Gelaran Piala Asia U-20 kini telah memasuki babak baru. Selepas usainya fase penyisihan grup, perhelatan yang dituanrumahi oleh Uzbekistan tersebut kini telah memasuki babak delapan besar yang mengusung format sistem gugur. Delapan tim terbaik yang menjadi juara dan runner-up empat grup, berhak untuk menjadi kontestan fase ini selepas berhasil menyisihkan lawan-lawannya.
Uniknya, dari delapan peserta babak delapan besar, dua kutub kekuatan sepak bola benua Asia, yakni kawasan Asia Timur dan Asia Barat atau Timur Tengah berhasil berbagi hegemoni dan kekuatan. Pasalnya, baik Asia Timur dan Asia Barat, berhasil mengirimkan masing-masing tiga wakil ke fase ini.
Dimulai dari grup A, dari dua negara yang melaju, Iraq menjadi representrasi kekuatan Timur Tengah dengan sukses menempati posisi runner-up grup di bawah Uzbekistan. Sementara satu wakil Timur Tengah lainnya di grup ini, yakni Suriah justru harus menjadi bulan-bulanan dan menduduki posisi juru kunci di klasemen akhir.
Di grup B, dari dua wakil Timur Tengah yang berada di grup ini, Iran berhasil lolos dari lubang jarum dan lolos ke delapan besar dengan status sebagai juara grup. Sementara Qatar U-20, harus menjadi juru kunci setelah tiga kali menelan kekalahan dari Iran, Australia dan Vietnam.
Dari persaingan grup C, dua wakil yang lolos ke fase selanjutnya adalah kekuatan dari dua kawasan. Korea Selatan yang digdaya di puncak klasemen dengan tujuh poin, didampingi oleh Jordania yang mengemas empat poin dan lolos karena unggul selisih gol dari Tajukistan di peringkat ketiga.
Sementara untuk grup D, dua wakil mereka ke fase delapan besar semuanya menjadi milik tim dari Asia Timur, yakni Jepang dan China. Wakil Timur Tengah yang berada di grup ini, yakni Arab Saudi hanya mampu finish di peringkat ketiga klasemen dan harus rela untuk terhenti langkahnya hanya di fase penyisihan grup saja.
Sementara itu, dua wakil tersisa di babak delapan besar, menjadi milik Uzbekistan dari Asia Tengah yang juga berstatus sebagai tuan rumah, sementara satu slot tersisa menjadi milik Australia yang menjadi perwakilan zona Asean meski berada di wilayah Oceania.
Selamat untuk delapan tim yang lolos ke fase delapan besar!
Daftar 8 Negara yang lolos ke babak 8 Besar.
1. Uzbekistan (Asia Tengah, Tuan Rumah)
2. Iraq (Asia Barat)
3. Iran (Asia Barat)
4. Australia (Asean)
5. Korea Selatan (Asia Timur)
6. Jordania (Asia Barat)
7. Jepang (Asia Timur)
8. China (Asia Timur)
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
Artikel Terkait
-
Piala Asia U-20 2023: Turnamen yang Tak Ramah bagi Wakil Timur Tengah
-
Hugo Samir Dapat Pesan Menyentuh dari Sang Ayah Usai Gagal di Piala Asia U-20 2023
-
Catat, Profesor Belanda Prediksi Gempa Besar di Tiga Wilayah Indonesia
-
Indonesia Ukir Sejarah Usai Vietnam Gagal Lolos ke Piala Dunia U-20 2023
-
Aksi 3 WNI Selamatkan Anak Tenggelam di Jepang Tuai Pujian
Hobi
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
-
Saat Kepercayaan Badminton Lovers Diuji: Ada Apa dengan Bulutangkis Indonesia?
-
Tegas! Marc Marquez Bilang Jorge Martin Bukan Calon Juara Dunia MotoGP 2026
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
Terkini
-
Indonesia Emas 2045: Mungkinkah Berinovasi jika Sewa Rumah Saja Cemas?
-
Atasi Bibir Kering, Ini 5 Lip Serum Peptide yang Bikin Makin Memesona
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul
-
Di Balik Sepiring Dimsum: Membaca Ulang Makna Keluarga di Novel Clara Ng