Kacang merupakan salah satu varietas perkebunan yang paling populer dibudidayakan di Indonesia. Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara produsen kacang-kacangan di dunia. Salah satu jenis kacang yang paling sering dikonsumsi dan dibudidayakan di Indonesia adalah kacang tanah (Arachis hypogaea). Melansir dari laman resmi Food and Agricultural Organization of the United Nations, kacang tanah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena mengandung protein, serat, vitamin dan mineral yang bagus bagi tubuh.
Umumnya orang-orang akan mengonsumsi kacang tanah hanya bagian bijinya saja. Biji kacang ini bisa langsung dimakan dengan cara dikukus, direbus, digoreng ataupun diolah menjadi bahan baku makanan lainnya. Sedangkan untuk bagian kulitnya umumnya akan langsung dibuang karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Namun, ternyata limbah kulit kacang tanah ini memiliki banyak manfaat yang jarang orang ketahui. Bahkan, apabila diolah, limbah kacang tanah tersebut ternyata memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan.
BACA JUGA: Sudah Produktif, Tapi Nggak Ada Kemajuan? Awas, Productive Procrastination!
Limbah Kulit Kacang Digunakan Sebagai Pupuk Organik
Limbah kulit kacang yang seringkali dibuang karena dianggap sampah ternyata bisa digunakan sebagai campuran pupuk organik yang tentunya ramah lingkungan. Melansir dari artikel jurnal berjudul “Diferensiasi Limbah Kulit Kacang Tanah sebagai Pupuk Organik Ramah Lingkungan pada Ibu PKK Desa Bulu Ulaweng.”, limbah kacang tanah yang berupa kulitnya ternyata dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk cair.
Melansir dari situs USDA Food Data Central, kulit kacang mengandung sejumlah mineral seperti kalsium, kalium, riboflavin, magnesium dan beberapa senyawa lainnya yang dapat meningkatkan unsur hara pada tanah yang bisa merangsang pertumbuhan tanaman. Pemanfaat limbah kulit kacang ini juga sekaligus dapat menjadi sarana penanggulangan limbah kacang yang kurang terproses dengan baik.
Pembuatan pupuk cair dari limbah kacang ini cukup sederhana. Kumpulkan dan giling terlebih dahulu kulit kacang yang telah dibersihkan. Bisa pula kamu mencampurkan limbah kulit kacang tersebut dengan campuran kotoran sapi atau ayam agar menambah kandungan mineralnya. Lalu, campurkan bahan baku tersebut ke dalam 10 liter air bersih yang telah ditambahkan enzim molase dan juga sedikit gula sebagai media fermentasi. Aduk hingga merata dan simpan di wadah tertutup selama 7-14 hari. Jangan lupa untuk membuka dan mengaduk cairan tersebut sehari 2 kali guna memaksimalkan proses fermentasi. Pupuk cair tersebut umumnya sudah dapat digunakan memasuki hari ke-8 setelah fermentasi.
BACA JUGA: 5 Jenis Tanaman Sayur yang Mudah Dibudidayakan dan Cepat Panen
Bahan Baku Pakan Ternak
Salah satu pemanfaatan limbah kulit kacang selain sebagai pupuk adalah untuk campuran pakan ternak. Melansir dari situs blitarkab.go.id, limbah kulit kacang dapat digunakan sebagai pakan ternak karena mengandung banyak senyawa seperti serat, vitamin, mineral dan beberapa kandungan lainnya.
Limbah kulit kacang tersebut umumnya akan dicuci terlebih dahulu kemudian digiling bersama dedak dan larutan nutrisi untuk dijadikan pelet ternak. Adapula yang merebus atau mengukus kulit kacang tersebut kemudian dicampurkan ke dalam dedaunan hijau guna menambah nutrisi pakan ternak tersebut. Beberapa jenis ternak yang umumnya mengonsumsi limbah kulit kacang adalah sapi, kambing, domba, kuda ataupun ayam atau jenis unggas lainnya.
Nah, itulah beberapa manfaat dari limbah kulit kacang yang perlu kita ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Piala Asia U-17: Media Vietnam Kritik Postur Tubuh Skuad Timnas Indonesia
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
Artikel Terkait
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
Gus Ipul Salat Ied di Sentra Kemensos, Beri Semangat untuk Penerima Manfaat
-
Jaga Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan , Ini Solusi Pengelolaan Limbah Medis di Indonesia
-
Menggapai Berkah Ramadan: Manfaat Ibadah dan Kebersamaan di Penghujung Bulan Suci
-
Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki? Ini Kata Ahli Gizi
Health
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
-
Intermittent Fasting vs. Keto, Mana yang Lebih Efektif untuk Panjang Umur?
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop