Polusi udara menjadi salah satu masalah lingkungan yang semakin serius di berbagai belahan dunia termasuk Jakarta. Polusi udara terjadi ketika substansi berbahaya seperti partikel-partikel kecil, gas-gas beracun, dan bahan kimia lainnya terlepas ke udara yang kita hirup setiap hari.
Dampak negatif polusi udara tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga sangat berdampak pada kesehatan tubuh manusia. Dilansir dari laman ncbi nlm dan niehs, berikut adalah 6 dampak polusi udara bagi kesehatan tubuh yang perlu kita waspadai.
BACA JUGA: 3 Cara Menjaga Kesehatan Kulit agar Glowing, Konsumsi Sayur dan Buah Ya!
1. Gangguan Pernapasan
Partikel-partikel kecil dan zat-zat kimia berbahaya dalam udara dapat merusak saluran pernapasan. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru dan saluran napas. Hal ini juga dapat memicu atau memperburuk kondisi seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
2. Penyakit Kardiovaskular
Polusi udara telah terbukti terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Partikel-partikel polusi udara dapat masuk ke aliran darah dan merusak dinding pembuluh darah, memicu peradangan, dan mempengaruhi fungsi jantung. Ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan bahkan serangan jantung.
3. Gangguan Fungsi Paru-paru
Jangka panjang terhadap polusi udara dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan paru-paru. Ini dapat mengurangi kapasitas paru-paru untuk menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, mengganggu pertukaran gas yang esensial untuk kehidupan.
BACA JUGA: 5 Cara Ampuh Mengatasi Telat Haid pada Remaja Putri, Pernah Mengalaminya?
4. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan
Polusi udara dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri yang menyerang saluran pernapasan. Polusi udara juga dapat membantu penyebaran infeksi, seperti flu, pneumonia, dan infeksi saluran pernapasan atas.
5. Risiko Kesehatan Anak-anak
Anak-anak adalah kelompok rentan terhadap dampak polusi udara karena sistem pernapasan dan pertumbuhan mereka yang masih berkembang. Jangka panjang terhadap polusi udara dapat mengganggu perkembangan paru-paru, meningkatkan risiko asma, mengganggu perkembangan otak, dan berkontribusi pada masalah kesehatan sepanjang hidup.
6. Risiko Kanker
Beberapa zat kimia berbahaya yang terdapat dalam polusi udara, seperti partikel-partikel ultrafine dan senyawa kimia karsinogenik, dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru dan kanker lainnya. Paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat memicu perubahan seluler yang berpotensi memicu pertumbuhan sel-sel kanker.
Menggunakan masker pelindung saat udara tercemar, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi, dan mendukung kebijakan lingkungan yang berkelanjutan adalah beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk mengurangi dampak negatif polusi udara bagi kesehatan tubuh.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bukan Kualitas, Tapi Stereotip yang Kadang Halangi Perempuan Menjadi Pemimpin
-
Mengulik Pacaran dalam Kacamata Sains dan Ilmu Budaya
-
Apakah Hari Kartini Menjadi Tameng Emansipasi oleh Kaum Wanita?
-
Tamat! Ini 3 Momen Menyakitkan bagi Noh Young Won di Bitter Sweet Hell
-
Siap-Siap Emosi! 3 Drama Korea Ini Sepanas Film Ipar adalah Maut
Artikel Terkait
-
Mulai Senin, Pemprov DKI Bakal Terapkan WFH untuk ASN Selama Dua Bulan untuk Tekan Polusi Udara
-
Wujudkan Masyarakat yang Lebih Sehat, Smartfren dan Yayasan Buddha Tzu Chi Gelar Pengobatan Gratis di Kulon Progo
-
5 Dampak Negatif Kecanduan Media Sosial bagi Kesehatan Fisik dan Mental
-
Menko Luhut Ungkap Rencana Pengadaan Masker Canggih Hadapi Polusi Udara
-
4 Manfaat Penggunaan Siwak bagi Kesehatan Gigi dan Mulut
Health
-
Bahaya Tersembunyi di Balik Kemudi: Mengenal dan Mencegah Ancaman Microsleep
-
Membedah Fenomena Bedtime Procrastination: Ketika 'Lima Menit Lagi' Merampas Waktu Tidur
-
"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya
-
Ancaman Tersembunyi Social Smoking: Dari Ikut-Ikutan Bisa Menuju Ketergantungan Loh!
-
Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia