Hasil imbang yang dituai oleh Indonesia saat menjamu Thailand di pertandingan ketiga Piala AFF 2022 grup A memang bukan sebuah pencapaian maksimal. Selain berstatus sebagai tuan rumah, skuat Garuda juga unggul dalam jumlah pemain setelah Sanrawat Dechmitr harus diganjar kartu merah karena melanggar keras seorang Saddil Ramdani di menit ke 62.
Namun sayangnya, keunggulan jumlah pemain dan status tuan rumah tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia pada laga tersebut. Meski sempat unggul di menit ke 50 melalui tendangan penalti Mark Klok, gawang anak asuh coach Shin Tae Yong harus kebobolan pada menit ke 79 melalui sepakan Sarach Yooyen yang terdefleksi kaki Ricky Kambuaya.
Hasil imbang tersebut membuat Indonesia dan Thailand mendapatkan tambahan masing-masing satu poin, dan kini mengoleksi tujuh nilai. Pesaing terdekat mereka adalah Kamboja yang mampu pesta gol 5-1 ke gawang Brunei Darussalam dan kini mengoleksi enam poin.
Pertandingan terakhir melawan Filipina akan menjadi pertandingan penentu bagi skuat Garuda. Namun demikian, angin segar berhembus ke kubu skuat Merah Putih. Jika kita melihat jadwal dan konstelasi klasemen sementara grup A, Indonesia sejatinya diuntungkan karena di matchday yang sama, pesaing terdekat Indonesia, yakni Thailand dan Kamboja akan saling jegal untuk mengamankan tiket ke empat besar.
Dari sana, terdapat tiga kemungkinan hasil pertandingan yang semuanya menguntungkan timnas Indonesia. Pertama, jika Timnas Indonesia berhasil memenangi laga melawan Filipina, maka mereka berhak untuk lolos ke fase berikutnya tanpa harus tergantung pada hasil pertandingan yang dilakoni oleh Thailand dan Kamboja.
Kemungkinan kedua adalah, jika Indonesia bermain seri kala melawan Filipina, Indonesia juga sudah dipastikan lolos, terlepas hasil dari Thailand melawan Kamboja. Karena jika Indonesia seri, maka nilai 8 yang dikumpulkan Asnawi Mangkualam Bahar akan aman meskipun laga Thailand-Kamboja imbang, ataupun salah satu di antara keduanya menang. Jika Thailand menang, maka poin 8 milik Indonesia akan lebih banyak dari miliki Kamboja, sementara jika Kamboja menang, nilai Indonesia akan lebih banyak daripada Thailand.
BACA JUGA: Ferdy Sambo Gugat Jokowi dan Kapolri Gegara Dipecat, Mahfud MD: Dulu Terima, Kok Sekarang Nggak?
Kemungkinan ketiga dan terburuk adalah jika Indonesia menelan kekalahan dari Filipina. Untuk kasus yang ketiga ini, Indonesia pun masih bisa berpotensi untuk lolos dengan dua syarat. Laga Thailand melawan Kamboja dimenangkan oleh Thailand, atau yang kedua, laga tersebut berakhir imbang.
Jika laga dimenangkan oleh Thailand, maka nilai 7 milik Indonesia akan unggul daripada Kamboja, sementara jika keduanya bermain imbang, maka Indonesia menang selisih gol, produktifitas gol ataupun head-to-head melawan Kamboja.
Satu-satunya hal yang membuat Indonesia gagal lolos ke empat besar adalah, Indonesia kalah dari Filipina, dan di pertandingan lain, Thailand kalah tipis dari Kamboja. Karena dengan demikian, Indonesia dan Thailand akan sama-sama memiliki nilai 7 dan posisi di klasemen akan ditentukan melalui selisih gol karena kedua kesebelasan saat ini memiliki produktifitas gol yang sama.
Apa pun yang terjadi, semoga Indonesia minimal berhasil meraih hasil seri ya di laga melawan Filipina!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
Artikel Terkait
Hobi
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
-
Gucci Resmi Masuk Formula 1! Brand Fashion Mewah Kini Ramaikan Dunia Balap
-
Dihantam Cedera dan Jatuh Berkali-kali, Marc Marquez: Saya Tidak Tertekan
Terkini
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?