Finalis Piala Dunia Rusia 2018, Kroasia kembali menunjukkan kapasitasnya di ajang Piala Dunia 2022. Luka Modric dan kolega berhasil menembus babak semi-final turnamen, meskipun pada awal-awal gelaran tak menunjukkan performa yang meyakinkan.
Secara sejarah, Kroasia merupakan satu-satunya negara pecahan Yugoslavia yang sukses dalam keikutsertaannya di ajang Piala Dunia. Disadur dari laman fifa.com, negara yang merdeka pada tahun 1991 tersebut hanya membutuhkan waktu kurang lebih tujuh tahun saja untuk bisa merasakan Piala Dunia pertama mereka.
Piala Dunia Prancis, yang merupakan ajang debut bagi Kroasia, mencatatkan sebuah kegemilangan besar bagi Davor Suker dan kolega. Ketika mata pecinta sepak bola tertuju pada permainan tim-tim mapan dalam persepakbolaan dunia, Kroasia secara mengejutkan tampil menyeruak dan membuat khalayak terhenyak. Secara mengejutkan, Kroasia berhasil melaju ke fase gugur, dan sangarnya lagi, Jerman yang menghadang mereka di fase perempat-final, dipermak tanpa ampun dengan tiga gol tanpa balas.
Meskipun pada babak semi-final mereka kalah dari Prancis, namun menduduki posisi tiga besar turnamen merupakan sebuah hal yang sangat membanggakan, mengingat mereka adalah tim debutan, dan baru menyatakan diri merdeka tujuh tahun sebelumnya.
Setelah gagal lolos ke fase gugur di gelaran 2002, 2006, dan 2014, Kroasia kembali tampil mengagumkan di Piala Dunia 2018 di Rusia. Kali kedua mampu menembus babak gugur, Kroasia di luar dugaan mampu finish di peringkat kedua, setelah pada partai final dikandaskan oleh Prancis, tim yang mengubur impian final mereka di tahun 1998.
Namun uniknya, disinilah predikat Kroasia sebagai raja adu tendangan penalti Piala Dunia dimulai. Sekadar informasi, hingga saat ini, hanya Kroasia lah satu-satunya negara yang mampu memenangi drama adu tendangan penalti hingga mencapai angka 100 persen. Semuanya bermula pada babak 16 besar Piala Dunia Rusia 2018. Kroasia yang berhadapan dengan Denmark, harus bertarung di babak adu tos-tosan setelah kedua kesebelasan bermain imbang 1-1. Dan bisa ditebak, Kroasia akhirnya memenangi momen tersebut dengan skor 3-2.
Berlanjut ke babak perempat-final, Kroasia yang berhadapan dengan tuan rumah Rusia harus menyudahi laga dengan pertarungan antar kiper. Skor 2-2 yang menghiasi hasil akhir kedua kesebelasan, berlanjut dengan adu tendangan penalti dan kembali dimenangkan oleh Kroasia dengan skor 4-3.
Kedigdayaan Kroasia dalam momen adu tendangan penalti kembali berlanjut di gelaran Piala Dunia Qatar 2022. Hingga babak semi-final ini, Kroasia telah merasakan dua kali ketegangan adu penalti ini. Yang pertama terjadi saat mereka bersua dengan Jepang di babak 16 besar. Kedua kesebelasan yang mengakhiri laga dengan skor 1-1, harus beradu kiper untuk menentukan pemenang. Hasilnya? Seperti yang kita ketahui bersama, momen adu tendangan penalti tersebut dimenangkan Luka Modric dan kolega dengan skor 3-1.
Pun demikian kala bersua dengan Brazil di babak perempat-final. Kedua kesebelasan juga harus mengakhiri laga dengan adu tendangan penalti setelah hasil sama kuat 1-1 menghiasi pertandingan tersebut. Adu penalti melawan Brazil juga akhirnya dimenangi oleh Kroasia dengan skor 4-2, sekaligus memastikan laju mereka ke fase semi-final.
Di babak empat besar ini, Kroasia akan berhadapan dengan wakil Amerika Latin, Argentina. Jika laga kembali harus diselesaikan melalui adu tendangan penalti, Kroasia bisa kembali menang atau tidak ya?
Video yang mungkin kamu lewatkan.
Tag
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan
-
Akal Bulus Infantino Pertahankan Jabatan Dibongkar PSSI-nya Yordania: Dia Tukang Peras!
-
Gelombang Pemakzulan Makin Kencang, PSSI: Kami Bersama Gianni Infantino!
-
Info Orang Dalam: Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Trump Siap Pasang Badan
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
Hobi
-
Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya, Duel Dua Tim dengan Statistik Nyaris Identik
-
Jadwal MotoGP Inggris 2026: Tiap Poin Berharga untuk Raih Gelar Juara Dunia
-
Bantah Rumor Tak Akur, Marc Marquez Sebut Pecco Bagnaia Rekan yang Baik
-
Pilih Gabung Ducati, Pedro Acosta Ogah Pakai Motor KTM yang Tak Kompetitif
-
Jorge Martin: Aprilia akan Dukung Saya Sepenuhnya Demi Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?