Kondisi kemarau panjang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir memberi dampak pada penurunan kualitas udara. Bukan hanya itu, polusi yang selalu menjadi masalah klasik pun turut memengaruhi kondisi udara yang semakin tidak sehat. Dampak dari kualitas udara yang buruk terhadap seluruh ekosistem, manusia, tumbuhan, hewan, dan perekonomian akhirnya menumbuhkan kesadaran untuk melindungi diri yang kuat.
Dari mana asal polusi udara?
Polusi udara adalah campuran partikel dan gas berbahaya di udara dimana sumbernya sendiri cukup bervariasi, baik penyebab alami maupun buatan manusia. Ada polusi yang dilepaskan langsung ke udara, sementara lainnya terbentuk saat berbagai polutan bercampur.
Sumber polusi udara alami seringkali berasal dari kebakaran hutan, gunung berapi, dan badai debu. Di sisi lain, sumber polusi udara yang disebabkan oleh manusia mencakup emisi dari pabrik, mobil, dan pembangkit listrik.
Mengapa polutan berbahaya?
Ada beberapa alasan mengapa paparan kualitas udara yang tidak sehat dalam jangka panjang bisa berbahaya. Dampak paling penting dan gejala kualitas udara tidak sehat meliputi gangguan pernafasan, masalah kardiovaskular, bersin, tenggorokan gatal dan alergi, batuk, asma atau sesak napas, kelelahan, kanker, hingga kematian dini.
Lalu, bagaimana cara melindungi diri dari udara dan polusi yang tidak sehat?
Kondisi udara yang terpapar polusi akhirnya menimbulkan pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat diambil untuk melindungi diri sendiri, berikut di antaranya dikutip dari laman Airly.
- Tutup jendela. Jika sudah mengetahui bahwa kualitas udara buruk, jangan membuka pintu dan jendela untuk memberikan ventilasi pada rumah. Ada baiknya juga untuk membeli kipas dan filter khusus yang akan membantu mengedarkan udara di dalam ruangan.
- Kenakan masker. Belilah masker N95 dan kenakan jika harus keluar rumah. Cara ini akan memungkinkan perlindungan diri dari partikel halus.
- Mandi atau berendam setelah bepergian. Langkah ini akan membantu menghilangkan segala polutan yang mungkin menempel di kulit atau rambut. Tentunya kebersihan diri menjadi cara paling efektif demi mencegah dampak buruk polusi terbawa sampai ke rumah.
- Sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah. Pada hari-hari saat kualitas udara memburuk, usahakan sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah. Jika memang harus keluar rumah, batasi waktu di luar ruangan dan istirahatlah di tempat yang berventilasi baik.
- Tetap mendapat informasi dan pantau kualitas udara. Ada banyak alat untuk memantau kualitas udara dan beberapa diantaranya bahkan tersedia secara gratis. Pastikan untuk memeriksa peta, aplikasi, dan filter kualitas udara khusus yang akan membantu memantau perkembangan dan mengambil keputusan yang tepat.
Mengenal sumber dan mempelajari cara melindungi diri dari udara tidak sehat serta memantau tingkat polusi akan membantu kita tetap aman. Hal ini juga terkait pengambilang keputusan yang tepat demi menjaga kesehatan dan kesejahteraan tubuh dari paparan zat berbahaya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi
-
War Flash Sale: Benar Hemat atau Justru Jebakan yang Menguras Dompet dan Kesehatan?
-
Berhenti Jadi Budak Konten: Mengapa Hidup 'Estetik' Seringkali Adalah Jebakan Finansial
-
Belanja Demi Mendapat Gratis Ongkir: Hemat atau Malah Jebakan Konsumtif?
-
Dilema Kaum Rebahan di Tengah Gejolak Ekonomi: Chill atau Mulai Bergerak?
Artikel Terkait
-
Polusi Udara di Tangerang Selatan Salah Satu Tertinggi, Begini Cara Sekolah Ini Lindungi Siswa
-
Ingrid Minta Pemerintah Serius Tangani Masalah Polusi Udara
-
Dianggap Mencemari Udara, Dua Perusahaan Batu Bara di Jakarta Dilarang Beroperasi
-
Polusi Semakin Meradang di Jakarta, Rara Pawang Panggil Hujan untuk Jabodetabek
-
Menkeu Sri Mulyani Teserang ISPA, Efek Polusi Udara?
Health
-
Saat 'Diterima Teman' Lebih Penting dari Kesehatan: Membedah Psikologi Remaja Pengguna Vape
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
Terkini
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?