Pada umumnya bayi dan anak di bawah usia 3 tahun kerap menangis atau menolak ketika harus berada jauh atau terpisah dari orang tuanya. Hal tersebut adalah wajar dan biasa terjadi pada anak-anak usia tersebut.
Namun jika sudah menginjak usia 3 tahun atau lebih, perlahan-lahan anak mulai terbiasa dengan kondisi jika harus terpisah dari orang tuanya.
Masalah muncul ketika anak terus menerus merasa cemas bahkan tantrum ketika terpisah dari orang tuanya, kondisi tersebut bisa mengarah pada gejala separation anxiety disorder (SAD).
Melansir dari Healthline, separation anxiety disorder adalah suatu kondisi gangguan kecemasan yang dialami anak-anak ketika harus berada jauh dari orang tua atau pendamping yang menyebkan beberapa gejala seperti di bawah ini.
1. Tidak bisa jauh dari orang tua
Gejala yang sering terlihat dari separation anxiety disorder adalah ketika anak tidak bisa lepas dan jauh dari orang tuanya, anak kerap menempel terus mengikuti kemanapun orang tuanya pergi.
Jika anak harus terpisah dari orang tuanya, maka ia akan langsung mengalami kecemasan dan terus menangis.
2. Menolak untuk berpisah
Sebisa mungkin anak dengan kecenderungan separation anxiety disorder akan melakukan penolakan jika akan berpisah dari orang tuanya. Ia akan menunjukkan emosi yang meluap-luap jika akan ditinggal oleh orang tuanya.
3. Selalu mengikuti ke mana orang tuanya pergi
Mengalami kecemasan ketika orang tuanya tidak ada, maka anak dengan kondisi cemas tersebut selalu mengikuti ke mana orangtuanya pergi, walaupun hanya di dalam rumah saja, anak tersebut kerap tidak ingin lepas dari orang tuanya.
4. Menolak pergi ke sekolah
Anak menolak pergi ke sekolah karena merasa tidak bisa jauh dari orang tuanya. Akibatnya ia memiliki hasil akademis yang kurang baik karena kerap tidak masuk sekolah.
5. Tidak mau tidur sendiri
Merasa nyaman jika terus berada di sisi orang tuanya, maka pada waktunya tidur anak tersebut tidak mau sendiri di kamarnya jika tidak bersama-sama dengan orang tuanya.
6. Muncul gejala fisik
Tidak hanya masalah psikis, kondisi kecemasan pada anak tersebut dapat mengakibatkan gejala fisik seperti sakit kepala, pusing bahkan sakit perut.
Orang tua patut waspada jika anak anda mengalami gejala separation anxiety disorder seperti yang disebutkan di atas Jika gejala yang ditimbulkan semakin parah dan mengganggu sang anak, segera konsultasikan kepada psikolog atau profesional yang ahli dibidangnya.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
Terungkap! Motif Armor Toreador Lakukan KDRT ke Cut Intan Nabila, Polisi Dalami Kasus
-
Video Detik-detik Penangkapan Armor Toreador Usai Viral Lakukan KDRT pada Cut Intan Nabila
-
Armor Toreador Terlilit Utang Miliaran Rupiah, Alvin Faiz Jadi Korban
-
Kartika Putri Murka Disebut Hijrah karena Takut Ketahuan Prostitusi: Fitnahan Terkejam!
-
Selebgram Cut Intan Nabila Alami KDRT, Unggahan Sebelumnya Diduga Jadi Kode
Artikel Terkait
Health
-
Bikin Wangi dan Terasa Lembut di Kulit, Bedak Bayi Berisiko Ganggu Paru-paru Nanti
-
Habis Sahur Tidur Lagi? Ternyata Buat Pola Tidur dan Metabolisme Berantakan
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Bebas Lemas Sampai Lebaran: Rahasia Menu Sahur Rendah Gula ala Ibu Cerdas!
-
Jangan Asal Es Buah! Ini Cara Buka Puasa yang Benar Menurut Dokter Tirta
Terkini
-
Lebaran Era Baru: Hentikan Pertanyaan Basa-basi Perusak Makna Silaturahmi
-
Review Film Pawn: Jangan Nonton Kalau Nggak Siap Baper soal Keluarga
-
Lebaran Ala Mahasiswa: Antara Silaturahmi sama Saudara dan Salaman sama Tugas
-
Bosan dengan Kue Kering? Coba 5 Dessert Hits Ini untuk Hampers Lebaran!
-
Bosen Nangis Pas Masak? Ini 5 Siasat Ngiris Bawang Biar Mata Gak Kelilipan Air Mata