Vape adalah sejenis rokok elektrik yang lebih modern dibanding rokok bakar tembakau biasa. Terdapat 3 komponen utama dalam vape, yakni baterai, elemen pemanas dan tabung yang berisi cairan.
Cairan yang ada dalam tabung vape itu berisi nikotin, propilen glikol atau gliserin dan juga penambah rasa. Cara kerja vape yaitu dengan memanaskan cairan yang ada di dalam tabung tersebut kemudian menghasilkan uap yang mengandung zat kimia.
Banyak yang mengira menghisap vape tidak berbahaya seperti rokok tembakau, apakah benar demikian? Bahkan tidak sedikit wanita yang kini mulai ikut tren menghisap vape tersebut.
BACA JUGA: Sering Dianggap Aman, Berikut 4 Bahaya Rokok Elektrik
Lalu apa dampak yang bisa ditimbulkan jika wanita menghisap vape? Dilansir dari Halodoc berikut dampak menghisap vape bagi wanita.
1. Kesuburan terganggu
Menghisap vape secara berlebihan bisa berdampak pada kesuburan wanita, hal tersebut terjadi karena berbagai zat kimia yang terkandung dalam vape bisa mempengaruhi produksi hormon yang bisa membuat wanita sulit hamil.
Selain sel telur yang bisa rusak akibat terus menghisap vape, maka keguguran juga bisa terjadi. Tidak hanya itu saja, vape bahkan bisa menyebabkan menopause pada wanita.
2. Berdampak buruk pada janin yang dikandung
Menghisap vape jangka panjang saat kehamilan bisa berdampak buruk bagi janin. Zat bahaya seperti nikotin bisa berisiko merusak paru-paru dan otak janin yang sedang berkembang.
Karena itu sebisa mungkin hindarilah menghisap rokok tembakau maupun vape saat sedang hamil.
3. Masalah paru-paru
Peradangan, oksidasi, toksisitas, adalah contoh masalah paru-paru yang disebabkan oleh mengendapnya berbagai zat kimia dalam organ paru-paru akibat menghisap vape. Lebih jauh vape juga bisa menyebabkan nyeri dada hingga sesak napas dan bisa berakhir pada gagal napas.
4. Risiko kanker
Formaldehida adalah satu zat yang digunakan sebagai pengawet dan kerap digunakan sebagai zat tambahan untuk beberapa bahan bangunan, zat formaldehida tersebut juga terkandung dalam vape dan jika terhirup bisa meningkatkan risiko kanker.
Banyak yang salah mengira jika menghisap vape jauh lebih sehat dibanding menghisap rokok tembakau, namun nyatanya vape juga bisa menimbulkan risiko yang tidak baik bagi kesehatan, terutama wanita. Salah satu jalan terbaik yang bisa dipilih ialah menghentikan kebiasaan menghisap rokok tembakau maupun vape.
Sehat itu mahal, karena itu lebih baik mencegah daripada mengobati, yuk mulai hidup sehat dan rasakan manfaatnya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
FOMO Beli HP Mahal: Rela Utang Demi Gengsi
-
Mulai Rp21 Jutaan, iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur dengan Kapasitas Tembus 2TB!
-
Apple Resmi Luncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Segini Harganya
-
Trailer Film Artificial Dirilis, Tampilkan Sisi Gelap Teknologi AI
Artikel Terkait
-
Kronologi Wanita di Sorong Dituduh Penculik Anak Diarak Setengah Bugil hingga Dibakar
-
Polisi Bongkar Makam Siti, TKW Korban Serial Killer Aki Wowon Cs di Garut untuk di Autopsi
-
Wanita Ini 100% Yakin Bunda Corla Adalah Seorang ....
-
Hotman Paris Sindir Pengacara R yang Tak Bayar Wanita Open BO, Warganet Duga Razman Nasution
-
Kronologi Wanita di Sorong Ditelanjangi, Dianiaya dan Dibakar Hidup-hidup: Diduga ODGJ
Health
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'
-
Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri
-
Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"
-
Dokter Tirta Bagikan Tips agar Tetap Aman di Tengah Paparan Abu Vulkanik
Terkini
-
Menjaga Daya Kritis Gen Z, Suara.com dan Bulaksumur UGM Gelar Gen Z Impact
-
5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai
-
BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?