Sekar Anindyah Lamase | Rana Fayola R.
Para pemain Timnas Maroko merayakan kemenangan mereka atas Belanda di babak 32 besar Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Rana Fayola R.

Maroko sukses melenggang ke babak perempat final setelah menumbangkan Kanada dengan skor telak 3-0 pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keberhasilan memecah kebuntuan dan mengamankan kemenangan di Stadion Houston pada hari Minggu ini diakui oleh sang pelatih, Mohamed Ouahbi, tidak lepas dari momen titik balik krusial yang terjadi setelah masa jeda antar-babak.

Pada paruh pertama pertandingan, skuad Singa Atlas sempat berada di bawah tekanan hebat dari permainan agresif tim lawan. Anak-anak asuh Mohamed Ouahbi terlihat sangat kesulitan untuk mengembangkan organisasi permainan terbaik mereka sebelum peluit turun minum ditiupkan.

Kanada yang tampil menekan sejak menit awal langsung memberikan ancaman nyata bagi lini belakang Maroko. Salah satu peluang emas didapatkan oleh Tani Oluwaseyi pada menit ke-10, di mana ia sukses melewati kawalan bek Maroko di area terlarang. Beruntung, kiper Yassine Bono tampil sangat sigap di bawah mistar untuk menggagalkan peluang emas tersebut.

Hingga pertengahan babak pertama, dominasi serangan masih dipegang oleh perwakilan Amerika Utara itu. Di sisi lain, Maroko sebenarnya lebih banyak menguasai bola, namun aliran serangan mereka selalu patah dan kesulitan melahirkan peluang yang benar-benar membahayakan gawang lawan.

Tensi pertandingan yang tinggi sempat memicu ketegangan di atas lapangan pada menit ke-40. Konfrontasi fisik yang melibatkan Achraf Hakimi dan Richie Laryea memaksa wasit Michael Oliver bersikap tegas dengan memberikan kartu kuning kepada kedua pemain tersebut.

Ketatnya duel pada 45 menit pertama tercermin dari banyaknya pelanggaran yang terjadi. Hingga waktu turun minum tiba, papan skor masih menunjukkan angka kacamata 0-0, dengan diwarnai hujan lima kartu kuning—tiga untuk kubu Maroko dan dua untuk Kanada.

Memasuki paruh kedua, situasi pertandingan berubah total setelah pelatih melakukan evaluasi di ruang ganti. Maroko langsung mengambil inisiatif serangan dan memegang kendali penuh atas jalannya sisa waktu pertandingan.

Transformasi Taktis Singa Atlas Pasca-Turun Minum

Perubahan gaya main pasca-jeda langsung membuahkan hasil manis hanya lima menit setelah babak kedua dimulai. Memanfaatkan umpan akurat dari situasi tendangan bebas yang dieksekusi Achraf Hakimi, Azzedine Ounahi melepaskan sepakan mendatar dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Kanada.

Tertinggal satu gol membuat Kanada mencoba menaikkan intensitas serangan mereka guna menyamakan kedudukan. Namun, barisan pertahanan Maroko tampil begitu disiplin dan rapat, sembari dengan sabar menunggu momentum yang tepat untuk melancarkan serangan balik cepat.

Kanada sejatinya sempat mengancam kembali lewat tendangan keras Tajon Buchanan dari luar kotak penalti pada menit ke-78. Akan tetapi, Yassine Bono lagi-lagi membuktikan kapasitasnya sebagai kiper kelas dunia dengan menepis bola tersebut secara gemilang.

Maroko akhirnya sukses menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-82. Berawal dari aksi individu Brahim Diaz yang berhasil mengecoh pemain bertahan lawan di area penalti, bola liar kemudian disodorkan kepada Azzedine Ounahi yang dengan dingin menceploskannya ke dalam gawang.

Dua menit berselang, Singa Atlas nyaris mengubah papan skor menjadi 3-0. Sayangnya, bola hasil sundulan Soufiane Rahimi yang memanfaatkan umpan silang akurat masih digagalkan oleh kokohnya mistar gawang.

Pesta kemenangan Maroko akhirnya benar-benar ditutup secara sempurna pada masa injury time. Lewat sebuah skema serangan balik yang sangat rapi, Soufiane Rahimi sukses menuntaskan peluang menjadi gol ketiga sekaligus mengunci kemenangan mutlak bagi negaranya.

Mengenai kunci perubahan timnya, Mohamed Ouahbi membeberkan bahwa kesiapan para pemain dalam merespons instruksi di babak kedua adalah penentu utama. Kemenangan ini sekaligus mengukir sejarah baru bagi Maroko sebagai tim Afrika pertama yang mampu menembus babak perempat final Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut.

"Kami sangat senang. Ini pertandingan Piala Dunia dan laga seperti ini selalu sulit karena setiap tim bermain mempertaruhkan segalanya. Kami bereaksi dengan sangat baik pada babak kedua, terutama dalam perebutan bola kedua dan duel-duel di lapangan," ujar Mohamed Ouahbi seperti dikutip Antara News dari laman resmi FIFA.

Pelatih Maroko itu juga tidak segan memberikan rasa hormatnya atas perlawanan sengit yang ditunjukkan oleh kubu Kanada sepanjang laga berlangsung. Menurutnya, ruang terbuka yang ditinggalkan lawan akibat bermain terbuka di babak kedua berhasil dimanfaatkan dengan sangat baik oleh anak asuhnya.

"Saya harus mengakui Kanada tampil mengesankan. Mereka memainkan pertandingan yang luar biasa. Itu bukan kejutan bagi kami. Namun, pada babak kedua kami mampu memanfaatkan ruang yang mereka tinggalkan dan itulah yang menjadi kunci kemenangan," tambah Ouahbi.

Dengan hasil memuaskan ini, Maroko menjadi negara pertama dalam sejarah format baru Piala Dunia berepisode 48 tim yang berhasil memesan tempat di babak delapan besar. Di fase perempat final nanti, Singa Atlas kini tinggal menunggu calon lawan mereka, yaitu pemenang dari laga antara Prancis melawan Paraguay.