevan dengan dunia anak masa kini: “Toy Meets Tech.”
Kisahnya akan berfokus pada bagaimana Woody, Buzz, Jessie, dan mainan lainnya menghadapi tantangan baru ketika anak-anak mulai beralih dari mainan tradisional ke perangkat elektronik.
Ide ini tentunya menjadi refleksi menarik tentang perubahan cara bermain dan hubungan emosional antara manusia dan teknologi di era digital.
Dalam laman yang sama, Pixar juga menampilkan sebuah ilustrasi sederhana namun penuh makna. Terlihat seorang anak tengah memegang tablet, sementara di sekelilingnya, para mainan seperti Woody, Buzz, dan kawan-kawan menatap dengan ekspresi merenung.
Di gambar berikutnya, Pixar menampilkan suasana yang lebih emosional. Para mainan tampak berkumpul, memandangi sebuah tablet yang menyala di tengah mereka.
Ilustrasi ini seolah menggambarkan tema utama Toy Story 5 menceritakan tentang bagaimana mainan klasik menghadapi perubahan zaman ketika perhatian anak-anak kini lebih banyak tersita oleh dunia digital.
Lebih jauh, momen sederhana dari ini terasa simbolis, seolah menggambarkan rasa penasaran, sekaligus kegelisahan para mainan terhadap teknologi yang kini merebut perhatian anak-anak.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tanam Mangrove dan Berkarya, Kolaborasi Seniman dan Penulis di Pantai Baros
-
4 Rekomendasi Social Space di Jogja untuk Nongkrong dan Diskusi Santai
-
Lagu Digunakan Tanpa Izin, Band Wijaya 80 Laporkan Pelanggaran Hak Cipta
-
Menunggu Hari Perempuan Bisa Benar-Benar Aman dan Nyaman di Konser Musik
-
Diduga Selingkuh Lagi, Jennifer Coppen Singgung Sosok Jule di Live
Artikel Terkait
-
Berjaya di Box Office, Film Black Phone 2 Raih Pendapatan 42 Juta Dolar
-
7 Momen Trailer What's Up with Secretary Kim? Chemistry Adipati Dolken-Mawar De Jongh Juara!
-
Bocoran Pendapatan Film Agak Laen Bikin Melongo, Oki Rengga: Kami Taat Pajak!
-
Mengejutkan! Rachel Amanda Stand-Up dalam Film Suka Duka Tawa
-
Sinopsis Film Silent Night, Deadly Night: Teror Mencekam Pembunuh Sadis Berkostum Sinterklas
Entertainment
-
Harry Styles Rilis Album Kiss All the Time. Disco, Occasionally 6 Maret
-
Prilly Latuconsina Resmi Mundur dari Sinemaku Pictures, Ini Alasannya!
-
Bikin Senyum dan Baper, Ini 4 Drama Komedi Romantis Go Kyung Pyo
-
Perjalanan Karier Boy Group UN1TY, Kini Ganti Nama Jadi CHNCE
-
Segera Rilis, Sekuel Paranormal Activity Dijadwalkan Tayang pada Mei 2027
Terkini
-
Biografi Imam al-Bukhari: Menelusuri Jejak Ketelitian Sang Penulis Kitab Shahih
-
Babi Tua dan Rahasia Lumbung
-
Dari Kaset ke SD Card: Bagaimana Teknologi Mengubah Cara Kita Mengabadikan Momen
-
Seni Memahami Luka Tersembunyi di Novel Joyvika karya Oktyas
-
Filosofi Warung Madura dan Seni Ngecer untuk Bertahan Hidup