Madrid Spain Masters 2023 yang dihelat di Centro Deportivo Municipal Gallur, Madrid, Spanyol telah rampung menggelar babak perempat final pada Jumat (30/3/2023). Dari tujuh wakil Indonesia yang berlaga, sayangnya hanya dua yang berhasil raih kemenangan dan kunci tiket ke semifinal.
Di laga pertama, Indonesia harus kehilangan dua wakil di sektor ganda campuran. Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow kandas di hadapan wakil Denmark, Mathias Thyrri/Amelie Magelund. Amri/Winny kalah setelah terlibat laga rubber game dengan skor 20-22, 21-11, dan 19-21.
Satu lagi wakil ganda campuran yang gagal ke semifinal adalah Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. Harus lalui laga perang saudara, Rehan/Lisa dipaksa akui keunggulan mantan seniornya di Pelatnas, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Rehan/Lisa akhiri pertandingan dengan skor 18-21, 21-16, 18-21.
Wakil satu-satunya dari sektor ganda putri Indonesia juga harus kandas di perempat final. Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose takluk di hadapan wakil China, Liu Sheng Shi/Tan Ning dalam dua gim, 11-21 dan 14-21.
Kekalahan beruntun wakil Indonesia kembali terjadi di sektor ganda putra. Secara mengejutkan, Fajar Alfian/M. Rian Ardianto yang merupakan unggulan pertama turnamen ini takluk dari 'si kembar' asal Taipei, Lee Fang Chih/Lee Fang Jen. Fajar/Rian kalah dramatis 21-15, 20-22, dan 19-21.
Bahkan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan juga tidak mampu melaju ke semifinal. Pram/Yere kalah dua gim langsung dari wakil China, Ren Xiangyu/Tan Qiang dengan skor 16-21 dan 15-21.
Namun, satu-satunya wakil Indonesia dari sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung berhasil kunci satu tiket di semifinal. Lakoni laga kontra wakil Denmark, Line Christophersen, Jorji menang straight game, 21-10 dan 21-17.
Hasil pertandingan wakil Indonesia di perempat final Spain Masters 2023
Tunggal putri
⢠Gregoria Mariska Tunjung vs Line Christophersen (21-10, 21-17)
Ganda putra
⢠Fajar Alfian/M. Rian Ardianto vs Lee Fang Chih/Lee Fang Jen (21-15, 20-22, )
⢠Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan vs Ren Xiangyu/Tan Qiang (China)
Ganda putri
⢠Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose vs Liu Sheng Shi/Tan Ning (11-21, 14-21)
Ganda campuran
⢠Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow vs Mathias Thyrri/Amelie Magelund (20-22, 21-11, 19-21)
⢠Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (18-21, 21-16, 18-21)
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Di Balik Layar Algoritma: Bagaimana Media Sosial Mempelajari Kebiasaanmu
-
Gen Z dan Work Life Balance di Era Serba Cepat: Kebutuhan atau Mimpi Kosong?
-
Realita Validasi Digital: Mengapa Gen Z Semakin Sulit Lepas dari Layar?
-
Berhenti Bebani Perempuan: Mengapa Masalah Fast Fashion Adalah Tanggung Jawab Bersama
-
Dunia Kerja Bagi Gen Z: Tetap Merasa Lelah Meski Produktif Sepanjang Hari
Artikel Terkait
-
Spain Masters 2023: Pasangan Meilysa Trias Puspita Sari/Rachel Allessya Rose Gagal Melaju ke Babak Selanjutnya Setelah Dihadang Pasangan China
-
Jadwal Spain Masters 2023 Hari Ini, 7 Wakil Indonesia Berburu Tiket ke Semifinal
-
Jadwal Laga Tujuh Wakil Indonesia di Perempat Final Spain Masters 2023
-
7 Wakil Indonesia Tembus Perempat Final Spain Masters 2023, Ini Lawannya di Babak Ini
-
Rekap Spain Masters 2023, Tujuh Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final
Hobi
-
Portugal vs Spanyol: Seharusnya, Beban Ronaldo Tak Seberat Pertemuan-Pertemuan Sebelumnya
-
Benamkan Kanada, Maroko Buka Peluang Menuju Final Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
-
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Catatan Apik Meksiko yang Ungguli Argentina
-
Duel Maut Vinicius Junior vs Erling Haaland: Siapa yang Melaju ke 8 Besar?
Terkini
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
4 Ide OOTD Boyfriend Material ala Yunho ATEEZ, Bikin Look Auto Charming!
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata
-
Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI