Seorang Psikiater bernama Albert Stunkard adalah orang yang pertama kali menggambarkan night eating syndrome sebagai salah satu variasi penyimpangan perilaku obesitas. Akibatnya sering dipelajari sebagai bagian dari riset tentang obesitas. Dibandingkan dengan penyimpangan perilaku makan yang lain, night eating syndrome termasuk cukup jarang dipelajari.
Penderita Night Eating Syndrome (NES) seringkali makan di malam hari karena percaya bahwa hal itu akan memperbaiki kualitas tidur atau membantu mereka agar tidur nyenyak. Kebanyakan penderitanya merasa kurang nafsu makan pada pagi hari dan sering melewatkan sarapan.
Melansir laman Verywellmind, berikut ini beberapa hal terkait night eating syndrome.
1. Gejala Night Eating Syndrome
Penderita night eating syndrome sering menunjukkan gejala—gejala sebagai berikut: Sering bangun di malam hari untuk makan. Setelah makan malam, penderita night eating syndrome juga masih mengonsumsi makanan secara berlebihan. Adanya keinginan yang besar untuk melakukan tindakan makan di malam hari.
Gangguan makan malam ini bisa berlangsung setidaknya dua kali dalam seminggu dalam jangka waktu tiga bulan. Selain itu, penderita night eating syndrome kerap memperlihatkan gejala kecemasan dan depresi.
2. Gangguan makan yang berkaitan dengan Night Eating Syndrome
Penderita gangguan night eating syndrome seringkali berhubungan dengan gangguan makan yang lain seperti binge eating disorder (gangguan makan berlebihan) dan bulimia nervosa. Hal itu menyebabkan night eating syndrome sering diangap sebagai varian spesifik dari binge eating disorder.
3. Penyebab Night Eating Syndrome
Secara pasti, penyebab night eating syndrome belum diketahui, tetapi beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya gangguan night eating syndrome adalah adanya gangguan pada proses bilologis yang mengatur pola makan dan tidur sesuai siklus alami gelap dan terang.
pada umumnya orang cenderung makan dalam waktu-waktu sedang terjaga yakni pagi dan sore, namun pada penderita night eating syndrome, walaupun pola tidurnya normal namun mengalami pola makan yang tertunda.
Diet juga bisa menjadi pemicu, karena adanya pembatasan makan pada siang hari yang menyebabkan keinginan untuk makan pada malam hari. Ketidakseimbangan hormon juga bisa menyebabkan gangguan pola makan.
4. Penanganan Night Eating Syndrome
Perawatan untuk penderita gangguan night eating syndrome dapat dilakukan dengan terapi dan pengobatan serta strategi lain seperti psychoeducation dan phototherapy. Perawatan ini dilakukan oleh ahli sesuai dengan hasil diagnosa dan penilaian apakah seseorang dinyatakan mengalami ganguan night eating syndrome atau tidak serta jenis penanganan yang paling tepat.
Itulah beberapa hal terkait night eating syndrome, jika kamu atau keluargamu ada yang merasa menunjukkan gejala-gejala night eating syndrome sebaiknya mengunjungi ahli untuk memastikan dan melakukan perawatan yang tepat apabila didiagnosa mengidap night eating syndrome.
Baca Juga
-
3 Cara agar Kamu Tidak Menjadi Korban Hoax, Penting untuk Diketahui!
-
Waspadai Kebiasaan Buruk yang dapat Merusak Rasa Percaya Diri
-
Waspadai Gangguan Tidur, Bisa Menghambat Aktivitas
-
Manfaat Daun Jeruk Purut, Bukan Hanya Pelengkap Bumbu Masakan
-
Pandai Bermain Musik? Mungkin Kamu Memiliki Kecerdasan Musikal
Artikel Terkait
-
Penelitian Ungkap Obesitas Bisa Tingkatkan Risiko 6 Jenis Kanker Berbeda
-
4 Bahaya Tidur Terlalu Lama yang Jarang Disadari, Bisa Meningkatkan Risiko Obesitas!
-
WHO Peringatkan Epidemi Obsitas di Eropa, Berkaitan Dengan Jutaan Kematian
-
Pembatasan Waktu Makan Tidak Efektif bagi Penderita Obesitas, Ini Sebabnya!
-
Studi Zepp Health: Durasi Tidur Global Menurun, Indonesia Hanya 6 Jam 36 Menit di Bawah Rata-rata Global
Health
-
Bukan Mistis! Ini Alasan Kenapa Kamu Sering Lihat Wajah Makhluk Hidup di Benda Mati
-
Apa yang Tersembunyi di Dalam Daun? Mengenal 3 Senyawa Ajaib Tanaman Obat
-
Viral Podcast Raditya Dika: Bongkar Rahasia Bertahan Hidup dari Gigitan Ular
-
Bahaya Tersembunyi di Balik Kemudi: Mengenal dan Mencegah Ancaman Microsleep
-
Membedah Fenomena Bedtime Procrastination: Ketika 'Lima Menit Lagi' Merampas Waktu Tidur
Terkini
-
Giliran Beli Rumah Disebut MBR, Giliran Bayar Pajak Dianggap Kaya Raya
-
Bahaya! ATEEZ Terjebak dalam Pesona Magnetis dan Memabukkan di Lagu Bad
-
Di Bawah Rp30 Ribu! 5 Brightening Serum Aman untuk Pemula Atasi Kulit Kusam
-
Review Jack Ryan: Ghost War, Saat Sang Agen Menghadapi Musuh Masa Lalunya
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang