Penampilan yang ideal tentunya merupakan dambaan setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan. Selain berguna sebagai peningkat rasa kepercayaan diri, bentuk tubuh ideal juga memiliki manfaat dalam ranah kesehatan dan maksimalnya aktivitas tubuh. Salah satu permasalahan yang seringkali menghinggapi beberapa orang perihal bentuk tubuh ideal adalah perut yang membuncit.
BACA JUGA: Kenali 5 Gejala Stroke, Lakukan Penanganan Sedini Mungkin
Perut membuncit umumnya bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari kondisi hormon ataupun aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari dapat membuat seseorang memiliki perut yang membuncit. Tentunya memiliki perut yang buncit selain kurang enak dilihat, juga dapat mengganggu aktivitas tubuh dan beresiko berpengaruh terhadap kesehatan. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk terhindar dari munculnya perut yang membuncit.
1. Rutin Berolahraga
Satu hal yang menjadi acuan utama dalam menghindari munculnya perut yang membuncit adalah rutinitas olahraga. Dilansir dari situs hellosehat.com, perut membuncit umumnya disebabkan oleh lemak visceral yang menumpuk di area bawah kulit yang disebabkan jarangnya melakukan rutinitas olahraga. Lemak ini umumnya cukup mudah terbakar apabila seseorang melakukan olahraga dengan intensitas yang cukup tinggi seperti melakukan olahraga kardio ataupun aerobik.
Usahakan setiap hari kamu dapat meluangkan waktumu untuk berolahraga sekitar 20-30 menit. Pola olahraga yang kamu lakukan bisa fokus ke menghilangkan lemak perut seperti plank, sit-up atau jenis olahraga lainnya. Kamu juga bisa mengkombinasikannya dengan latihan ketahanan dalam proses olahraga tersebut. Selain dapat menghilangkan perut buncit, olahraga semacam aerobik juga dapat menyehatkan kondisi jantung.
2. Atur Asupan Nutrisi Harian
Salah satu yang dapat menjadi acuan dalam menghindari perut buncit adalah dalam mengatur pola asupan nutrisi harian. Ketika kamu melakukan makan besar, usahakan porsi serat dan protein lebih dominan daripada karbohidrat seperti nasi atau roti. Kamu juga bisa mengkombinasikannya dengan buah-buahan dalam porsi makanmu. Serat dapat menekan lapar lebih lama sekaligus memperlancar pencernaan.
BACA JUGA: Payudara Tasya Kamila Bergerenjal dan ASI Tersumbat, Bisakah Diatasi dengan Pijat Laktasi?
Protein juga dapat pula memberikan rasa kenyang yang lebih lama terhadap tubuh. Selain itu, kamu juga perlu menghindari mengkonsumsi camilan atau makanan tinggi gula dan kalori semacam gorengan, donat atau olahah tepung lainnya. Usahakan menggantinya dengan makanan rendah kalori atau buah-buahan. Selain itu, jangan lupa untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga metabolisme tubuh.
3. Hindari Stres dan Kurang Tidur
Tingkat stress yang cukup tinggi juga dapat berpengaruh terhadap risiko perut yang membuncit. Dilansir dari situs hellosehat.com, ketika stress umumnya tubuh seseorang akan meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat memicu nafsu makan tinggi, terutama dalam mengkonsumsi makanan manis dan tinggi kalori. Selain itu, menurut beberapa penelitian peningkatan hormon kortisol juga dapat memicu meningkatnya kadar lemak dalam tubuh.
Selain itu, kurang tidur atau istirahat juga dapat memicu seseorang memiliki nafsu makan yang tinggi. Hal ini disebabkan tubuh dipaksa bekerja lebih dari waktu yang seharusnya sehingga memerlukan asupan nutrisi yang berlebih pula. Hal ini seringkali dibarengi dengan rasa ingin mengkonsumsi makanan manis atau tinggi kalori. Maka dari itu, usahakan dirimu tetap menjaga waktu tidurmu dan menjaga tingkat stresmu di batas normal.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
Artikel Terkait
Health
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
-
Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem
-
Anxiety Tidak Berbahaya, Itu Tandanya Sistem Tubuhmu Sedang Update
Terkini
-
Wacana Tutup Prodi: Solusi Relevansi atau Kedok Kegagalan Negara?
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Bosan Helm Pasaran? Cargloss Chips Highway Patrol Usung Gaya Polisi 80-an
-
Bisikan dari Rimbun Bambu di Belakang Rumah