Sulit tidur memang hampir pernah dialami oleh setiap orang. Jika hanya terjadi sesekali dan tidak berdampak pada aktivitas sehari-hari masih bisa dikategorikan normal. Tetapi apabila kondisi sulit tidur sudah bersifat kronis dan menyebabkan kelelahan serta menghambat aktivitas, ada kemungkinan orang tersebut mengalami gangguan tidur.
Melansir laman Healthline, beberapa tanda gangguan tidur dapat berupa hal-hal sebagai berikut:
- Secara konsisten membutuhkan lebih dari 30 menit agar bisa tertidur.
- Rasa lelah dan mudah marah.
- Sering tidur berkepanjangan pada siang hari.
- Sering terbangun berkali-kali di tengah malam dan tetap terjaga selama berjam-jam.
- Sulit berkonsentrasi pada saat beraktiivitas siang hari.
- Kadang-kadang jatuh tertidur pada saat yang tidak tepat, misalnya sedang membaca atau menonton televisi.
- Saat tidur seringkali mendengkur dengan keras atau napas yang tidak teratur.
- Kadang-kadang sering kesemutan.
- Pada siang hari kerap membutuhkan stimulan agar tetap terjaga, misalnya kafein.
Cara untuk mengetahui apakah kamu mengalami gangguan tidur, adalah dengan cara diagnosa mandiri dan atau diagnosa medis.
Diagnosa mandiri dapat dilakukan dengan cara membuat jurnal harian. Dalam jurnal harian itu, catat berapa jam waktu tidur, kualitas tidur dan faktor-faktor yang mungkin memengaruhi tidur kamu. Kamu perlu mencatat apa yang kamu konsumsi, kegiatan yang kamu kerjakan termasuk olahraga dan juga waktu tidur siang. Tuliskan pula apa yang kamu rasakan di pagi hari setelah bangun dan sepanjang harinya.
Setelah beberapa minggu, periksa jurnal tidurmu dan cermati pola atau perilaku yang tercatat. Biasanya kamu akan menemukan beberapa kebiasaan yang mungkin memengaruhi kualitas tidur kamu. Dari jurnal-jurnal tersebut kamu bisa melakukan penyesuaian-penyesuaian. Akan lebih baik jika kamu mendiskusikan hal tersebut dengan dokter.
Diagnosa medis dilakukan oleh dokter. Kemungkinan dokter akan menanyakan tentang stres yang mungkin kamu alami, konsumsi kafein, obat yang kamu minum juga gaya hidup yang mungkin memberi efek pada aktivitas tidur kamu. Dokter akan mengambil tindakan yang diperlukan berdasarkan diagnosa yang diperoleh, termasuk melakukan observasi fisik.
Gangguan tidur bisa disebabkan oleh kondisi medis dan juga non medis seperti pola tidur yang buruk, gaya hidup, stres dan juga masalah diet. Penanganan dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Yang sebaiknya dilakukan adalah memperhatikan kebiasaan sehari-hari atau gaya hidup selain memeriksa kondisi fisik apabila disinyalir terdapat gangguan kesehatan.
Baca Juga
-
3 Cara agar Kamu Tidak Menjadi Korban Hoax, Penting untuk Diketahui!
-
Waspadai Kebiasaan Buruk yang dapat Merusak Rasa Percaya Diri
-
Manfaat Daun Jeruk Purut, Bukan Hanya Pelengkap Bumbu Masakan
-
Pandai Bermain Musik? Mungkin Kamu Memiliki Kecerdasan Musikal
-
7 Buah dan Sayuran yang Kaya Akan Vitamin K, Kenali Manfaatnya!
Artikel Terkait
Health
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
-
Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem
-
Anxiety Tidak Berbahaya, Itu Tandanya Sistem Tubuhmu Sedang Update
-
Kabar Duka Dokter Muda Tewas Akibat Campak: Bukan Sekadar Penyakit Anak-Anak!
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
Terkini
-
Selamat Datang di Era Satu Pekerjaan Saja Tidak Cukup untuk Bertahan Hidup
-
Tayang Paruh Kedua, Drakor Father's Home Cooking Resmi Rilis Jajaran Pemain
-
Review Film Case 137: Drama Prosedural yang Menyentuh Hati dan Akal Sehat
-
Kalau Kamu Bukan HRD atau Calon Mertua, Tolong Jangan Tanya soal Gaji Saya
-
Di Balik Angka yang Disebut Cukup: Senyum di Luar, Pusing Hitung Sisa Saldo Kemudian