Barcelona sangat tertinggal cukup jauh dan sangat diluar dugaaan. Adalah 3:0 hingga paruh babak kedua berjalan. Dua gol Sergio Busquets dan Memphis Depay seakan menjadi gol yang terlambat. Pasalnya, dua gol tersebut tak mampu menyelamatkan El Barca dari keterpurukan.
Atas kekalahan yang cukup mengesankan bagi El Barca ini, Xavi Hernandez selaku kepala suku atau nahkoda El Barca akhirnya buka suara. Dilansir dari football5star.com, Xavi Hernandez ingin memperbaiki tiga hal. Yang tentu saja menurut pria asal Spanyol sekaligus mantan pemain ternama El Barca itu, tiga hal tersebut adalah polemik atau permasalahan mengapa Blaugrana menelan kekalahan yang memalukan.
Apa Saja Tiga Hal Itu?
Pertama adalah intensitas permainan. Kedua, untuk meminimalkan kehilangan bola. Ketiga, cara untuk menjegal serangan lawan melalui serangan balik.
Poin pertama sangat jelas memang, bahwa intensitas serangan yang dibangun oleh Pedri dan kawan-kawannya memang tak mampu membuat pertahanan asuhan Oliver Glasner lumpuh. Seakan serangan yang dilancarkan oleh Dembele, Ferran dan rekan setimnya, hanyalah percobaan yang biasa-biasa saja.
Tatkala anak asuh Xavi Hernandez ini melakukan serangan, yang sejatinya hal diakhiri dengan shot atau tendangan langsung, tak jarang bola itu dikembalikan lagi jauh ke belakang. Walhasil, peluang untuk tembak itu terurungkan.
Dan ketika ada peluang emas, pun juga tak jarang Aubameyang dan kolega tidak bisa memaksimalkannya dengan baik. Intensitas serangan macam apa ini?
Poin kedua. Perihal kehilangan bola. Betul memang, bahwa Barcelona memang cukup lihai dan dominan menguasai bola. Tapi tak jarang bola itu mudah lepas dari pemain Barca. Utamanya sayap-sayap mereka. Salah satunya, adalah Adama Traore dan Dembele. Yang tak jarang terlalu lama memegang bola. Atau, meliuk-liuk tapi kandas dengan sendirinya. Pun juga serangannya yang mudah terbaca oleh Frankfurt.
Ketiga untuk menjegal serangan balik. Salah satu faktor mengapa pemain Frankfurt begitu leluasa melakukan serangan balik adalah bobroknya Eric Garcia dan Mingueza. Kedua bek ini tak mampu menjegal pergerakan. Saya-sayap Frankfurt.
Mingueza tampak bingung di sisi kanan bila ada serangan balik. Dan faktanya, sisi kanan adalah sisi yang diobrak-abrik oleh Frankfurt. Lantas, apa yang membuat Xavi terkesan memainkan Mingueza?
Pertanyaanya, apakah Xavi akan memperbaiki itu semua untuk kebaikan Barcelona? Salah satunya, adalah Luuk de Jong tidak boleh melulu dijadikan cadangan. Ada kalanya ia juga dijadikan starter.
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
Hobi
-
Jelang FIFA Series, 5 Pemain Timnas Indonesia Ini Diprediksi Tampil Gacor
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
-
MotoGP Brasil 2026: Marco Bezzecchi Menang 4 Kali, Aprilia Makin Dipuji
-
Ernando Ari Dicoret, 4 Penjaga Gawang Masuk Skuad Final Timnas Indonesia
Terkini
-
Khusus Dewasa! Serial Vladimir Sajikan Fantasi Erotis Profesor Sastra yang Tak Terkendali
-
Annyeonghaseyo! Korea Gratiskan Visa Liburan WNI, Syaratnya Cuma Gak Boleh Pergi Sendiri
-
Rahasia Hutan Ajaib
-
Review Abang Adik: Siap-siap Banjir Air Mata dari Kisah Pilu Dua Saudara
-
Bangkit dari Post Holiday Blues Usai Mudik Lebaran: 7 Cara Cerdas Balik ke Realita Tanpa Drama