Stroke dikategorikan sebagai salah satu penyakit kardiovaskular dengan jumlah penderita yang tak sedikit. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 lalu menyebutkan bahwa prevalensi stroke di Indonesia berada di angka 10,9%, dan sebanyak 713.783 orang Indonesia menderita stroke setiap tahunnya.
Stroke juga termasuk penyakit serius karena bisa menyebabkan disabilitas kronis hingga kematian. Bahkan, pada tahun 2016 lalu, stroke menempati urutan pertama sebagai penyakit dengan tingkat kematian tertinggi berdasarkan data dari Sample Registration System.
Selain itu, penyakit ini tak hanya terdiri dari satu jenis saja, melainkan ada empat jenis yang memiliki penyebab, gejala, serta penanganan yang berbeda-beda. Nah untuk lebih jelasnya, mari simak pembahasan berikut.
1. Stroke Iskemik
Jenis stroke yang pertama ini memiliki jumlah penderita yang paling banyak dibandingkan jenis stroke lainnya. Stroke iskemik bisa menyerang siapapun, baik anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Akan tetapi, orang dewasa akhir dan lansia memiliki risiko yang paling tinggi terkena stroke iskemik dibanding kategori usia lainnya.
Stroke iskemik terjadi akibat gumpalan yang menyumbat aliran darah serta oksigen menuju otak. Akibatnya, sel-sel otak menjadi kekurangan oksigen dan zat gizi dan mati secara perlahan.
Stroke iskemik juga terdiri dari dua macam, yakni stroke trombotik akibat gumpalan yang menyumbat aliran darah di dalam pembuluh arteri menuju otak, serta stroke emboli yang dipicu oleh gumpalan darah yang menyumbat aliran pada area tubuh lain, seperti jantung.
Pada sebagian besar kasus, stroke iskemik bisa terjadi secara tiba-tiba dengan beberapa tanda gejala, seperti mati rasa pada sisi tubuh bagian kiri atau kanan, kesulitan berbicara, pandangan buram, kesulitan berjalan dan menyeimbangkan tubuh, dan rasa nyeri di kepala yang tak tertahankan.
2. Stroke Hemoragic
Jenis stroke yang kedua ini tergolong jarang terjadi dibanding stroke iskemik. Meski begitu, stroke hemoragic dinilai lebih berbahaya karena berpotensi menyebabkan kematian.
Stroke hemoragik terjadi karena perdarahan tak terkontrol akibat kebocoran atau pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Hal ini lantas memicu tekanan pada jaringan di sekitar otak. Dampak terburuknya, sel-sel pada otak bisa mengalami kerusakan secara permanen.
BACA JUGA: Waspada Heat Stroke saat Cuaca Panas, Ini Gejala dan Pertolongan Pertama
Sama halnya dengan kasus stroke iskemik, stroke hemoragic juga dibagi menjadi dua jenis, yakni perdarahan intraserebral akibat pecahnya pembuluh darah di suatu area otak, serta perdarahan subarachnoid, akibat pecahnya pembuluh darah antara otak dan membran arachnoid.
Beberapa tanda dan gejala dari stroke hemoragic yakni kejang, kehilangan kesadaran, kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh, ketidakmampuan untuk mengontrol gerakan mata, kelemahan tubuh, serta sakit kepala yang hebat secara tiba-tiba.
3. Stroke Ringan
Stroke ringan atau dalam istilah medis disebut Transient Ischemic Attack (TIA), disebabkan oleh sumbatan pada aliran darah yang menuju otak akibat penumpukan plak pada pembuluh arteri.
Beberapa tanda yang muncul akibat stroke ringan, yaitu vertigo, kelemahan, mati rasa, kelumpuhan pada wajah, lengan, dan kaki, bicara cadel, kehilangan penglihatan, serta gangguan keseimbangan tubuh.
Gejala yang muncul biasanya terjadi secara tiba-tiba dan bersifat sementara atau tidak lebih dari 24 jam. Bahkan pada beberapa kasus pun, stroke jenis ini akan terjadi dalam beberapa menit. Meski begitu, stroke ringan menjadi awal atau tanda dari jenis stroke lainnya, sehingga tidak boleh diabaikan begitu saja.
4. Stroke Mata
Stroke mata dapat terjadi akibat buruknya sirkulasi pada pembuluh darah yang menyuplai bagian depan saraf penglihatan. Kondisi ini akan mengurangi suplai darah, oksigen serta zat gizi ke mata. Alhasil, jaringan saraf akan rusak dan berpotensi mengalami kebutaan
Tak hanya itu, jika pembuluh darah pada retina tersumbat, maka cairan dari pembuluh tersebut akan bocor ke retina hingga menyebabkan pembengkakan dan kerusakan retina.
Itulah tadi pembahasan tentang empat jenis stroke yang bisa membahayakan nyawa seseorang, seperti disadur dari hopkinsmedicine.org, kemkes.go.id, dan nyulangone.org. Jika Anda mengalami beberapa tanda dan gejala stroke, segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
Health
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
-
The Power of Nature: Cara Sederhana Menghilangkan Stres dengan Kembali ke Alam
-
Minum Air Putih Saat Menstruasi, Bukan Sekadar Mitos dan Bisa Redakan Nyeri Haid
-
Dr. Tirta Luruskan Isu Asam Lambung Picu Mati Mendadak yang Ramai di Medsos
-
Gara-Gara Telat Ngopi, Aku Terjebak Caffeine Withdrawal Syndrome
Terkini
-
Mawar Merah dan Kaktus yang Berhati Besar
-
No Way Back oleh Enhypen Feat. So!YoON!: Jalani Takdir Hidup Tanpa Ragu
-
AI sebagai Rekan atau Ancaman? Adaptasi Skill Anak Muda di Era Otomatisasi
-
Nasib Nahas PSIR Rembang dan Wajah Sejati dari Persepakbolaan Dalam Negeri
-
Romansa Enemies to Lovers di Novel Act of Money Karya Dinda Delvira