Kemenangan tipis Maroko atas Portugal di babak 8 besar gelaran Piala Dunia 2022 memastikan langkah Singa Atlas ke babak empat besar turnamen. Gol tunggal dari Youssef An Nesyri pada menit ke 42, membawa anak asuh Walid Regragui tersebut untuk kali pertama menapaki babak semi-final Piala Dunia.
Ternyata, sejarah yang dibuat oleh tim Singa Atlas tak hanya berlaku untuk mereka saja, melainkan berlaku pula untuk seluruh benua. Iya, keberhasilan Maroko memasuki babak semi-final, ternyata juga mewakili keberhasilan benua Afrika untuk pertama kalinya mampu menempatkan wakil ke babak ini. Sebelumnya, para kontestan dari benua Afrika, tak ada yang mampu melakukannya, hingga pada akhirnya Maroko menuai sukses besar di gelaran kali ini.
Berdasarkan catatan sejarah keikutsertaan tim-tim dari benua Afrika di ajang empat tahunan ini, prestasi terbesar mereka hanyalah mencapai babak perempat-final alias babak delapan besar. Dari 13 negara yang pernah menjadi wakil Afrika, Kamerun menjadi negara pertama yang mampu menapaki delapan besar pada gelaran Piala Dunia 1990 di Italia. Namun sayangnya, Kamerun yang kala itu merajai grup B, dan berhasil menuntaskan perlawanan Kolombia di babak 16 besar, terhenti langkahnya di fase 8 besar setelah kalah tipis 2-3 dari Inggris yang merupakan perwakilan dari Eropa.
BACA JUGA: Keren! Ini 5 Beasiswa yang Pernah Diterima oleh Erina Gudono Selama Kuliah S1
Selepas kesuksesan Kamerun, Senegal dan Ghana juga tercatat berhasil menembus babak perempat final sebelum dikandaskan oleh tim-tim mapan dalam dunia sepak bola. Pada edisi 2002, Senegal yang menjadi tim kejutan, mencapai babak perempat-final setelah mengandaskan Swedia 2-1 di babak 16 besar dengan keuntungan gol sudden death. Uniknya, di babak perempat-final, Senegal juga harus pulang setelah kalah dari Turki dengan skor 0-1, juga melalui gol sudden death.
BACA JUGA: Beda Sikap Felicia Tissue dan Nadya Arifta Lihat Kaesang Pangarep Nikahi Erina Gudono
Tim Afrika terakhir yang mencatatkan diri masuk ke delapan besar adalah Ghana pada Piala Dunia edisi tahun 2010 di Afrika Selatan. Ghana yang sukses memulangkan Amerika Serikat di babak 16 besar, harus kalah tragis melalui adu tendangan penalti dari Uruguay yang pada akhirnya finish sebagai peringkat keempat gelaran. Setelah keberhasilan Ghana, tak ada lagi wakil Afrika yang mampu menembus babak 8 besar, hingga muncul tim kejutan Maroko yang melampaui catatan tersebut, dan menjadi wakil Afrika pertama di babak semi-final Piala Dunia.
Video yang mungkin kamu lewatkan.
Tag
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Cristiano Ronaldo Pensiun, Gantung Sepatu dari Timnas Portugal
-
Yordania Umumkan Pembatalan Duel Kontra Timnas Indonesia, PSSI yang Meminta
-
Uji Coba Timnas Indonesia vs Yordania 13 November Masih Abu-Abu, Fakta Lain Terbongkar
-
Dari Masjid Ke Masjid, Menyusuri Jejak Sejarah di Sudut Jakarta
-
Didukung IMI, SRX Cup Jadi Supporting Race FIA Rallycross World Cup 2026 Jakarta
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital
-
Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja
-
Bikin Jerawat Cepat Kempes, Cek 5 Pilihan Acne Spot Gel di Bawah Rp50 Ribu
-
Tayang 2 Desember, Enam Aturan Mengerikan Warnai Misi The Great Escape
-
Bukan Hanya Kumpul Biasa, Saatnya Klub Buku Memiliki Kekuatan Politik Baru