M. Reza Sulaiman | Rizky Pratama Riyanto
Yura Yunita, Idgitaf, Feby Putri - Tutur Batin (Live Session) Episode 8 #MainKeRumah [YouTube/Yura Yunita]
Rizky Pratama Riyanto

Kolaborasi musisi wanita ternama yakni Yura Yunita, Feby Putri, dan Idgitaf berhasil menyanyikan lagu ‘Tutur Batin’ di episode kedelapan #MainKeRumah hingga menuai pujian dari para penonton dan penggemar. Unggahan pada Kamis (6/8/2026) ini terus melaju ke papan atas di peringkat tiga besar pada tren tangga lagu YouTube. Konten yang diproduksi terakhir pada program #MainKeRumah ini per hari Senin (10/8/2026) telah mencapai 600 ribu penayangan dan masih kian bertambah.

Program #MainKeRumah adalah sebuah proyek musik yang digagas oleh Yura Yunita untuk menciptakan ruang hangat sembari berbagi cerita bersama dengan para penggemarnya. Episode penutup dari seri program tersebut berfokus pada pertemuan manis antara tiga musisi populer kaum hawa. Simbol perayaan melalui unggahan seri terakhir ini menunjukkan keberanian wanita dalam mengekspresikan sebuah ketidaksempurnaan diri secara jujur. Tak heran jika banyak penggemar berharap konten kolaborasi tidak berhenti sampai di sini. 

Format lagu yang biasa dibawakan oleh Yura Yunita dengan penuh penghayatan akan artikulasi bernyawa dan kesan percaya diri justru membuat harmonisasi mereka di unggahan kolaborasi tersebut makin jelas memberikan sentuhan melankolis. Perpaduan ketiga suara dengan gaya penyampaian emosi yang berbeda ini terasa saling melengkapi antara satu sama lain, mulai dari vokal yang percaya diri, puitis, dan seakan sedang bercerita justru memberi nuansa haru. Lebih dari itu, kolom komentar konten mereka juga dibanjiri apresiasi bahkan pujian oleh ribuan penonton. 

“Teteh jangan udahan dulu atuh masa terakhir, asik pisan ini series,” tulis akun @kkaceyee.

“Teh gabisa diperpanjang seriesnya? Suka pisan jujur iyeu mah,” tambah akun @nabilarizkita8656.

“Demi apa tiga penyanyi favoritku disatuin semua,” lanjut akun @foryour.shorts.

Pemilihan lagu ‘Tutur Batin’ sebagai penutup program ini tentu saja menyimpan makna mendalam karena menjadi bagian representasi dari visi Yura Yunita dalam berkarya di industri hiburan. Seperti yang telah diketahui, rilisan lagu hampir lima tahun lalu itu memiliki makna mendalam bahwa kita tidak harus menjadi pribadi yang sempurna. Kekurangan yang ada pada diri kita perlu diterima karena hal ini merupakan bagian dari proses mencintai diri sendiri dengan apa adanya. Membawakannya kembali di episode penutup ini pun sukses menghadirkan momen perpisahan yang manis, reflektif, dan menenangkan.

Keindahan kolaborasi antara mereka bertiga tidak hanya terdengar dari harmonisasi suara, melainkan juga terpancar dari interaksi yang muncul di depan kamera. Yura yang tampak memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada Feby dan Idgitaf dalam mengeksplorasi vokal makin menunjukkan adanya suasana yang hangat tanpa ada kesan untuk saling mendominasi. Penampilan ini juga memberi ruang bagi siapa pun yang sedang perlahan belajar menerima dirinya sendiri. 

Antusiasme fantastis dari penonton dan penggemar terhadap konten kolaborasi mereka mulai melahirkan harapan baru. Banyak di antara mereka menginginkan aransemen ‘Tutur Batin’ yang dikolaborasi tidak berhenti di kanal YouTube, tetapi juga harapannya bisa dirilis secara resmi di berbagai platform musik digital ternama. Di samping itu, sebagian dari mereka juga meminta Yura, Feby, dan Idgitaf terus melanjutkan pembuatan proyek ini karena penampilan yang brilian dan menyayat hati.

Dengan demikian, adanya kehadiran kolaborasi antara tiga musisi perempuan terkenal tersebut jelas membuktikan bahwa sebenarnya karya musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai wadah untuk menguatkan perasaan emosional para pendengarnya. Pesan reflektif tentang penerimaan diri sendiri yang disampaikan secara tulus lewat harmonisasi mereka akan berpotensi terus bergema serta memberikan dampak positif bagi generasi muda dalam berkarya. Sinergi seperti inilah yang pada akhirnya membuat panggung musik di Indonesia terasa hidup dan relevan dengan realitanya.