Ada sebuah game yang bisa kalian mainkan secara gratis, namun untuk pengalaman yang lebih menyenangkan, kalian harus mengeluarkan uang agar bisa mendapatkan experience tersebut. Akan tetapi ada juga game yang harus kalian beli terlebih dahulu, baru kalian bisa mengakses seluruh pengalaman bermain yang sesungguhnya setelah membeli game tersebut.
Seperti itulah cara developer mendapatkan sebuah cuan dari sebuah gamenya. Selain gratis dan berbayar, ada dua jenis cara yang bisa kalian nikmati dalam memainkan sebuah game. Yang pertama ialah Pay to Win dan yang kedua adalah Pay to Play.
Bagi seorang gamer, pastinya istilah ini sangat akrab sekali di telinga mereka. Bahkan, bagi kalian yang hobi bermain game, pastinya sudah tau membedakan mana game yang termasuk Pay to Win, mana game yang termasuk Pay to Play. Walaupun keduanya sama-sama harus bayar, tapi ada perbedaan mendasar diantara keduanya. Berikut perbedaan game yang menganut Pay to Win dan game yang menganut Pay to Play.
Pay to Win (P2W)
Pay to Win atau jika kita terjemahkan artinya Bayar untuk Menang. Game yang menganut konsep Pay to Win ini biasanya disediakan secara gratis dan bisa dimainkan oleh siapapun tanpa harus membayar. Eits .. tunggu dulu, memang gamenya gratis dan tak perlu bayar. Akan tetapi, jika kalian ingin karakter game kalian lebih kuat, kalian perlu membeli sejumlah item yang disediakan oleh game-nya agar gameplay kalian lebih mudah.
Tentunya, game Pay to Win berpotensi akan membuat sebuah kasta sosial diantara playernya. Bagi player sultan yang punya banyak uang untuk top-up, tentu stats powernya akan lebih kuat daripada player gratisan yang harus menunggu event-event tertentu untuk bisa mendapatkan item yang lebih kuat.
Contohnya game yang menurut saya sangat Pay to Win adalah Counter Strike Nexon: Studio. Banyak sekali senjata-senjata overpowered yang bisa kalian beli dan dapatkan di game tersebut agar gameplay kalian bisa jauh lebih menyenangkan. Jika kalian hanya player gratisan dan hanya mengandalkan senjata default, tentunya kalian akan kalah secara power dengan player yang berbayar atau top-up.
Pay to Win (P2W)
Pay to Win atau jika kita terjemahkan artinya Bayar untuk Menang. Game yang menganut konsep Pay to Win ini biasanya disediakan secara gratis dan bisa dimainkan oleh siapapun tanpa harus membayar. Eits .. tunggu dulu, memang gamenya gratis dan tak perlu bayar. Akan tetapi, jika kalian ingin karakter game kalian lebih kuat, kalian perlu membeli sejumlah item yang disediakan oleh game-nya agar gameplay kalian lebih mudah.
Tentunya, game Pay to Win berpotensi akan membuat sebuah kasta sosial diantara playernya. Bagi player sultan yang punya banyak uang untuk top-up, tentu stats powernya akan lebih kuat daripada player gratisan yang harus menunggu event-event tertentu untuk bisa mendapatkan item yang lebih kuat.
Contohnya game yang menurut saya sangat Pay to Win adalah Counter Strike Nexon: Studio. Banyak sekali senjata-senjata overpowered yang bisa kalian beli dan dapatkan di game tersebut agar gameplay kalian bisa jauh lebih menyenangkan. Jika kalian hanya player gratisan dan hanya mengandalkan senjata default, tentunya kalian akan kalah secara power dengan player yang berbayar atau top-up.
Pay to Play (P2P)
Game yang satu ini sedikit berbeda dengan konsep diatas. Jika Pay to Win rata-rata gamenya dapat kalian mainkan secara gratis, Maka, game yang menganut Pay to Play ini mengharuskan kalian agar membelinya terlebih dahulu, baru kalian bisa menikmati gamenya. Namanya juga Pay to Play yang berarti Bayar untuk Bermain.
Karena gamenya yang mengharuskan kita untuk membelinya terlebih dahulu, maka game yang menganut konsep ini lebih rentan terhadap pembajakan. Kalian bisa memainkan game yang Pay to Play ini gratis dengan mengunduh yang versi bajakannya walaupun, hal yang demikian adalah sebuah tindakan ilegal. Jika kasta sosial di game Pay to Win adalah player gratisan dan player ultan. Maka, kasta sosial di game Pay to Play adalah player bajakan dengan player yang bayar.
Contoh dari game Pay to Play adalah Minecraft (PC dan Android). Di Minecraft versi Android, kalian bisa membeli game Minecraft ini seharga Rp. 99.000 (belum termasuk PPN) di Google Play Store. Setelah kalian membelinya, barulah kalian bisa mengunduh kemudian memainkan sesuka hati.
Nah itulah tadi perbedaan mendasar antara game yang menganut konsep Pay to Win dan Pay to Play. Menurut kalian, apalagi yang membedakan antara keduanya selain hal-hal yang telah disebutkan diatas ? Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Plus Minus Bermain Solo Push Rank di Awal Season Baru Mobile Legends
-
Rekomendasi 4 Merek Flashdisk dengan Harga Murah dan Original
-
Cara Cepat Mengumpulkan Battle Point di Game Mobile Legends
-
5 Kelebihan Menggunakan Layanan Cloud Storage Google Drive
-
5 Tips bagi Mahasiswa PPL agar Disenangi Peserta Didik saat Mengajar
Artikel Terkait
Hobi
-
SudahTawarkan Diri, John Herdman Selayaknya Jadikan El Loco Gonzales Asisten Pelatihnya di Timnas
-
Meski Level Berbeda Jauh, Ternyata Piala AFF Berani Diadu dengan Piala Dunia dalam Hal Ini!
-
John Herdman Fokus Pemain Liga Lokal, Winger Persib Berpeluang Masuk Timnas?
-
Hanya Dapatkan Tim-Tim Semenjana di FIFA Series, Masih Yakin Indonesia Anak Emas FIFA?
-
Saddil Ramdani Rindu Bela Timnas Indonesia, Siap Curi Hati John Herdman?
Terkini
-
Pinjol dan Paylater: Kemudahan Palsu yang Mahal Harganya
-
5 Inspirasi Outfit Kantor ala Kim Seonho,Tampil Cerdas dan Profesional!
-
Dilema Harga Tiket dan Ekonomi: Mens Rea Laris Bukan Berarti Rakyat Makmur
-
Pergeseran Makna Sukses: Dari Pencapaian Materi ke Keseimbangan Hidup
-
Standar Kecantikan: Belenggu Tak Terlihat Bagi Perempuan