Epiphyllum oxypetalum memiliki beberapa nama umum menurut plants.ces.ncsu.edu, di antaranya Dutchman's pipe cactus, lady of the night, night-blooming cereus, orchid cactus, dan queen of the night. Menyadur dari plantamor, ada pula sebutan lain dalam bahasa Inggris seperti ric rac catus dan moon cactus. Di Indonesia, tanaman tersebut dikenal dengan nama wijayakusuma atau ratu malam. Penamaan tersebut bukan tanpa alasan, sebab bunga wijayakusuma hanya merekah dalam semalam kecuali yang berjenis hibrida, bisa bertahan 2 hingga 3 hari.
Wijayakusuma berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa Kuno, yaitu wijaya dan kusuma. Wijaya bermakna kemenangan atau keberhasilan dan kusuma berarti bunga. Kata wijayakusuma juga telah masuk dalam kbbi.kemdikbud.go.id dan dijelaskan bahwa dalam mitologi Jawa tanaman tersebut dianggap pohon sakti yang dapat menghidupkan orang mati serta dahulu kala dipakai dalam upacara penobatan raja-raja Surakarta. Dikutip dari wikipedia yang merujuk dari buku Belajar Spiritual bersama The Thinking General, kalangan masyarakat Yogyakarta dan Surakarta, khususnya keraton, percaya bahwa seorang raja yang akan naik tahta harus memiliki bunga wijayakusuma sebagai syarat. Bunga ini juga dipercaya sebagai pusaka keraton Dwarawati titisan Wisnu sang pelestari alam, Batara Kresna.
Menyadur dari theasianparent, beberapa mitos lain terkait tanaman wijayakusuma juga berkembang di masyarakat, antara lain: seseorang yang bisa menemukan bunga tersebut saat tengah malam akan cepat mendapatkan momongan, bunga wijayakusuma dipercaya bisa membawa keuntungan, mengangkat derajat seseorang, menanam wijayakusuma juga dipercaya mendatangkan jodoh bagi penghuni rumah dan lebih bersinar dibandingkan orang lain.
Walaupun dikaitkan dengan berbagai mitos Jawa, tanaman wijaya kusuma berasal dari hutan hujan tropis Meksiko dan dapat hidup pada daerah dengan iklim sedang sampai tropis. Namun, tidak semua dapat berbunga karena dipengaruhi oleh keadaan iklim, kesuburan tanah, dan cara pemeliharaan.
Dikutip dari gardenclinic, wijayakusuma termasuk keluarga tanaman kaktus epifit yang tidak memiliki duri. Tanaman tersebut tumbuh dengan modifikasi batang menjadi cabang-cabang panjang dan melebar menyerupai daun. Wijayakusuma dapat tumbuh hingga dua meter, tampak menjuntai dan menggantung sehingga cocok untuk ditanam dalam pot gantung. Tanaman kaktus tersebut juga tumbuh dengan baik jika dibiarkan menopang pada pohon kecil atau tanaman lain. Tidak perlu khawatir karena wijayakusuma mengambil nutrisi dari lingkungan, bukan tanaman yang ditumpanginya.
Umumnya bunga wijayakusuma berwarna putih dan mekar pada malam hari kemudian mulai layu menjelang siang. Beberapa bunga juga memiliki kelopak berwarna kuning atau pink. Saat ini beberapa Epiphyllums hibrida juga tersedia dalam berbagai warna bunga seperti merah, ungu, pink, oranye, dan kuning.
Pemeliharaan wijayakusuma cukup mudah. Paparan sinar matahari pagi dapat meningkatkan jumlah bunga. Batangnya dapat menjadi kekuningan apabila terpapar cahaya yang terlalu kuat. Wijayakusuma tidak membutuhkan penyiraman yang terlalu sering, sehingga dipelihara dalam kondisi kering namun lingkungan yang cukup dingin.
Menarik ya, bunga nokturnal ini. Apakah kamu tertarik menjadikannya tanaman hias di hunianmu?
Baca Juga
-
Sering Dikira Sama, Ini Beda Hydrating dan Moisturizing pada Skincare
-
4 Tips Olahraga Tetap Aman dan Nyaman saat Ibadah Puasa
-
Life is Beautiful: Film Musikal dan Road Movie Tentang Permintaan Terakhir
-
Mengenali Berbagai Jenis Edelweis, Apakah Bunga Rawa Termasuk?
-
3 Macam Cara Stek untuk Memperbanyak Tanaman, Ayo Dicoba!
Artikel Terkait
Hobi
-
Rilis Daftar Panggil, John Herdman Indikasikan Siap Jadikan Indonesia Timnas Kanada Jilid II
-
Provisional Skuat, John Herdman dan Kemewahan Lini Bertahan Garuda yang Urung Menjadi Nyata
-
Disebut Diminati Klub Juventus, ke Mana Karier Emil Audero akan Berlanjut?
-
Ikonik dan Langka: Ducati Panigale V4 Lamborghini Pertama di Indonesia
-
Jadwal F1 GP China 2026: Apakah Kemenangan Mercedes Berlanjut ke Shanghai?
Terkini
-
4 Toner Trehalose Berikan Hidrasi Ekstra agar Cegah Kulit Kering saat Puasa
-
Digarap 5 Tahun, Pelangi di Mars Jadi Film Sci-Fi Indonesia yang Dinanti
-
Premium ala Flagship, Harga Tetap Bersahabat: Vivo V70 Kini Lebih Sempurna
-
70% Perempuan Alami Kekerasan di Tempat Kerja, Ini Saatnya Benahi Sistem
-
Menemukan Kembali Arah Hidup di Novel Antara Berjuang dan Menyerah 2