Toho secara resmi mengumumkan judul film Godzilla terbaru mereka, yakni Godzilla -0.0 atau Godzilla Minus Zero. Pengumuman ini disampaikan dalam acara tahunan Godzilla Fest di Tokyo dan dikonfirmasi melalui akun media sosial resmi milik Toho.
Film ini kembali akan ditulis, disutradarai, dan diawasi efek visualnya oleh Takashi Yamazaki, dengan pengerjaan VFX oleh Shirogumi, serta diproduksi oleh Toho Studios dan Robot. Produksi dan distribusi film akan ditangani langsung oleh Toho Co., Ltd.
Belum ada detail yang diungkap terkait tanggal rilis maupun alur cerita Godzilla Minus Zero. Namun, dengan judul yang terasa selaras, kembalinya Takashi Yamazaki sebagai sutradara dan keterlibatan Toho Studios, banyak yang meyakini bahwa film ini menjadi sekuel langsung dari Godzilla Minus One.
Kabar terbaru ini juga memperkuat update yang muncul pada bulan Februari lalu, ketika Takashi Yamazaki sempat memberi bocoran bahwa ia tengah menulis naskah dan mengerjakan storyboard untuk film baru bertema kaiju.
Godzilla Minus Zero bukan satu-satunya film Godzilla yang akan rilis dalam waktu dekat. Versi Godzilla dari MonsterVerse juga dipastikan akan kembali lewat film terbaru berjudul Godzilla x Kong: Supernova yang tayang pada 26 Maret 2027.
Film Godzilla garapan Takashi Yamazaki sebelumnya yang berjudul Godzilla Minus One ini telah menjadi pencapaian besar dalam sejarah franchise tersebut. Dirilis di Jepang pada November 2023, film ini meraup pendapatan lebih dari 7,65 miliar yen.
Godzilla Minus One juga mencatat sejarah di ajang Academy Awards ke-96 dengan memenangkan Piala Oscar untuk kategori Best Visual Effects.
Pencapaian ini menjadikan Godzilla Minus One sebagai film Godzilla pertama yang pernah masuk nominasi Oscar sekaligus film Jepang pertama yang menang dalam kategori tersebut.
Godzilla Minus One sendiri mengisahkan Koichi Shikishima (Ryunosuke Kamiki) yang berprofesi sebagai pilot kamikaze di hari-hari terakhir Perang Dunia II. Ia mendaratkan pesawatnya di Pulau Odo, berpura-pura membutuhkan perbaikan.
Namun, saat berada di sana, seekor makhluk raksasa yang disebut penduduk setempat sebagai Godzilla tiba-tiba menyerang. Shikishima sempat naik ke pesawat tempurnya untuk menembak monster itu, tetapi ia membeku karena ketakutan.
Serangan itu menewaskan semua orang kecuali mekanik Tachibana (Munetaka Aoki), yang kemudian menyalahkan Shikishima atas kematian para tentara tersebut. Dicap sebagai pengecut dan dihantui rasa bersalah, Shikishima pun kembali ke Tokyo yang telah porak-poranda.
Di sana, ia bertemu dengan Noriko (Minami Hamabe), seorang perempuan yang menyelamatkan bayi yatim bernama Akiko. Karena hatinya yang baik, Shikishima mengizinkan keduanya tinggal bersamanya di rumah gubuknya.
Waktu berlalu, suatu ketika datanglah Godzilla yang kini jauh lebih besar wujudnya dan menghancurkan sebagian wilayah Jepang dengan ledakan atom yang dahsyat.
Melihat kekuatan Godzilla yang tak tertandingi, terbentuklah rencana berisiko tinggi untuk melawan. Bersama rekan-rekan lainnya, Shikishima bersiap menghadapi Godzilla dalam pertempuran yang akan menentukan nasib keselamatan rakyat Jepang.
Franchise Godzilla telah dimulai pada tahun 1954 lewat film karya Ishiro Honda berjudul Godzilla, sebuah alegori kelam tentang kehancuran akibat nuklir yang memperkenalkan sosok reptil radioaktif yang kemudian menjadi ikon budaya pop paling legendaris dari Jepang.
Sejak itu, Toho telah memproduksi 33 film Godzilla live-action dalam berbagai era (Showa, Heisei, Millennium, dan kini Reiwa). Sementara studio-studio Amerika telah merilis lima film tambahan, termasuk yang tergabung dalam MonsterVerse garapan Legendary.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
Takut Diremehkan Jadi Aktris, Inde Navarrette Rela Hapus Konten di Twitch
-
Ariana Grande Umumkan akan Hiatus usai Tur Konser Eternal Sunshine Rampung
-
9 Karakter Anime dengan Kisah Masa Lalu Paling Kelam, Ada Akaza hingga Guts
-
Usung Konsep Drama SMA Militer, Serial Minerva Academy Rilis September 2026
Artikel Terkait
-
Jesse Eisenberg Angkat Bicara soal Dirinya Tak Main di The Social Reckoning
-
Sosok Ketiga: Lintrik, Film Horor yang Mengangkat Teror Ritual Pelet
-
Review Film 'My Oxford Year': Asam Garamnya Hidup dan Percintaan
-
Sinopsis Single Salma, Film India Terbaru Huma Qureshi dan Shreyas Talpade
-
Film Terbaik 2025! 'No Other Choice Begitu Gila dan Mengesankan
Entertainment
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya
-
A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?
-
Nostalgia! NCT 127 Renungkan Perjalanan 10 Tahun di Video Trailer Call 127
-
Takut Diremehkan Jadi Aktris, Inde Navarrette Rela Hapus Konten di Twitch
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?