Hernawan | M. Fuad S. T.
Pemain depan Argentina Lionel Messi selebrasi setelah mencetak gol saat pertandingan sepak bola perempat final Piala Dunia 2022 antara Belanda dan Argentina di Stadion Lusail, utara Doha, Qatar, Jumat (9/12/2022). [Alberto PIZZOLI / AFP]
M. Fuad S. T.

Seperti yang telah diprediksi oleh banyak kalangan, Argentina kembali mampu melaju jauh di gelaran Piala Dunia Qatar 2022. Tim asal Amerika Latin tersebut kini memasuki babak empat besar gelaran, bersama dengan Kroasia, Prancis dan tim penuh kejutan, Maroko. 

Sejatinya, masuknya tim sekelas Argentina ke fase empat besar bukanlah sebuah hal yang luar biasa. Sejak perhelatan Piala Dunia digelar pada tahun 1930 di Uruguay, Argentina tercatat telah enam kali menapaki fase semi-final, atau fase yang setara dengan semi-final.

Bahkan, di Piala Dunia 2014 yang diselenggarakan di Brazil, Albiceleste mampu menebus babak final, sebelum pada akhirnya mimpi mereka untuk merengkuh juara dikandaskan oleh Jerman.

BACA JUGA: Asal Usul Nama Dave, Kucing yang Dibawa Pemain Inggris dari Qatar

Namun, pencapaian mereka di babak semi-final pada edisi kali ini menjadi sedikit berbeda karena keberadaan seorang Lionel Messi. Iya, Messi yang kini usianya menapaki 35 tahun, besar kemungkinan menjadikan Piala Dunia Qatar ini sebagai turnamen terakhirnya.

Di penghujung karir sepak bola profesionalnya, satu-satunya impian yang belum terealisasi oleh Messi adalah mengangkat trofi Piala Dunia yang menjadi simbol supremasi tertinggi pencapaian seorang atlet sepak bola.

Hal ini berkesesuaian pula dengan sejarah Argentina di Piala Dunia. Sejak turut serta di Piala Dunia Uruguay tahun 1930, Argentina telah tercatat memenangi ajang ini sebanyak dua kali, yakni pada Piala Dunia di rumah sendiri pada tahun 1978, dan Piala Dunia Meksiko tahun 1986.

Kala itu, Diego Armando Maradona, sosok legenda Argentina yang disandingkan kehebatannya dengan Messi, mampu membawa Argentina menjadi kampiun di Meksiko. Sebuah prestasi yang sampai kini tak bisa disamai oleh Messi.

Selain misi pribadi seorang Messi, Argentina juga juga bertekad untuk kembali juara setelah dahaga gelar selama 36 tahun. Bagaimana tidak, era 1970an dan 1980an, Argentina bergitu digdaya di kancah persepakbolaan dunia, dan dinobatkan sebagai raja di Piala Dunia edisi 1978 dan 1986, namun setelahnya, prestasi yang diraih oleh tim biru langit selalu naik turun, dan tak mampu menghasilkan gelar ketiga.

BACA JUGA: 5 Bintang Besar Sepak Bola yang Sudah Kalah di Piala Dunia 2022

Prestasi terbaik Argentina pasca keberhasilan mereka di tahun 1986 adalah menjadi finalis di Brazil tahun 2014. Namun sayangnya, Argentina yang berhadapan dengan Jerman, harus bertekuk lutut dengan skor tipis 0-1, sekaligus menandai kegagalan mereka mengembalikan mahkota raja sepak bola untuk kesekian kalinya.

Dan di penghujung karir seorang Lionel Messi, tentu dirinya berharap agar bisa membawa Argentina menapaki jalan final, menjadi juara, dan mengembalikan mahkota kepada sang raja dunia dua kali tersebut.