Kopi adalah minuman yang populer di seluruh dunia, tetapi sebaiknya dikonsumsi dengan bijak dan sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan.
Bagi orang dewasa, kopi dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki mood, dan mengandung antioksidan.
Namun, ketika datang ke balita dan anak-anak muda, kopi seharusnya tidak dijadikan sebagai minuman pilihan. Dikutip dari laman jurnal Pubmed, AKG FKM UI, dan aacap.org, berikut ini dampak negatif yang timbul jika kopi di konsumsi oleh balita. Yuk simak!
1. Sistem Saraf yang Masih Berkembang
Pada usia balita, sistem saraf dan otak masih dalam tahap perkembangan pesat. Kandungan kafein dalam kopi dapat memiliki dampak yang lebih besar pada sistem saraf yang sedang berkembang ini.
Kafein dapat menyebabkan gangguan tidur, ketidakstabilan emosi, dan bahkan masalah perilaku pada anak-anak muda. Kafein bekerja sebagai stimulan dan dapat menyebabkan efek samping seperti peningkatan detak jantung, meningkatkan tekanan darah, dan gangguan pencernaan yang bisa sangat mengganggu bagi balita.
2. Gangguan Tidur
Salah satu dampak paling jelas dari memberi kopi pada balita adalah gangguan tidur. Kafein dapat mengganggu pola tidur mereka dan menyebabkan kesulitan tidur di malam hari.
Pola tidur yang buruk pada balita dapat berdampak negatif pada pertumbuhan, perkembangan otak, dan kesehatan secara keseluruhan. Anak-anak memerlukan tidur yang cukup dan berkualitas untuk memfasilitasi pertumbuhan otak pada tubuh mereka.
3. Gangguan Pencernaan
Saluran pencernaan balita juga masih dalam tahap perkembangan, sehingga tidak dapat menangani kafein dengan baik. Kafein dapat menyebabkan masalah seperti kembung, gas, mual, dan diare pada anak-anak.
Kebanyakan balita belum memiliki toleransi terhadap kafein, dan pemberian kopi atau minuman kafein lainnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah pencernaan.
4. Ketidakseimbangan Gizi
Memberi kopi pada balita dapat mengganggu asupan gizi mereka. Balita membutuhkan nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Ketika mereka mengonsumsi kopi, mereka mungkin kehilangan selera makan dan kurang tertarik untuk makan makanan yang sehat dan bergizi. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi dan berdampak negatif pada kesehatan mereka secara keseluruhan.
Menghindari memberi kopi pada balita adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan dan perkembangan mereka.
Kafein pada usia yang sangat muda dapat menyebabkan gangguan tidur, masalah pencernaan, dan ketidakseimbangan gizi, serta mengganggu sistem saraf dan perkembangan otak.
Baca Juga
-
Bukan Kualitas, Tapi Stereotip yang Kadang Halangi Perempuan Menjadi Pemimpin
-
Mengulik Pacaran dalam Kacamata Sains dan Ilmu Budaya
-
Apakah Hari Kartini Menjadi Tameng Emansipasi oleh Kaum Wanita?
-
Tamat! Ini 3 Momen Menyakitkan bagi Noh Young Won di Bitter Sweet Hell
-
Siap-Siap Emosi! 3 Drama Korea Ini Sepanas Film Ipar adalah Maut
Artikel Terkait
-
Profil Dokter Makmur Surudji, Pemukul Balita 3 Tahun di Makassar
-
Tingkatkan Produk Pertanian Kopi, Kopi Temanggung Diharapkan Mampu Kuasai Pasar Internasional
-
4 Rekomendasi Kedai Kopi Pilihan Anak Muda Pontianak Harga Bersahabat!
-
6 Fakta Viral Oknum Dokter Aniaya Balita Gegara Catur: Pelaku Pensiunan ASN dan Petinggi RS
-
PKK Sulsel Luncurkan Buku Resep Olahan Ikan untuk Balita
Health
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
-
The Power of Nature: Cara Sederhana Menghilangkan Stres dengan Kembali ke Alam
-
Minum Air Putih Saat Menstruasi, Bukan Sekadar Mitos dan Bisa Redakan Nyeri Haid
-
Dr. Tirta Luruskan Isu Asam Lambung Picu Mati Mendadak yang Ramai di Medsos
-
Gara-Gara Telat Ngopi, Aku Terjebak Caffeine Withdrawal Syndrome
Terkini
-
Harga Sebuah Peluang: Mengapa Pengambil Risiko Lebih Sering Menang dalam Perlombaan Karier?
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana
-
Film Jangan Seperti Bapak: Drama Aksi yang Sarat Pesan Keluarga