Metabolisme adalah mesin utama tubuh yang menentukan seberapa efektif kita membakar kalori, mengolah energi, dan menjaga fungsi tubuh tetap stabil.
Namun, tanpa disadari, banyak orang justru melakukan beberapa kebiasaan buruk yang membuat metabolisme melambat dari hari ke hari.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada energi yang menurun, berat badan yang lebih mudah naik, hingga gangguan hormon. Berikut tujuh bad habits paling umum yang diam-diam merusak metabolisme.
1. Makan Terlalu Sedikit
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan saat ingin menurunkan berat badan adalah mengurangi kalori secara ekstrem. Ketika tubuh kekurangan energi, metabolisme akan melambat secara otomatis untuk menghemat kalori yang tersisa.
Efek sampingnya, tubuh menjadi mudah lemas, sulit fokus, dan penurunan berat badan justru menjadi lebih lambat.
2. Melewatkan Waktu Makan
Tidak sarapan atau menunda makan terlalu lama sebenarnya tidak membuat tubuh membakar lebih banyak lemak. Justru sebaliknya, tubuh akan memasuki fase stres metabolik.
Ketika ini terjadi, hormon kortisol meningkat sehingga memicu rasa lapar berlebihan, craving makanan manis, dan penyimpanan lemak. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini memperlambat metabolisme secara signifikan.
3. Duduk Terlalu Lama
Gaya hidup sedentari adalah salah satu penyebab utama melambatnya metabolisme modern. Saat duduk berjam-jam, otot tidak aktif bekerja. Padahal, otot adalah jaringan yang paling banyak membakar energi, bahkan dalam keadaan istirahat.
Ketika otot jarang digunakan, mesin pembakaran kalori tubuh pun ikut melemah. Hal ini menjelaskan mengapa pekerja yang terlalu lama duduk sering merasa lesu meski tidak melakukan aktivitas berat.
4. Tidak Melakukan Latihan Kekuatan
Banyak orang hanya fokus pada cardio dan mengabaikan latihan kekuatan. Padahal, otot adalah kunci kecepatan metabolisme. Semakin besar massa otot, semakin banyak kalori yang terbakar, bahkan saat sedang tidur.
Tidak melakukan latihan kekuatan atau, lebih buruk lagi, tidak berolahraga sama sekali dapat membuat massa otot perlahan berkurang dan metabolisme ikut menurun.
5. Kurang Tidur
Tidur yang tidak cukup atau berkualitas buruk adalah kebiasaan yang sangat merusak metabolisme. Kurang tidur membuat hormon pengatur rasa lapar menjadi tidak seimbang, yang menyebabkan leptin menurun dan ghrelin meningkat.
Hasilnya bukan hanya nafsu makan yang meningkat, tetapi proses metabolik tubuh juga menjadi lebih lambat. Selain itu, kurang tidur meningkatkan craving karbohidrat dan gula.
6. Stres Berlebihan
Stres kronis membuat kadar kortisol tetap tinggi dalam waktu lama. Kortisol yang tidak terkendali menyebabkan tubuh cenderung menyimpan lemak, terutama di area perut, serta menurunkan kemampuan tubuh dalam memproses energi.
Akibatnya, metabolisme bergerak lambat, energi turun, dan peningkatan berat badan menjadi lebih mudah terjadi.
7. Asupan Protein Terlalu Rendah
Protein sangat penting karena membantu meningkatkan proses tubuh membakar kalori saat mencerna makanan. Ketika asupan protein terlalu sedikit, tubuh kehilangan peluang untuk membakar kalori lebih banyak.
Selain itu, kurang protein membuat massa otot berkurang, yang otomatis menurunkan kecepatan metabolisme.
(Flovian Aiko)
Baca Juga
-
Capek-Capek Eka Kurniawan Masuk Nominasi Man Booker, Saingannya Cuma AU!
-
Checkout Impulsif Tanggal Kembar: Promo 6.6 Datang, Keranjang Belanja Aman?
-
Menyingkap Jejak Sejarah Kesultanan Ternate dalam Petualangan Matara
-
Tayang di Bioskop, Colony Soroti Upaya Profesor Lawan Virus Zombi
-
Tinggalkan Estetika Minimalis! Mengapa Tren Warna Netral Justru Bikin Bumi Makin Panas?
Artikel Terkait
-
8 Makanan Khas Jawa Pilihan untuk Pola Makan Sehat
-
Nggak Cuma soal Ngekos Bareng! 5 Alasan Kenapa Co-living Jadi Pilihan Anak Muda di Kota Besar
-
Tren Baru Kaum Urban: 3 Kriteria Destinasi Gaya Hidup untuk Menjaga Work Life Balance
-
Bukan Sekadar FOMO, Inilah Alasan Kamu Wajib Punya Tumbler
-
Viral Kasus Tumbler Tuku: Benarkah Ini Gara-Gara Tren Hydration Culture?
Health
-
"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya
-
Ancaman Tersembunyi Social Smoking: Dari Ikut-Ikutan Bisa Menuju Ketergantungan Loh!
-
Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan
-
Saat 'Diterima Teman' Lebih Penting dari Kesehatan: Membedah Psikologi Remaja Pengguna Vape
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
Terkini
-
Capek-Capek Eka Kurniawan Masuk Nominasi Man Booker, Saingannya Cuma AU!
-
Checkout Impulsif Tanggal Kembar: Promo 6.6 Datang, Keranjang Belanja Aman?
-
Menyingkap Jejak Sejarah Kesultanan Ternate dalam Petualangan Matara
-
Tayang di Bioskop, Colony Soroti Upaya Profesor Lawan Virus Zombi
-
Tinggalkan Estetika Minimalis! Mengapa Tren Warna Netral Justru Bikin Bumi Makin Panas?