Mereka datang dengan penuh keyakinan, bahwa tim kebanggaannya, pasti bisa memetik kemenangan. Obrolan antar penggemar AC Milan kian bikin San Siro menjadi runyam. Aroma Scudetto, kian tercium hangat bagi klub ibu kota Milan itu.
San Siro dibanjiri lautan manusia. Stadion yang ikonik dan megah itu, setidaknya kedatangan 70 ribu penonton. Tentu saja demi mendukung AC Milan tatkala menjamu C. Dan memang itu yang AC Milan mau.
Ada momen yang sangat menarik untuk diulas. Ya, sebelum kita lanjut ke narasi tentang kemenangan 2:0 AC Milan atas Atalanta, ada hal yang sangat ikonik. Bahkan bisa dikatakan heroik. Ya, itu adalah pamrih, vitamin kesemangatan yang bergabung menjadi satu komando. Jelasnya, fans AC Milan yang memadati San Siro itu.
Bagi fans AC Milan, tentu saja sudah tahu, bahwa pertemuan pertama musim ini, di markas Atalanta, anak buah Pioli itu berhasil mengemas kemenangan 3:2. Artinya, di balik kemenangan tipis itu ada celah yang harus Rossoneri perbaiki. Dan celah itu berhasil dibenahi pada Senin kemarin malam dengan bungkusan kemenangan.
Lebih jauh lagi, Atalanta memang bukan tim yang bersemayam di peringkat empat besar. Bahkan, tidak dalam fase merebut posisi sentral dan krusial tersebut. Atalanta adalah tim yang duduk di peringkat delapan. Tapi, kendati posisi mereka tak sepadan dengan AC Milan, mereka selalu hadir memberikan kejutan.
Salah satu hal sangat menyakitkan bagi AC Milan adalah pertemuan 2019 silam. Di mana, Rossoneri itu dibabat dengan skor 5:0. Okey. Tapi itu dulu. Lebih jauh lagi. Kedatangan Atalanta ke San Siro selalu menghadirkan petaka bagi AC Milan.
Atalanta selalu membuat Milan tersungkur kekalahan. Delapan tahun lamanya magis San Siro hilang di tangan Atalanta. Bayangkan saja, Atalanta sanggup demikian. Sakit bukan?
AC Milan hanya sanggup menjinakan Atalanta 2014 silam. Setelah itu, hilanglah keangkeran stadion yang megah dan ikonik itu. Sederhananya, anak buah Gian Piero Gasperini itu selalu menang di markas AC Milan. Dan itu yang membuat klub asal Milan kian panas. Bahkan musim lalu, di San Siro, Atalanta kembali berhasil mencukur rata AC Milan 3:0.
Dan pada saat yang tepat, kemarin malam AC Milan mampu merubah nasibnya menjadikan nasib Atalanta pahit dan menyedihkan tentunya. Saat yang tepat maksudnya, AC Milan memang butuh kemenangan guna meraih scudetto musim ini di liga domestik Serie-A. Pun juga, kemenangan yang diidam-idamkan itu agar sang rival mentah cita-citanya untuk merengkuh juara Liga Italia.
Maka, kedatangan suporter yang memadati San Siro tadi, sukses membuat AC Milan kian bergairah. Gemuruh tumpah ruah menjadi obat dan suntikan vitamin kesemangatan bagi Giroud dan kolega. Sekaligus mematahkan rekor buruknya menang di kandang atas Atalanta setelah 2014 silam itu.
Rekor apik Atalanta di San Siro musnah di hadapan ribuan penonton. Kemenangan itu kian mempertegas AC Milan: juara Liga Italia, sudah ada di depan mata.
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
-
5 Potret Marshel Widianto di Italia, Dukung AC Milan ScudettoTahun Ini
-
Viral! Keplak Kaca Bus AC Milan Hingga Retak, Zlatan Ibrahimovic Bikin Publik Geger
-
Bonucci, Sang Kapten Anyar Juventus
-
Kocak! Pakai Sandal Jepit dan Es Teh Plastik, Marshel Widianto Pamer Foto di Stadion San Siro
-
Momen Theo Hernandez Bikin Gol Solo Run 73 Meter untuk Koyak Gawang Atalanta
Hobi
-
Piala Dunia 2026, Timnas Qatar dan Kelayakan Semu The Maroon Tampil di Putaran Final Gelaran
-
Sepatu Pemain Raib, Logistik Timnas Inggris Dibobol Jelang Piala Dunia 2026
-
FIFA Angkat Tangan, Nasib Thomas Partey di Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
The Last Dance! Messi dan Ronaldo Berpotensi Jalani Piala Dunia Terakhir
Terkini
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
4 Mix and Match Daily OOTD ala Giselle aespa untuk Hangout dan Ngopi Cantik
-
The Motherhood Penalty: Dosa Karier yang Harus Dibayar Mahal oleh Perempuan
-
Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan