Hipermenorea didefinisikan sebagai kondisi pendarahan menstruasi yang berlangsung dalam waktu lebih lama dari biasanya, yakni lebih dari 7 hari. Pada kondisi ini pula, darah juga akan keluar lebih banyak sehingga dikategorikan sebagai gangguan menstruasi, seperti dikutip dari Mayo Clinic.
Hipermenorea juga memiliki tanda dan gejala khusus yang perlu kamu pahami, yakni, kram perut secara terus menerus, keluarnya gumpalan darah pekat berwarna merah muda, merah, ataupun coklat, tubuh terasa lelah hingga mengalami sesak, serta Kehilangan lebih dari 80 mililiter darah sehingga sering mengganti pembalut atau tampon, setidaknya satu jam sekali atau lebih dalam satu hari, seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic. Lantas apa saja faktor penyebab terjadinya hipermenorea ini? Melansir dari Healthline.com berikut diantaranya.
1. Gangguan Hormon
Adanya gangguan hormon saat terjadinya menstruasi akan membuat lapisan dinding rahim menjadi terlalu tebal sehingga membuat waktu menstruasi menjadi lebih lama dari biasanya.
2. Tanda Kehamilan Tidak Normal
Tanda awal kehamilan seringkali tidak disadari oleh beberapa wanita, karena memiliki ciri yang mirip dengan menstruasi. Akan tetapi, jika jumlah darah yang keluar lebih banyak, maka ada kemungkinan bahwa hal itu menunjukkan adanya tanda kehamilan tidak normal seperti keguguran ataupun kehamilan ektopik.
BACA JUGA: Lagi-lagi! Nakes Berulah Bikin Konten Bedakan Pasien BPJS Vs Umum, Netizen: Sakit Hati Banget
3. Fibroid
Fibroid merupakan pertumbuhan jaringan otot rahim yang tidak tergolong kanker namun dikategorikan sebagai tumor jinak. Namun, adanya fibroid ini bisa memicu pendarahan berat saat menstruasi dan terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama.
4. Kanker
Kanker juga menjadi salah satu penyebab terjadinya hipermenorea, terutama pada kasus kanker serviks. Kondisi ini biasanya juga diikuti dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, nyeri perut bagian bawah, dan terasa ada benjolan di area perut bawah.
Selain tanda, gejala, serta penyebab terjadinya hipermenorea, kita juga perlu memahami bagaimana cara mengatasi kondisi medis ini terutama dalam hal penanganan awalnya, yakni dengan mengompres bagian perut bawah yang mengalami kram untuk meminimalisir rasa sakit, minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, serta mencegah stres, seperti dikutip dari Alodokter.
Selain itu kamu juga perlu berkonsultasi kedokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
Bukan Cuma Pria, Ejakulasi Dini Juga Bisa Dialami Wanita Loh! Dokter Boyke Ungkap Cirinya
-
Ada Mikasa Ackerman, Ini 5 Karakter Wanita Terbaik di Anime 'Attack on Titan'
-
Tak Ingin Disebut Berubah, Aming Ngaku Keputusannya Hijrah Secara Spontan
-
CEK FAKTA: Geni Faruk Sebut Fuji Wanita Murahan, Haji Faisal Murka, Benarkah?
-
Siapa Bilang Wanita Tak Boleh Cari Jodoh? Justru Begini Kata Buya Yahya
Health
-
Begadang Demi 'Me Time'? Awas Jeda Palsu yang Bikin Makin Lelah
-
Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda
-
Titik Koma di Ibu Kota: Tempat Semesta Menyelamatkan Kita dari Ketergesaan
-
Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?
-
Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda
Terkini
-
Tambah Daftar Prestasi, We Are Aliens Menang di Festival Film Sitges 2026
-
Rahasia Gelap di Balik Penculikan Anak Politikus dalam Film Animals
-
Ulasan The Early Spring: Akting Kece dan Puppy Eyes Gemas ala Jing Bo Ran
-
Menyelami Makna Hidup dalam Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi
-
Karhutla Tak Bisa Ditangani dengan Konferensi Pers dan Ajakan Gotong Royong