Secara global penyakit endometriosis ini telah mempengaruhi 1 dari 10 orang wanita usia poduktif di seluruh dunia, atau sekitar 200 juta orang wanita di dunia memiliki endometriosis seperti yang dikutip pada laman Alomedika.com.
Penyakit endometriosis terjadi akibat jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim, seperti ovarium, perut, usus, ataupun vagina.
Endometrium pada dasarnya merupakan jaringan yang melapisi dinding rahim dan akan menebal agar menjadi tempat menempelnya sel telur. Akan tetapi, ketika terjadinya menstruasi, lapisan ini akan luruh menjadi darah mens.
Pada kasus endometriosis, jaringan ini tidak ikut luruh saat proses mens, karena tidak berada pada posisi asalnya. Hal ini lantas mengakibatkan peradangan yang memicu nyeri pada panggul hingga kemandulan.
Secara keilmuan gizi, diet atau pengaturan konsumsi makanan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala atau tingkat keparahan penyakit. Mengutip dari laman Healthline.com, berikut ulasan tentang diet endometriosis tersebut.
1. Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Omega 3
Asam lemak omega 3 dalam makanan berfungsi sebagai anti inflamasi yang dapat mengurangi tingkat peradangan akibat endometriosis. Penelitian menunjukkan bahwa omega 3 dapat menghambat pertumbuhan jaringan endometrium dalam studi tabung reaksi.
Selain itu, berdasarkan studi observasional menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi omega 3 dalam jumlah tinggi pada asupan makanannya memiliki kemungkinan 22 persen lebih kecil untuk terjangkit endometriosis.
Jenis makanan yang mengandung omega 3, meliputi berbagai jenis ikan, seperti tuna, kembung, salmon. Selain itu, terdapat pula pada kacang kenari, kacang kedelai, serta tiram.
2. Hindari Konsumsi Makanan yang Mengandung Lemak Trans
Lemak trans berasal dari minyak sawit yang dipanaskan secara berulang pada suhu tinggi. Lemak trans ini juga sering dijadikan pengawet dan perenyah oleh produsen makanan ringan kemasan.
Pada wanita, makanan yang mengandung lemak trans ini patut dihindari karena akan meningkatkan risiko hingga 48 persen untuk terjangkit endometriosis serta mempercepat pertumbuhannya. Untuk itu Anda dapat membaca label pada kemasan makanan mengenai ada tidaknya kadar lemak trans yang terkandung dalam makanan kemasan tersebut.
Selain itu, berbagai jenis gorengan juga mengandung lemak trans, akibat penggunaan minyak goreng secara berulang dengan suhu yang tinggi.
3. Mengurangi Asupan Daging Merah
Mengonsumsi daging merah dalam jumlah yang tinggi akan meningkatkan kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita. Hormon tersebut berkaitan dengan pertumbuhan jaringan endometrium. Oleh karena itu, dengan mengurangi konsumsi daging merah akan membuat kadar hormon estrogen tetap stabil.
4. Utamakan Konsumsi Buah, sayur, serta biji - bijian
Mengonsumsi berbagai jenis buah serta sayuran yang mengandung antioksidan, mampu mencegah serta mengatasi peradangan serta mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan oleh endometriosis.
Selain itu, buah, sayur, serta biji - bijian mengandung serat yang dapat membantu menurunkan kadar estrogen berlebih, dengan demikian akan membantu mengurangi pertumbuhan jaringan endometrium yang berada di luar rahim.
5. Kurangi Konsumsi Makanan Olahan
Berbagai jenis makanan olahan, seperti sosis, kornet, kue kering, kerupuk, keripik, serta bakso mengandung lemak jahat yang tinggi dan dapat memicu rasa nyeri serta peradangan. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengurangi konsumsi makanan olahan tersebut.
Itulah 5 tips diet bagi penderita endometriosis. Tetap konsultasikan diri kedokter mengenai kondisi medis yang dialami. Semoga bermanfaat bagi pembaca.
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
Manfaat Lemon Sebagai Sumber Serat yang Baik untuk Tubuh
-
5 Rekomendasi Sarapan Tinggi Protein, Cocok Buat si Pejuang Diet!
-
4 Tanda Utama Program Diet yang Anda Jalani Hanya Buang Uang dan Energi
-
4 Makanan Pantang Dimakan Setelah Jam Empat Sore
-
5 Faktor yang Paling Memengaruhi Penurunan Berat Badan, Pejuang Diet Wajib Tahu!
Health
-
Bikin Wangi dan Terasa Lembut di Kulit, Bedak Bayi Berisiko Ganggu Paru-paru Nanti
-
Habis Sahur Tidur Lagi? Ternyata Buat Pola Tidur dan Metabolisme Berantakan
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Bebas Lemas Sampai Lebaran: Rahasia Menu Sahur Rendah Gula ala Ibu Cerdas!
-
Jangan Asal Es Buah! Ini Cara Buka Puasa yang Benar Menurut Dokter Tirta
Terkini
-
Dari Rumah Penuh Konflik ke Puncak Kesuksesan: Transformasi Jennifer Lawrence di Film Joy
-
Ulasan Film Na Willa: Nostalgia Hangat yang Bikin Rindu Masa Kecil
-
Seiyu Awards 2026 Umumkan Pemenang, VA Denji Chainsaw Man Bawa Pulang Piala
-
Film Dream Animals: The Movie, Hewan Lucu Selamatkan Dunia Camilan
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?